Tuesday, April 02, 2013

Someone Like You





Someone Like You
Sarah Dessen @ 1998
Speak, 1998
281 hal.
(Rental @ReadingWalk)

Saat Scarlett pertama kali muncul di depan rumahnya, Halley langsung memberanikan diri untuk mendekati gadis itu. Hari itu adalah hari Scarlett menjadi tetangga Halley. Halley termasuk anak yang pemalu, kurang ‘berani’ dalam bergaul. Tapi, sejak ada Scarleet, Halley jadi lebih percaya diri. Scarlett selalu ada untuk membela dia jika ada anak lain yang mengganggunya.

Hubungan Halley dengan ibunya juga bisa dibilang cukup harmonis. Mereka tidak pernah mengalami yang namanya perbedaan pendapat yang berujung pada pertengkarang. Ibu Halley selalu membanggakan hubungan yang akrab bagai sahabat ini jika ada temannya yang mengeluh anak remaja putrinya cenderung membangkang.

Tapi… itu dulu…. Ada saat-saat di mana seorang anak remaja seperti Halley justru tidak ingin terlalu banyak diatur oleh ibunya. Ia ingin mencari dunianya sendiri yang bagi dia lebih ‘menantang’. Apa yang dilarang oleh ibunya, akan membuat Halley semakin memberontak.

Mungkin semua sudah dimulai jauh sebelum ini. Tapi, saat Scarlett menelpon Halley yang sedang mengikuti summer camp. Scarlett memberi kabar bahwa Michael, kekasihnya, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan motor. Saat itu, Halley tahu, bahwa kali ini ia yang harus ada untuk Scarlett. Ia harus mendampingi Scarlett yang tengah berduka.

Hal ini juga yang membawa Halley berkenalan dengan sosok Macon. Macon yang cuek, rada-rada bad boy berhasil memikat Halley. Tapi, bersama Macon, Halley berubah jadi sosok yang memberontak, jadi suka berbohong pada orang tuanya, menyelinap pergi malam-malam atau membolos. Tentu saja, orang tua Halley, terutama ibunya, melarang Halley untuk melanjutkan hubungannya dengan Macon.

Permasalahan yang dihadapi Scarlett juga tak kalah berat. Ternyata, Scarlett hamil. Dan bagi remaja berusia 16 tahun, ini adalah hal yang berat. Hamil di luar nikah, plus ayah si calon bayi ini sudah meninggal. Tapi dengan berani dan penuh tanggung jawab, Scarlett memilih untuk mempertahankan bayinya. Di tengah cibiran dan gosip di sekolah, Scarlett tetap cuek dengan perutnya yang semakin membesar.

Buat gue, gue akan lebih suka buku ini kalo lebih menyorot tentang Scarlett yang hamil di luar nikah dibandingkan dengan Halley yang ribet ‘kucing-kucingan’ buat pergi sama Macon. Kalo dibilang ini tentang Scarlett yang katanya membutuhkan Halley, rasanya gak juga. Scarlett tetap gadis yang lebih berani dibandingkan Halley yang justru masih sering terombang-ambing antara prinsip dan pacarnya.

Mungkin sih, rada membosankan ya. Tapi, permasalahan yang ada di buku ini dekat dengan dunia ‘nyata’. Tentan Scarlett yang hamil di luar nikah, Halley yang pengen mempertahankan ‘virginity’nya tapi, nyari rela melakukan apa pun dengan Macon.

Remaja perlu baca buku ini, biar lebih hati-hati dalam pergaulan, atau berkaca pada sosok Scarlett yang berani bertanggung jawab meskipun sendirian di usia yang masih sangat muda. Berani mengorbankan masa remajanya dengan kehadiran seorang bayi. Orang tua juga rasanya boleh nih baca buku ini, biar gak asal ngelarang anaknya untuk bergaul, untuk gak asal bilang ‘gak boleh’. Terkadang larangan dari orang tua, malah bikin anak jadi lebih ‘berani’ dan lebih pemberontak *sodorin kaca*.

2 comments:

Peri Hutan said...

kayaknya lebih bagusan ini daripada This Lullaby, semoga aja udah diterjemahin :)

ferina said...

Aku belum baca This Lullaby, nyari yang terjemahan koq susah ya

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang