Thursday, December 30, 2010

Yang paling disuka di 2010

via prettybooks

Sesuai 'tradisi', dari 72 + 1 buku yang gue baca di 2010, ini nih, yang jadi favorit gue. 'Cuma' 10, lebih sedikit dibanding tahun lalu.

1. Kronik Betawi (Ratih Kumala)
2. Six Suspects (Vikar Swarup)
3. Waktu Aku sama Mika (Indi)
4. The Help (Kathryn Stockett)
5. The Hunger Games (Suzanne Collins)
6. Catching Fire (Suzanne Collins)
7. Negeri 5 Menara (A. Fuadi)
8. Sang Pencerah (Akmal Nasery Basral)
9. Thirteen Reasons Why (Jay Asher)
10.Water for Elephants (Sara Gruen)

Monday, December 27, 2010

The Wedding Games

The Wedding Games
Fanny Hartanti @ 2010
GPU - Desember 2010
240 Hal.

Harusnya nih, Dion Dirgantara bangga memiliki istri seperti Dania Kartanegara. Cantik, mandiri dan cerdas. Dania adalah seorang presenter acara masak-memasak (bayangkan aja Farah Quin) dan juga pemilik sebuah wedding organizer yang terkenal. Dari seorang yang tidak percaya diri dan sempat sedih luar biasa karena tidak bisa memiliki anak dari rahimnya sendiri, Dania menjelma jadi sosok selebritis yang jadi incaran para wartawan infotainment, jadi perempuan yang super sibuk. Malah mulai dijuluki ‘Martha Stewart-nya Indonesia’.

Dion sendiri bukannya tidak punya posisi penting. Berkantor di sebuah bank, Dion adalah seorang manajer berpenghasilan puluhan juta. Bukan Dion tidak mendukung karir Dania. Justru Dion yang awalnya meminta Dania untuk mencari kesibukan. Tapi, ketika karir Dania meroket, kesibukan Dania membuat Dion sering dinomorduakan. Dania jarang meminta pendapatnya, dan akhirnya Dion malah sering merasa lebih sebagai Mr. Kartanegara, bukan lagi Dion Dirgantara. Sebagai laki-laki, ia mulai merasa ‘dikalahkan’ oleh perempuan, oleh istrinya sendiri.

Perselisihan kecil mulai sering terjadi, bahkan akhirnya berujung pada ‘pisah ranjang’. Masing-masing jadi egois, saling menyalahkan dan menuntut pasangan masing-masing untuk lebih mengerti. Apa yang terjadi di antara mereka, membuat sikap mereka juga berubah. Dania yang biasanya ramah terhadap karyawannya berubah menjadi judes, sampai-sampai karyawannya mulai bergunjing yang tidak-tidak. Dion, bertemu dengan cinta pertamanya, dan tanpa disadari, Dion pelan-pelan mulai mencari sosok perempuan lain selain Dania.

Meskipun si laki-laki menjunjung tinggi persamaan derajat, hak dan kedudukan antara perempuan dan laki-laki, tapi tetap aja, ego laki-laki tuh ingin selalu jadi yang nomer satu, jadi yang terdepan dan jadi pemimpin. Sama seperti Dion, ketika ia merasa jadi nomer dua, cintanya sama Dania seolah perlahan lenyap, digantikan oleh kemarahan dan pikiran-pikiran negative. Satu lagi yang penting, komunikasi. Percuma teriak-teriak dalam hati, marah-marah, tapi toh, kalo pasangannya gak tau, yang percuma aja kali. Mereka gak akan ngerti juga apa yang lagi kita rasain. *curhat.com*… hehehe..

Anyway, gue lagi tiba-tiba ngeh, kenapa ya judul Metropop mayoritas pake bahasa Inggris? Seperti yang satu ini, atau The Bridesmaid’s Story, atau Dimi is Married (ini sih yang gue ambil dari yang akhir-akhir ini gue baca)

Thursday, December 16, 2010

Jane Eyre

Jane Eyre
Charlotte Brontë
Lulu Wijaya (Terj.)
GPU – Oktober 2010
668 Hal.

Jane Eyre, adalah seorang gadis yatim piatu. Ia dititipkan pada paman dan bibinya. Sejak awal, Mrs. Reed tidak menyukainya. Tapi ia terpaksa merawat Jane Eyre karena janjinya pada almarhum suaminya. Hidup di tengah-tengah orang yang tidak menyukainya, sungguh membuat Jane menderita. Ia dikucilkan, dianggap nakal dan tidak sopan, padahal ia jauh lebih baik daripada ketiga sepupunya, anak-anak Mrs. Reed.

Akhirnya, ada kesempatan untuk Jane keluar dari rumah itu. Ia dikirim ke sebuah sekolah asrama di Lowood. Di sana, meskipun semuanya serba ketat, Jane merasa lebih beruntung karena keluar dari rumah Mrs. Reed

Sampai usia 18 tahun, Jane tinggal di sana. Hingga pada suatu titik, ia merasa ia harus melihat dunia luar. Ia pun menulis surat lamaran pekerjaan untuk menjadi guru pribadi di rumah orang-orang kaya. Surat itu mendapat sambutan baik dari seorang wanita bernama Mrs. Fairfax yang ternyata adalah kepala rumah tangga di rumah Mr. Rochester, bangsawan Inggris yang mempunyai anak asuh bernama Adelle.

Di sinilah cerita Jane Eyre lebih berkembang lagi. Ia berkenalan dengan Mr. Rochester, bahkan diam-diam jatuh cinta pada tuannya yang kadang angkuh, dingin dan misterius. Ternyata, Mr. Rochester pun menyukai Jane yang kadang dianggapnya terlalu berani. Mereka nyaris menikah, tapi sebuah kenyataan, yang selama ini dirahasiakan Mr. Rochester membuat pernikahan itu batal.

Jane pun pergi jauh, berusaha menghindar dari kehidupan Mr. Rochester. Kejutan-kejutan, kecil atau pun besar, menanti Jane di kemudian hari. Membuat hidup Jane jadi lebih baik dari sekedar seorang gadis yatim piatu miskin.

Awal melihat buku ini, gue agak sangsi, apa gue gak keburu bosen baca buku yang tebel banget ini. Tapi, karena gue pengen banget baca cerita Jane Eyre ini sejak lama, gue ‘teguhkan’ niat gue. Punya sih yang bahasa Inggris, tapi karena ‘kriting’ banget, gue gak sanggup nyelesainnya.

Tapi ternyata.... Ahhhh… betapa melelahkan membaca buku ini. Emang dasar gue gak terlalu suka sama cerita klasik, malah sok-sokan baca buku ini. Banyak kata-kata yang terlalu ‘berbunga-bunga’, membuat gue jadi gak sabar. Banyak yang gue lompat, hanya biar gue bisa lebih cepet sampai di bab berikutnya.Seandainya kalimat-kalimat dalam buku ini lebih simple, gue pasti lebih bisa suka sama cerita di buku ini.

Jane Eyre mirip sama Anne of Green Gables. Tapi menurut gue, gaya Anne lebih ceria, meskipun mereka berdua sama-sama ‘pemimpi. Mungkin karena lingkungan pergaulan yang beda, jadi gaya mereka berbeda. Kalau Anne, tinggal di pedesaan yang gak terlalu ‘kaku’. Sementara Jane Eyre dikelilingi oleh para bangsawan yang semua serba ada aturan dan kaku.

Monday, December 06, 2010

The Bridesmaid's Story

The Bridesmaid's Story
Irena Tjiunata @ 2010
GPU - Nopember 2010
296 Hal.

Another metropop hasil berburu weekend ini. Cerita tentang kehebohan seorang bridesmaid menghadapi calon pengantin yang dikenal sebagai drama queen.

Di tengah kesibukannya sebagai perancang perhiasam, Kesya tetap dengan senang hati menjadi pendamping perempuan untuk sahabatnya, Cecil. Mereka sudah bersahabat sejak TK, dan sudah saling mengenal luar-dalam satu sama lain. Kesya tahu betapa hebohnya hubungan Cecil dan Alo yang sering putus-nyambung.

Mulailah kesibukan mempersiapkan pesta pernikahan. Cecil adalah orang yang ‘ramai’, sementara Alo cenderung lebih tenang. Memilih gaun pengantin, tidak cukup hanya satu-dua-tiga kali mencoba, tapi sampai 27 kali! Tapi Kesya tetap sabar menemani Cecil. Ditambah lagi kehadiran sepupu Cecil yang ‘ajaib’ dan sok asyik, dan pengen banget berperan dalam pesta pernikahan Cecil ini.

Kesya sendir belum punya pasangan yang ‘berarti’. Ada seorang fotografer gugup bernama Jansen yang naksir banget sama Kesya, dan Kesya sendiri ‘aneh’nya juga suka sama Jansen dan menanti kapan Jansen akan menyatakan cinta. Tapi itu dulu… sebelum sang bestman atau pendamping pengantin prianya datang. Ketika Marco muncul, meskipun menyebalkan dan sok tau, mau tidak mau, Kesya dag-dig-dug setiap ada Marco di sampingnya. Marco yang keren meskipun gemar merokok. Cecil dan Alo juga terang-terangan menjodohkan mereka.

Setelah kehebohan yang berurai air mata, pesta pernikahan berjalan lancar. Semua sesuai dengan keinginan kedua mempelai. Akhir cerita yang berbahagia untuk semua tokoh dalam cerita ini. Ya.. gue ceritain aja deh, kalo emang akhirnya Marco dan Kesya jadian. Tapi, tadinya gue pikir, meskipun Kesya jelas tertarik sama Marco, tapi, justru Jansen yang berhasil mendapatkan cinta seorang Kesya. Dalam ‘tebak-tebakan’ gue selama baca buku ini, kirain Marco ini cuma ‘iseng’ sama Kesya dan akhirnya Jansen yang jadi ‘penyelamat’ untuk Kesya. Ehhh.. taunya nggak ya.. hehehe…

Dimi is Married

Dimi is Married
Retni SB @ 2010
GPU - Oktober 2010
384 Hal.

Garda – seorang pemuda dengan ‘package’ yang sangat menarik. Tampan, rapi, dan punya kedudukan yang penting di perusahaan milik ayahnya. Tapi, dengan segala kelebihannya itu, tentu saja, sosok Garda tidak pernah sepi dari perempuan-perempuan cantik. Sekali putus dari perempuan satu, Garda dengan mudah menggaet perempuan lain – yang tipenya nyaris selalu sama – cantik bak model atau peragawati. Seringnya Garda gonta-ganti pacar, membuat resah ayahnya. Maklum, Garda adalah salah satu dari pewaris perusahaan kertas milik ayahnya.

Untuk itu, ayah Garda memutuskan untuk menjodohkan Garda dengan putri sahabat baiknya. Usulan ini, tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Garda. Menurutnya, mana ada lagi perjodohan di jaman modern?! Dan, Garda yakin banget kalo sosok anak perempuan sahabat ayahnya itu adalah sosok perempuan ‘jadul’.

Tapi, tiba-tiba Garda menyadari suatu hal – sebuah ambisi, yang jika ia tidak memenuhi keinginan ayahnya, bukan tidak mungkin ambisi itu akan gagal. Akhirnya, Garda pasrah dipertemukan dengan Dimi – nama gadis itu. Dimi memang bukan sosok yang ada dalam bayangan Garda, tapi Dimi juga bukan tipe perempuan yang selama ini mengelilingi Garda. Dimi cenderung tomboy, mandiri dan cuek. Tapi, seorang Dimi pun tidak bisa menolak magnet dari seorang Garda. Demi baktinya pada orang tua, Dimi akhirnya mau menikah dengan Garda.

Di awal pernikahan mereka, Dimi pelan-pelan bisa menyayangi Garda. Tapi, tidak dengan Garda. Sebuah sandiwara masih diperankannya dengan baik. Meski kadang jauh di lubuk hatinya, Garda merasa bersalah, tetap saja Garda melanjutkan permainannya.

Ketika seorang Donna – mantan pacar Garda - tiba-tiba mengusik kehidupan mereka yang nyaris tenang. Dimi pun menyadari ada sesuatu yang salah dalam kehidupan pernikahan mereka.

Tanpa gue sadari, ada beberapa buku Retni SB di lemari buku gue, dan rata-rata bukunya lumayan menarik, meskipun, tentu saja temanya tetap tentang cinta. Makin ke belakang, menurut gue sih makin menarik. Ceritanya makin ‘complicated’ atau lebih bervariasi. Yang gue suka dari Dimi di sini, adalah karena dia sosok yang sederhana, tapi gak kuper. Buku yang ringan buat santai-santai pas weekend…

Wednesday, December 01, 2010

Special Relationship

Special Relationship
Robyn Sisman @ 1995
Penguin - 1999
393 Hal.


Semua orang punya rahasia ‘gelap’ dalam hidupnya (ssstttt.. gue juga punya... hehehe). Kehidupan Annie Hamilton yang tenang dan adem ayem, sedikit terguncang ketika anaknya, Tom, mempertanyakan status-nya. Annie Hamilton, sedang merintis untuk membuka penerbitan sendiri, punya suami yang sabar dan anak-anak yang manis. Tom, memang merupakan ‘pengecualian’. Tom adalah hasil dari one night stand-nya Annie ketika ia masih kuliah di Oxford dengan seorang pemuda Amerika yang juga belajar di Oxford. Tapi, rahasia ini tetap disimpan rapi oleh Edward, suami Annie dan Annie sendiri. Sampai secara tidak sengaja, Tom menemukan sebuah foto ibunya dengan pria lain yang mirip dengan dirinya, tapi bukan ayah yang selama ini ia kenal. Mulailah Tom mencari data-data pribadi tentang dirinya dan menemukan sebuah keanehan.

Masalahnya, ayah biologis Tom ada di Amerika dan Tom yang emosi berniat mencarinya. Masalahnya lagi, pria itu, yang bernama Jordan Hope, bukanlah pria Amerika biasa, tapi seorang calon Presiden Amerika, yang sedang menunggu detik-detik terakhir. Kalau sampai pers, atau ada orang lain yang tahu rahasia ‘kecil’ ini, bukan tidak mungkin akan mengacaukan segalanya.

Untuk menyelamatkan Jordan dan juga kehidupan rumah tangganya, juga sekaligus, bertemu ibunya dan calon penulis (wow, sambil menyelam, minum air ini namanya), Annie pun terbang ke Amerika.

Sambil membayangkan romantisme masa lalu, Annie berhasil bertemu Jordan. Tentu saja gak terang-terangan, gimana bisa Jordan berkeliaran dengan bebas.

Gak ada yang baru dari novel ini… (ya.. chicklit lah..) tapi tetap aja pengen bacanya. Yang kebayang di benak gue, justru, kalo novel ini jadi sinetron. Tokoh Jordan, pastinya cool, cakep dan kaya raya. Tokoh Annie, cewek cantik, lugu dari keluarga biasa-biasa aja. Lalu, ‘terjadilah’ hubungan singkat. Ceweknya hamil, cowoknya udah keburu pergi entah kemana. Dan beberapa tahun kemudian, si anak hasil hubungan mereka sering banget berdekatan dengan ayahnya, tapi sama-sama gak tau kalo mereka punya hubungan. Ada tokoh antagonis yang tau kisah gelap mereka. Hehehe… sinetron oh sinetron.. Bukan.. gue bukan penggemar sinetron, tapi dikit-dikit tau sih… kan gampang ketebak…

Yang gue suka dari buku ini, cuma covernya yang simple… :)

Monday, November 29, 2010

The Rossetti Letter

The Rossetti Letter (Surat Rosetti)
Christi Phillips @ 2007
Gita Yuliani (Terj.)
GPU - Oktober 2010
528 Hal.

Claire Donovan, kalang kabut ketika ia tahu bahan untuk disertasinya juga dibahas oleh salah satu ahli sejarah asal Cambridge. Sejarahwan itu akan segera menerbitkan buku tentang Konspirasi Spanyol. Meskipun Claire adalah calon professor, tapi tetap saja, ketika diminta menyampaikan makalah di depan umum, dia sempat pingsan. Kebetulan si sejarawan itu akan mempresentasikan makalahnya di Venesia, Claire pun berniat ingin datang ke sana. Tapi, apa daya, dananya gak ada. Untungnya, Claire diminta untuk menjadi pendamping seorang gadis muda berjalan-jalan ke Venesia, sementara orang tuanya berbulan madu ke Perancis. Semua biaya ditanggung oleh orang tua gadis itu. Buat Claire, inilah kesempatan melihat langsung kota yang menjadi saksi sejarah untuk bahan disertasinya itu. Claire berniat mendatangi langsung tempat-tempat kejadian perkara. Terutama yang berhubungan dengan Surat Rossetti.

Ada apa dengan Surat Rossetti? Alesandra Rossetti adalah seorang pelacur yang cukup terkenal di Venesia pada masanya. Salah satu ‘pelanggannya’ mempunyai kedudukan penting dan berencana untuk mengambil alih kekuasaan di Venesia. Mengetaui konspirasi yang terjadi, Alesandra berniat melaporkan rencana jahat itu. Tapi, nyawanya sendiri nyaris hilang gara-gara hal itu.

Sementara itu, Claire mendatangi perpustakaan di Venesia untuk memperoleh buku-buku yang berhubungan dengan Surat Rossetti, sayangnya, tidak terlalu banyak membantu. Selain karena beberapa buku yang diinginkan hilang karena banjir atau karena sudah diambil duluan oleh si Profesor dari Inggris itu.

Beberapa pertemuan dengan professor Inggris itu tidak berlangsung mulus. Claire selalu merasa terintimidasi dengan sikapnya yang seakan menganggap Claire bodoh.

Kalau saja, cerita di buku yang lumayan tebal ini hanya berkisar tentang teori-teori dan dugaan-dugaan Claire atas apa yang terjadi di masa lalu, maka buat gue, buku ini akan jadi sangat membosankan. Tapi, karena diselang-selingi oleh kejadian di masa yang sebenarnya, diceritakan sendiri oleh Alessandra Rossetti, maka cerita ini jadi lebih menarik. Memang Konspirasi Spanyol itu ada, tapi tokoh Alessandra Rossetti ini hanyalah tokoh rekaan. Gue nyaris menganggap Alessandra Rosseti beneran ada kalau aja gue gak membaca catatan dari penulis.

Endingnya buat gue bagus, karena menuntaskan teka-teki ‘keberadaan’ dan apa yang terjadi sebenarnya dengan Alessandra. Tapi, yang ketebak sih, siapa si cowok yang marah-marah di airport. Ya ketauan aja, kalau nantinya dia bakal ada hubungan sama si Claire.

Buku selajutnya, bakal berkisah tentang 'temuan' Claire selama jadi pengajar di Cambridge -- hehe, ini tentunya atas tawaran dari si Profesor Inggris itu.

Friday, November 12, 2010

Water for Elephants

Water for Elephants (Air untuk Gajah)
Sara Gruen @ 2006
Andang H. Sutopo (Terj.)
GPU - September 2010
512 hal.

Jacob Jankowski – menghabiskan hari tuanya di Panti Jompo karena tidak ada anak-anaknya yang mau menampungnya. Ketika suatu hari, di depan panti jompo itu datang rombongan sirkus, kenangan akan periswtiwa 70 tahun silam muncul di benak Jacob.

Jacob hampir dipastikan memiliki masa depan yang cemerlang. Kuliah di kedokteran hewan, tinggal mengikuti ujian akhir, kemudian akan membuka praktek dokter hewan bersama ayahnya. Tapi kecelakan mobil merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kecelakaan karena kesalahan seorang tetangga yang sudah rabun. Harta yang tersisa disita oleh bank. Pikiran Jacob kacau.

Ketika sedang mengikuti ujian akhir, Jacob tiba-tiba meninggalkan ruang ujian. Berjalan tak tentu arah, hingga akhirnya ‘terdampar’ di sebuah gerbong kereta. Gerbong kereta itu ternyata adalah salah satu dari rangkaian gerbong sirkus Benzini Bersaudara, yang pemiliknya, Paman Al ingin menjadikan sirkusnya sebagai salah satu sirkus paling hebat seperti Ringling Circus. Ringling Circus adalah salah satu kelompok sirkus yang terkenal di jamannya.

Mulailah sebuah pengalaman baru dalam hidup Jacob. Kehidupan di sirkus ternyata begitu keras. Jika orang tersebut tidak memberi keuntungan atau berguna bagi kelompok sirkus itu, maka orang itu akan ‘dilampumerahkan’. Beruntung dengan latar belakang sekolah kedokteran hewannya, Jacob diterima bergabung di sirkus itu, untuk diperbantukan merawat hewan-hewan yang sakit.

Bintang utama di sirkus itu adalah Marlena. Ia tampil dengan kuda-kudanya, bersama sang suami, August. Jacob jatuh cinta dengan Marlena. Dan ia tahu, August adalah seorang lelaki ‘berkepribadian ganda’.

Hubungan mereka bertiga semakin dekat, ditambah dengan kehadiran seekor gajah betina bernama Rossie. Rossie dianggap bodoh oleh August karena tidak bisa menjalankan perintah yang sederhana sekali pun, hingga akhirnya Jacob menemukan sebuah rahasia.

Sampai hari tuanya, Jacob merahasiakan sebuah kejadian, ketika binatang-binatang sirkus itu tiba-tiba mengamuk dan membuat kekacauan.

Sejak pertama gue liat Water for Elephants dan ditambah rekomendasi orang-orang, gue udah pengen banget baca buku ini. Dan begitu ada terjemahannya, segera aja gue beli. Sekali lagi, gue merasa kehidupan di rombongan sirkus begitu ‘kejam’. Gak seglamour, atau seindah ketika mereka tampil di arena. Kaya’nya keras banget dan gak ada belas kasihan. Makanya waktu gue sempet nonton sirkus baru-baru ini, gue bertanya-tanya apakah yang selama gue baca di buku-buku yang berlatar sirkus itu bener atau gak. Karena kalo gue liat, misalnya di Russian Circus, para performer memang antara lain adalah pesenam dan professional, bukan seseorang yang sekedar ‘ditemukan’ begitu aja karena keunikannya.

Rossie di sini – menurut gue – bukanlah bintang utama, tapi dia punya peran penting bagi tokoh-tokoh utama di buku ini. Gue juga jadi inget sama gajah-gajah di sirkus. Mimik wajahnya murung banget… bikin gue jadi sedih ngeliatnya. Hahaha.. gue kembali terbawa-bawa sama cerita nih….

Friday, November 05, 2010

Astral Astria & Paris Pandora

Astral Astria
Fira Basuki
Grasindo, 2007
330 Hal

Paris Pandora
Fira Basuki
Grasindo, September 2008
332 Hal.

Astral Astria mengisahkan perjalanan spiritual seorang perempuan bernama Astria. Astria, dilahirkan sebagai anak yang istimewa. Dengan rambut gimbalnya, ia dianggap sebagai salah satu ‘anak bajang’, anak yang istimewa. Ketika gunung Dieng mengeluarkan gas beracun, hanya Astria yang selamat, hingga selanjutnya ia diangkat anak oleh pasangan suami-istri arkeolog yang sempat mengadakan penelitian di desa tempat Astria dilahirkan.

Astria tumbuh dalam lingkungan yang normal. Memang ia mempunyai kemampuan untuk merasakan hawa-hawa yang tidak enak, melihat bayangan hitam dan bisa bertemu dengan beberapa makhluk halus. Untuk memperkaya batinnya, ia melakukan perjalanan ‘spiritual’ dengan bantuan seorang guru bernama Bowo. Bowo ini tokoh yang pernah muncul di salah satu Trilogi Jendela, Pintu dan Atap (lupa yang mana).

Dalam ‘perjalanannya’ itu, Astria bertemu dengan perempuan-perempuan yang sudah meninggal, yang tersakiti. Dalam dunia nyata sendiri, Astria berprofesi sebagai seorang arsitek, kehidupan percintaannya juga tidak berjalan terlalu mulus. Dengan keunikan fisiknya, Astria juga adalah seorang model terkenal. Berbagai tawaran bermain sinetron datang, tapi ditolaknya.

Awalnya, gue rada bingung membaca buku ini. Justru menjelang akhir cerita, gue baru ngerti apa hubungan Astria dengan para tokoh perempuan itu.

Kelanjutan kisah Astral Astria, adalah Paris Pandora. Di sini, masih Astria bertemu dengan makhluk yang ‘aneh’ seperti naga dan gargoyle di Paris. Seharusnya Astria sudah dalam hitungan bulan saja untuk menikah, tapi mendadak, pasangannya berencana mengundurkan pesta pernikahan mereka.

Astria pun kembali berusaha mencari ‘pencerahan’ yang ia dapatkan dari hasil pertemuannya dengan si naga dan gargoyle itu. Dibantu dengan teman-temannya yang juga punya kelebihan seperti Astria, ia mencari tahu ada apa dengan Rizki, tunangannya.

Ditambah lagi, dengan adanya harta karun di depan mata yang begitu saja ditawarkan karena ia dianggap keturunan Ratu Sima.

Dari dua buku ini, gue lebih menikmati membaca buku Paris Pandora dibanding Astral Astria. Khas Fira Basuki, begitu kental dengan nuansa budaya Jawa. Gue termasuk yang punya hampir semua buku-buku Fira Basuki – kecuali seri Ms. B.

Monday, October 25, 2010

Giveaway @ Splash of Our Worlds


Ada giveaway di Splash of Our Worlds. Mumpung terbuka juga untuk yang tinggal di Indonesia, ikutan yuk...

Thursday, October 21, 2010

The Naked Traveler

The Naked Traveler
Trinity
C Publishing (Bentang Pustaka), 2008
279 Hal.

The Naked Traveler 2
Trinity
B-First (Bentang Pustaka) 2010
348 Hal.

Gue ‘mengenal’ Trinity lewat blog-nya The Naked Traveler. Membaca sekilas beberapa ceritanya, wah, koq asyik banget ya. Dan ternyata, gue mendapatkan buku The Naked Traveler yang pertama, gratis waktu ada acaranya KuBuGil. Wah… udah lama banget, tapi baru sempet baca sekarang bukunya. Cerita di buku pertama ini, sebagian besar udah gue baca di blog-nya. Dan, sekalian aja lah, gue ‘review’ buku The Naked Traveler yang kedua.

Membaca The Naked Traveler, pembaca gak akan banyak diceritain tentang betapa indahnya suatu tempat atau bangunan, atau tentang makanan-makanan yang enak dan bikin ngiler. Karena ini adalah cerita pengalaman pribadi, bukan cerita untuk dimuat di majalah – yang pastinya harus bagus dan menampilkan gambar indah, justru yang disajikan kadang gak ada indah-indahnya. Tapi, menariknya di sini, kita bakalan dibuat ketawa, senyam-senyum sendiri membaca pengalaman menarik dan konyol selama perjalanan keliling dunia seorang Trinity. Yup, Trinity bukan seorang traveler yang pergi melanglang buana dengan kenyaman first class, tapi dia lebih memilih jalan-jalan a la backpacker, di mana segala keterbatasan, banyak hal unik yang ditemuinya selama perjalanan.

Selama ini gue mikir, waduh, kalo mau keluar negeri harus ‘kaya’ dulu. Tapi ternyata yang penting niat dan nabung! Dan tentu saja, jatah cuti yang banyak. Pinter-pinter ngatur waktu sama kerjaan di kantor. Banyak tips yang tentunya berguna banget, terutama untuk yang pengen ber-backpacking ria. Mungkin emang rada gak cocok sih, kalo yang masih punya anak kecil. Jadi, buat yang masih single, marilah jalan-jalan. Sendiri ok, sama teman ok. Gak punya temen.. bisa cari temen di perjalanan.

Banyak joke-joke dan pengalaman lucu. Misalnya kehebohan nyari toilet, begitu ketemu malah tempat pipis untuk anjing. Atau, serunya berburu hiu. Trinity ini termasuk salah satu penggila kegiatan yang memacu adrenalin, baca aja gimana serunya terjun dari gedung tertinggi.

Baca buku kaya’ begini, selalu bikin gue ngiri. Satu-satunya ‘persamaan’ gue dan Trinity adalah sama-sama pernah makan indomie termahal di airport Denpasar.

Buat yang selalu baca blog-nya, mungkin cerita di sini udah gak asing. Untungnya gaya bercerita Trinity yang kocak membuat baca bukunya jadi tetap menarik. Hanya mungkin kurang foto kali ya. Kalau pun ada gak berwarna. Tapi emang, foto yang ditampilkan pun yang unik, seperti tempat pipis anjing itu.

Semoga di buku-buku selanjutnya, akan ada cerita yang lebih seru, lebih kocak dan mungkin yang gak ada di blog (biar orang lebih penasaran dan pengen baca bukunya).

Thursday, October 07, 2010

Ini Rahasia

Ini Rahasia
Netty Virgiantini @ 2010
Gagas Media - 2010
184 hal.

Tari dikenal sebagai cewek pemberani, cewek penggila bola. Oleh teman-teman sekelasnya, ia diangkat sebagai manajer tim sepak bola kelasnya. Tari bertanggung jawab dalam masalah pengaturan jadwal pertandingan, urusan kostum, dan lain-lainnya. Tapi, ini bukan pertandingan biasa. Pertandingan antar kelas ini sifatnya illegal, karena ‘melibatkan’ uang taruhan. Jadi, semua dilakukan di luar jam sekolah. Uang hasil taruhan ini dipergunakan untuk ‘operasional’ tim mereka dan untuk membantu beberapa teman mereka yang kesulitan membayar uang sekolah. Inilah rahasia besar yang harus mereka jaga.

Tiba-tiba saja, Tari yang dikenal tomboy itu didekati oleh Rudi, kakak kelasnya yang juga anggota OSIS, salah satu pemain sepak bola handal di sekolah mereka. Teman-temannya sudah memberi peringatan, agar berhati-hati dengan Rudi. Karena rahasia mereka ini juga tidak boleh sampai diketahui oleh anak OSIS. Tapi, Tari yang sejak kelas satu sudah ‘jatuh cinta’ dengan kakak kelasnya itu, meyakinkan teman-temannya bahwa ia akan menjaga rahasia ini rapat-rapat.

Duh.. duh.. duh, ini cerita tentang anak SMA (hehehe… rasanya udah rada gak cocok sama gue :D). Ternyata yang nulis buku ini sama dengan Mama Comblang. Dibanding yang pertama gue baca, cerita di buku ini gak terlalu banyak yang ‘lebay’ kaya’ di Mama Comblang. Mungkin karena tokohnya anak-anak SMA, jadi pas aja kalo banyak becandanya. Tapi, kalo dari segi tema, gue sih lebih cocok baca Mama Comblang. Satu lagi yang rada gak pas, kaya’nya covernya, deh. Kalo ngeliat cover, gue membayangkan cerita yang romantis.

Monday, October 04, 2010

Janda-Janda Kosmopolitan

Janda-Janda Kosmopolitan
Andrei Aksana
GPU – Januari 2010
464 hal.

Jadi janda bukan hal yang mudah. Banyak yang masih memandang negative terhadap status itu. Yang perempuan akan berbisik-bisik agar hati-hati nanti suaminya, pacarnya digoda janda. Yang laki-laki akan tersenyum nakal, ada juga yang memandang rendah, hanya mau pada gadis, tapi tidak dengan janda. Ah… susah jadi perempuan…

Rossa, perempuan pengusaha butik. Punya anak satu. Terpaksa menikah karena terlanjur hamil. Suaminya bilang, Rossa adalah penyebab hilangnya kebebasan dia. Akhirnya, pernikahan hanya seumur jagung. Di kehidupan yang sekarang, Rossa sudah mapan. Berteman dengan sesama janda. Sampai akhirnya punya pembantu bernama Nunung yang janda juga.

Drama kehidupan Nunung lain lagi. Ia menikah karena cinta. Terpaksa jadi TKW demi memperoleh kehidupan yang lebih baik. Setiap bulan uang gaji ia kirim ke kampung, ehhh… suaminya malah nikah lagi.

Sakit dan tak percaya pada laki-laki, tapi toh tidak malah membuat mereka jadi tidak butuh lagi-lagi. Menjalin hubungan baru memang tidak mudah. Ketika dekat dengan seorang pengusaha bernama Marco, Rossa tak berani menungkapkan jati dirinya yang sebenarnya, apalagi berkata kalau ia sudah memiliki anak. Marco pergi, datang Virlo, pemuda yang gemar clubbing. Bahkan anak SMA pun tertarik pada Rossa, dan tahu kalau Rossa kesepian.

Sementara Nunung, pembantu yang sangat modern dan berpikiran maju. Di sekolah anak Rossa, ia berhasil menebar pengaruh yang cukup besar sampai-sampai para nyonya protes dan minta Rossa memecat Nunung.

Nunung juga kembali gagal, karena calon suaminya ternyata sudah beristri. Meskipun istri pertamanya rela dimadu, Nunung tidak mau menyakiti sesama perempuan.

Duh, duh, duh.. drama ini penuh air mata, tapi juga penuh canda. Hidup mewah a la Rossa dan teman-temannya berdampingan dengan kesederhanaan dan keluguan Nunung. Clubbing vs joged dangdutannya Nunung. Menyindir sikap nyonya rumah yang takut kalah 'pamor' sama pembantu. Gak rela ngeliat pembantu yang tiba-tiba jadi lebih apik, lebih canggih dan lebih pintar.

Ending cerita dibuat menggantung dengan kemunculan tokoh yang sejak awal dianggap ‘hilang’. Membuat penasaran, karena tiba-tiba Rossa berada di persimpangan.

Mama Comblang

Mama Comblang
Netty Virgiantini
Gagas Media – 2010
206 hal.

Buat Neyna dan Dida, menjadi pasangan suami istri, mungkin tidak pernah terlintas dalam benak mereka. Mereka berdua tumbuh bersama. Meskipun Dida beda usia 9 tahun, tapi kedekatan mereka sejak kecil tidak lantas berubah jadi hubungan yang lebih jauh dari persahabatan. Mereka lebih seperti kakak-adik.

Permintaan Mama Neyna untuk menjodohkan Neyna dan Dida ditentang habis-habisan oleh Neyna. Tapi, Mama Neyna yang sakit jantungnya tiba-tiba kumat, membuat Neyna tidak berbisa berbuat banyak. Neyna takut tidak bisa memenuhi permintaan terakhir mamanya.

Masalah lain, Neyna dan Dida sudah memiliki pasangan masing-masing. Mereka berdua harus mencari cara yang pas dan kata-kata yang pas untuk menjelaskan masalah ini pada mereka.

Kehidupan pernikahan di hari-hari awal, penuh dengan ‘pelajaran’ dari kedua mama. Mereka mengajarkan bagaimana seharusnya pengantin baru bersikap, Neyna yang seenaknya harus ingat melayani suami. Dida yang cuek juga harus ingat untuk bersikap lembut dan mesra.

Terpaksa bersikap mesra di depan mama mereka, tidak mengurangi kemesraan terhadap pasangan masing-masing, paling tidak itu berlaku untuk Neyna. Neyna tetap dengan cuek pergi dengan Indra, pacarnya. Dida pun terpaksa menutupi perbuatan Neyna. Tapi, tampaknya pacar-pacar mereka juga mulai gerah dengan ‘pernikahan pura-pura’ ini. Mereka mulai menuntut ‘kejelasan’ status.

Buku ini lumayan menghibur, ada beberapa bagian yang berhasil membuat gue senyam-senyum sendiri karena kocak. Tapi, ada juga bagian yang tadinya lucu, jadi basi. Seperti misalnya kelakuan mama-mama yang lagi ngasih ‘pelajaran’. Sekali dua sih gpp… tapi koq makin lama, makin ‘norak’. Tiap malem nguping di pintu, maksa Neyna dan Dida nonton telenovela plus praktek langsung depan para mama… owww.. tak ketinggalan ‘soundtrack’-nya!

Meskipun nih, hanya dengan membaca cover belakang buku ini, gue paling gak bisa menebak, ending cerita ini…

Thursday, September 30, 2010

The House of the Spirit

The House of the Spirit (Rumah Arwah - La Casa de los Espiritus)
Isabel Allende @ 1982
Ronny Agustinus (Terj.)
GPU - Juli 2010
600 hal.

Esteban Trueba, membangun kembali tanah yang terbengkalai. Tak ada gunanya lagi ia kembali ke pertambangan, tempat ia bekerja selama bertahun-tahun demi menemukan batu berharga agar ia bisa menikahi kekasihnya, Rosa. Rosa meninggal karena racun yang sebenarnya diperuntukkan untuk ayahnya.

Sementara itu, kematian Rosa del Valle membawa perubahan di keluarga del Valle, terutama bagi adiknya, Clara del Valle. Di dalam keluarga del Valle, Rosa dikenal sebagai anak yang paling cantik jelita, sedangkan Clara adalah si peramal atau cenayang. ‘Kenyentrikan’ Clara pernah membuat keluarga ini ‘dihujat’ oleh pastor dan Clara juga yang meramalnya akan ada kematian dalam rumah itu. Setelah kematian Rosa, Clara membisu dan membuka suara kembali untuk pertama kalinya, ketika ia berkata akan menikah dengan calon suami Rosa.

Esteban yang tuan tanah, pemarah dan ambisius, mempunyai banyak anak haram di Tres Marias. Tapi hanya satu yang ‘diakui’nya yaitu anak dari adik mandornya – yang kelak cucunya pun akan mempunya ‘peran’ dalan tragedi keluarga Trueba. Pernikahan Esteban dan Clara menghasilkan 3 orang anak, Blanca dan si kembar Nicholas dan Jamie.

Keluarga ini terkenal ‘eksentrik’. Clara yang tampak hidup di dunia sendiri, kerap meramalkan kejadian-kejadian penting di rumah itu dan berkomunikasi dengan berbagai arwah, tapi sering kali ramalannya diabaikan oleh penghuni rumah itu, terutama oleh Esteban yang sering ‘gerah’ dengan kelakuan Clara.

Tragedi terus merundung keluarga Trueba. Blanca hamil di luar nikah, hasil hubungannya dengan anak sang mandor, Nicholas tergila-gila dengan yoga dan meditasi, Jamie memilih dunia kedokteran dan terlibat dalam pergerakan kaum kiri. Bahkan cucu Trueba, anak Blanca, bernama Alba juga terlibat dalam pergerakan komunis. Padahal sang kakek adalah seorang senator terpandang, tapi dikhianati oleh keluarganya sendiri.

Kematian Clara membuat rumah itu kembali suram. Semua bergerak semaunya sendiri. Sementara pergolakan politik juga semakin memanas.

Gue sempat bosan banget baca buku tebal ini. Apalagi kalo udah membahas masalah politik. Yang menarik sih, pas disebut-sebut kata ‘JAKARTA’, yang ditulis sama demonstran. Ooo.. ternyaa buat ‘menggambarkan’ kalo di Jakarta juga terjadi situasi politik yang kurang lebih sama dengan yang ada di cerita, kira-kira tahun 1965-1966-an kali ya.

Tapi, memang Clara yang memberi ‘roh’ pada buku ini. Clara dengan diamnya, dengan segala keanehannya. Karena setelah Clara meninggal, buku ini jadi ‘membosankan’.

Tuesday, September 21, 2010

The Scarecrow and His Servant

The Scarecrow and His Servant (Si Boneka Jerami dan Pelayannya)
Philip Pullman @ 2004
Dibyareswari U.P (Terj.)
GPU – Desember 2009
200 hal.

Seorang pria tua membuat boneka jerami dengan sepenuh hati. Boneka jerami berkepala labu itu diberi pakaian yang layak dan di dalam sakunya jasnya diselipkan sebuah surat yang sudah diberi pelindung agar tidak rusak. Tapi, ada saja orang-orang tamak, yang tak lain adalah keluarga si pria tua itu, mereka dari keluarga Buffaloni yang ingin menguasai tanah milik pria tua itu.Boneka jerami itu dicuri, berpindah-pindah tempat sampai akhirnya jadi lusuh.

Suatu malam, di tengah hujan deras, angin kencang, petir menyambar boneka jerami itu. Memberi aliran listrik di seluruh tubuhnya dan akhirnya menghidupkan boneka itu. Tak jauh dari sana, seorang bocah laki-laki kelaparan dan mencari tempat berlindung. Jack namanya. Mereka berdua akhirnya menempuh petualangan seru berdua. Si bocah menjadi pelayan bagi boneka jerami yang kocak itu.

Di perjalanan, mereka bertemu kawanan perampok, menjadi pelayan di rumah pasangan suami istri petani, ikut berperang, terombang-ambing di lautan, dan nyaris mati kelaparan dan kehausan (ini berlaku untuk Jack). Sementara, si boneka jerami, kerap mengalami patah ‘tangan dan kaki’, jerami yang sudah nyaris hancur, dan mengalami operasi ‘penggantian kepala’.

Tanpa mereka sadari, jejak perjalanan mereka diikuti oleh pengacara keluarga Buffaloni yang mengincar sesuatu dari si boneka jerami.

Tapi yang penting bagi Jack, adalah bisa mendapatkan makanan dan menemani boneka jerami yang baik hati itu. Dan bagi boneka jerami, perjalanan panjang mereka adalah mencari tempat bernama Spring Valley yang tersimpan rapi di hatinya.

Gue lebih suka buku-buku dongeng Philip Pullman yang kaya’ begini dibanding His Dark Material Trilogy. Lebih kocak dan mengharukan. Kaya’ di sini, boneka jerami dengan tingkah laku polos dan baik hati. Ia kerap menyelamatkan burung-burung, meskipun ‘ideal’nya tugasnya adalah menakuti burung-burung agar tidak memakan tanaman atau padi para petani. Tapi nyatanya, para burung-burung justru membantunya. Terus lucunya waktu dia lagi merayu gagang sapu cantik buat jadi istrinya.

Monday, September 20, 2010

Thirteen Reasons Why

Thirteen Reasons Why
Jay Asher @ 2007
Razorbill – 2010
288 hal.

Hidup Clay Jansen tidak akan sama lagi, sejak ia menerima sebuah paket berisi kaset-kaset rekaman suara Hannah Baker. Hannah Baker ditemukan meninggal dunia, ia bunuh diri dengan minum obat-obatan. Dalam kotak itu, ada 6 kaset, yang masing-masing berisi sebuah kisah, cerita tentang orang-orang, teman-teman sekelas Hannah Baker, yang sedikit banyak memberi andil bagi Hannah Baker sampai akhirnya ia nekat bunuh diri.

Hannah Baker, adalah murid baru di sekolah Clay. Ia termasuk anak yang cantik dan cukup menarik perhatian para cowok, termasuk Clay. Tapi, Clay, sosok anak yang baik-baik, ia takut-takut untuk mendekati Hannah meskipun mereka sempat kerja bareng di sebuah bioskop. Sampai akhirnya di sebuah pesta – pesta yang bakal disebut-sebut Hannah sepanjang cerita ini, pesta yang bisa dibilang juga jadi salah awal dari beberapa kejadian.

Clay terkejut ketika mendengar satu-persatu nama teman-temannya dan apa hubungan mereka dengan Hannah. Hannah tampaknya mempersiapkan semuanya dengan detail, sampai ia juga membuat sebuah peta, di mana terdapat tanda-tanda tempat yang berhubungan dengan kisah yang sedang ia tuturkan.

Sambil menunggu, kapan namanya akan disebut, Clay mendatangi tempat-tempat yang disebutkan Hannah dalam kasetnya.

Hannah kecewa dengan teman-temannya. Selama ini dia percaya, atau at least mencoba untuk percaya, tapi ternyata mereka membuatnya kecewa. Rasa kecewa yang semakin dalam terpendam, malah membuat berpikir betapa hidup ini sangat tidak adil, bahkan Hannah juga kecewa pada dirinya sendiri karena tidak mampu berbuat sesuatu untuk menyelamatkan kehidupan seseorang.

Buat gue, buku ini termasuk yang kategori ‘pengen segera dituntaskan karena penasaran’. Awalnya, gue bertanya-tanya, ada apa dengan Hannah, sampai segitu desperado-nya pengen bunuh diri. Dan, yang menarik lagi buat gue, sambil ‘mendengarkan’ ceritanya Hannah, gue juga bisa langsung tau reaksi Clay pas di saat dia mendengarkan kaset itu. Karena biasanya, yang sering gue liat nih, kalo orang lain cerita itu terdiri dari bab sendiri, dan adakala reaksi orang lain yang mendengarkan, akan dibuat satu bab sendiri. Di buku ini, semua digabung dalam ‘sekali baca’. Dan kadang-kadang, apa yang ada di pikiran Clay sama Hannah seolah jadi ‘nyambung’.

Prada & Prejudice

Prada & Prejudice
Mandy Hubbard @ 2009
Berliani M. Nugrahani (Terj.)
Atria, Juli 2010
308 hal.

Callie sebenernya pengen banget bisa gabung sama cewek-cewek keren seperti Angela dan Mindy, cewek-cewek trendy dan tampak asyik. Tapi, karena gayanya yang kadang ceroboh, Callie jadi takut-takut dan malah jadi bahan tertawaan. Apalagi sejak temannya pindah, Callie makin ‘terasing’.

Kesempatan untuk hang out bareng datang ketika sekolah Callie mengadakan study tour ke London dan mengenal sejarah kota itu lebih dalam. Tapi, Callie malah ‘tertinggal’, dan ia tidak mungkin pergi sendirian mengingat peraturan dari guru mereka yang ketat. Insiden kecil yang terjadi ketika Callie sangat berharap ditegur Mindy, malah membuatnya nekat ‘kabur’ dan jalan-jalan sendiri di London.

Sampai ia melihat sebuah butik dengan tulisan sederhana dan sepasang sepatu merah yang seketika itu Callie yakin adalah untuknya. Mungkin dengan pumps Prada merah yang asli, Callie akan diajak bergabung dan teman-temannya akan menyadari kalau ia sebenarnya adalah cewek yang asyik. Langsung ia menggesek kartu kredit pinjaman ibunya untuk membeli sepatu itu.

Lagi-lagi, Callie ceroboh dan tersandung. Ia pingsan. Dan tiba-tiba terbangun di tengah hutan. Callie berpikir ia pasti diculik. Tapi, sejauh mata memandang, ia hanya melihat pohon-pohon.. dan owww… kereta kuda?

Ia pun mengetuk rumah pertama yang ia temui. Dan ia berpikir, betapa orang-orang Inggris sangat menghargai sejarah sampai-sampai rela tinggal di kastil, berpakaian yang serba ribet dan naik kereta kuda untuk ke mana-mana. Belum habis rasa herannya, ia dianggap sebagai Rebecca, tamu yang ditunggu-tunggu, yang datang dari Amerika dengan kapal laut!

Ok… Callie pikir, pasti ada misi penting yang harus diselesaikan, ketika ia sadar ia ‘terlempar’ ke tahun 1815. Dan untuk kembali ke masa depan, misi itu harus ia tuntaskan dengan segera. Yang penting ia lakukan adalah, bersikap layaknya seorang perempuan terhormat yang tahu tata krama dan berperan sebagai Rebecca.

Ia harus menyelamatkan Emily dari perjodohan paksa, berjuang untuk melawan kebencian terhadap Alex, sang Duke of Harksbury.

Hahaha.. gue suka ceritanya, kocak dan konyol. Gimana ya, tampang orang-orang di kastil ngeliat gaya Callie dengan jeans dan t-shirt, belum lagi Callie yang mikir Emily dan yang lain itu pasti sedang berperan dalam sebuah sandiwara. Yang pasti pumps Prada itu selalu setia nyaris di setiap acara, meskipun sudah tergores-gores, tapi Callie tetap cinta.

Akhirnya, setelah kecewa dengan dua buku sebelumnya, gue menemukan buku yang sangat menghibur.

Forgiven

Forgiven
Morra Quatro
Gagas Media – 2010
266 halaman

Bersahabat dekat dengan William Hakim, atau biasa dipanggil Will, ternyata membuahkan perasaan lain bagi Karla. Meskipun dalam ‘gank’ mereka masih ada beberapa orang lagi, dan hanya Karla sendiri yang perempuan, tapi, dengan Will, Karla merasa lebih nyaman. Bahkan setelah ia pun berpacaran dengan salah satu anggota gank mereka.

Karla, yang ketua kelas, rela di-skors karena ikut ambil bagian dalam usaha balas dendam terhadap salah satu guru mereka ketika teman mereka diperlakukan dengan tidak wajar.

Will, adalah pencinta fisika nuklir. Jangan bayangkan dia anak yang ‘nerd’, berkacamata tebal dan gugup. Will anak yang biasa-biasa saja, tidak selalu jadi juara satu di kelas, tapi berprestasi. Para cewek-cewek juga silih berganti ada di sisi Will. Tapi, Karla tetap jadi pusat perhatian Will.

Selepas SMU, mereka berpisah. Ada yang kuliah di Bandung, Will bahkan dikabarkan kuliah di Amerika, di MIT, sementara Karla di Singapura. Sebelum berangkat, Will menghilang begitu saja. Karla pun akhirnya terpaksa ‘memendam’ perasaan. Bahkan ketika akhirnya bertemu lagi pun, tidak juga membuat mereka saling mengakui perasaan masing-masing.

Buntunya, malah Will ditangkap di Amerika. Ketika itu Amerika lagi goncang karena peristiwa 9/11. Will yang berwajah ke-Arab-araban, karena memang dia keturunan Turki, ditangkap karena dianggap terlibat dalam kerusuhan di kantornya setelah ia dipecat.

Karla sendiri akhirnya juga tinggal di Amerika, bahkan memiliki anak di luar nikah.Tapi, tetap, Will yang selalu ada di hatinya.

Ahhh… lagi-lagi kasih tak sampai. Dan lagi-lagi gue ‘terkecoh’ dengan judul. Temen gue bilang ceritanya bagus, bahkan ada yang sampe nangis (karena emang gak happy ending sih… ups…), tapi menurut gue malah aneh, gue jadi gemes sama Karla dan Will.

Mencoba ‘beromantis ria dengan membayangkan Champange Supernova… tapi rada gagal :D

Mencari Tepi Langit

Mencari Tepi Langit
Fauzan Mukrim
Gagas Media – 2010
284 hal.

Berawal dari sebuah email misterius dari ‘Tepi Langit’, Horizon Santi tiba-tiba harus menerima sebuah kenyataan bahwa ia adalah seorang anak angkat. Demi mencari siapa sesungguhnya orang tua kandungnya, Santi rela meninggalkan kehidupannya yang nyaman di sebuah rumah dengan fasilitas lengkap. Ia pindah ke sebuah kamar kost sempit dan bekerja sebagai cleaning service di pesawat.

Santi pun mencari lewat facebook, siapa kira-kira orang yang bisa membantunya mencari orang tua kandungnya di Makasar. Bertemulah dia dengan Senja, seorang laki-laki, wartawan pemula yang pengen banget ketemu sama Noordin M. Top. Kebetulan, Senja juga berasal dari Makasar.

Usaha pencarian orang tua Santi diselingi dengan perjalanan Senja meliput berita. Berita besar yang diliput Senja adalah peristiwa tsunami di Aceh tahun 2004. Senja adalah wartawan di sebuah surat kabar yang sering meliput wilayah konflik. Mempunyai teman yang diduga terlibat dalam aksi teroris.

Judul emang bisa jadi ‘mengundang’ banget. Awalnya gue membayangkan akan membaca sebuah kisah cinta yang romantis dari judulnya yang menurut gue ‘indah’. Tapi, ternyata lebih banyak unsur-unsur lain yang bikin jadi lebih serius dan jujur gak sesuai dengan bayangan gue.

Ceritanya juga lebih banyak porsinya untuk Senja. Sementara Santi, yang gue pikir adalah tokoh dengan masalah ‘utama’, jadi kurang banyak diceritain.

Endingnya dibuat menggantung, seperti juga awalnya, yang berupa percakapan tanpa nama antara seorang ‘kakak’ dan ‘adik’.

Wednesday, September 01, 2010

Sang Pencerah

Sang Pencerah: Novelisasi Kehidupan K.H. Ahmad Dahlan dan Perjuangannya Mendirikan Muhammadiyah
Akmal Nasery Basral @ 2010
Mizan - Cet. I, Juni 2010
461 hal.

Gue nyaris gak tau apa pun tentang KH Ahmad Dahlan, selain ‘mengenalnya’ sebagai nama jalan. Gue gak tau kalo ternyata beliau adalah pendiri Muhammadiyah, bahwa banyak cerita dan fakta menarik dalam sejarah hidup beliau.

Terlahir dengan nama Muhammad Darwis, anak seorang khatib Masjid Gedhe, pemuka agama di lingkungan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keturunan langsung dari Syaikh Maulana Ibrahim salah satu dari 9 tokoh Wali Songo. Merupakan sebuah keistimewaan memiliki silsilah ini. Nantinya, otomatis jabatan sebagai khatib Masjid Gedhe akan jatuh ke Muhammad Darwis apabila KH Abu Bakar meninggal.

Sebagai anak kiai, sejak kecil Darwis sudah belajar mengaji dan sering diajak ayahnya mendengarkan khutbah di Masjid Gedhe. Batin Darwis terusik ketika dalam salah satu acara pengajian 40 harian meninggal bapak temannya, secara tak sengaja ia mendengar percakapan ibu temannya itu yang terpaksa meminjam uang untuk mengadakan acara itu. Sejak itu, ia mencoba bersikap kritis, tapi, sering tidak mendapat dukungan positif dari bapaknya dan para ulama lainnya.

Ketika remaja, ia sudah dikirim untuk naik haji dan belajar agama di Mekkah. Sepulangnya dari Tanah Suci, dengan pengetahuan yang semakin bertambah, pemikirannya sering kali berbeda dengan para kiai yang masih sangat kaku dan memegang teguh tradisi yang menurut Ahmad Dahlan – nama yang ia peroleh setelah menjadi haji – bertentangan dengan Islam. Baginya, Islam tidaklah menyulitkan umatnya, jadi jika tradisi itu ternyata menyulitkan, sebaiknya disederhanakan saja.

Semakin lama, cara mengajar, cara berpikir bahkan khutbahnya dianggap kontroversial oleh kiai-kiai sekitar, terutama ketika Ahmad Dahlan mengusulkan perubahan arah kiblat – yang akhirnya berujung pada pembongkaran Langgar Kidul yang selama ini dipergunakan Ahmad Dahlan untuk mengajar mengaji.

Belum lagi ketika akhirnya ia bergabung dengan Budi Oetomo, yang dianggap para kiai sebagai perkumpulan kejawen. Ahmad Dahlan pun mendapat sebutan ‘kiai kafir’ Tapi, berbagai cobaan, cercaan dan tuduhan itu tidak membuatnya patah semangat, malah ia semakin giat dalam berusaha membuktikan bahkan apa yang ia sampaikan adalah hal yang benar, bukan bermaksud memecah belah umat Islam sendiri. Beruntung ia didukung oleh istrinya yang sangat sabar, dan murid-muridnya yang setia sampai akhirnya terbentuklah Muhammadiyah.

Jarang-jarang gue suka kalo baca biografi atau memoar seseorang. Karena cara penyampaiannya cenderung datar, monoton, membosankan dan hanya satu arah. Tapi, gue suka baca buku ini. Mungkin karena novel ini dibuat berdasarkan skenario film, mungkin juga karena cara penyampaiannya yang menarik. Jadi bacanya juga enak. Banyak hal yang gue dapat dari buku ini, mulai dari fakta sejarah, dan pemikiran-pemikiran yang simple, tapi sangat masuk akal.

Mungkin kalo ada lagi memoar atau biografi yang dibuat seperti ini, gue bakal lebih banyak lagi baca buku-buku seperti ini.

Monday, August 30, 2010

Cinta

Cinta
Ollie @ 2010
Gagas Media – Juni 2010
198 hal.

Friya, adalah gambaran wanita karir kosmopolitan Jakarta. Hidupnya tak lepas dari yang namanya teknologi – masuk taksi langsung update status di Twitter, chatting via YM, BBM-an. Gemar shopping terutama saat sale meskipun pusing kalau mengingat angka di tagihan kartu kredit yang nyaris over limit. Ngopi di Starbucks is a must. Termasuk social smoker. Karir di kantor juga bagus dan tampaknya gambaran untuk promosi alias naik jabatan juga sangat cerah.

Berbeda dengan suaminya. Gary, adalah seorang pegawai negeri. Meskipun dulunya mantan anak band, mantan rocker, kesan itu sekarang sudah hilang, digantikan dengan sosok pegawai negeri yang patuh dan masih idealis. Berusaha untuk datang tepat waktu, berusah dekat dengan atasan, biarpun kadang dibilang penjilat. Naik jabatan juga salah satu hal yang ditunggu.

Tapi… bukan berarti mutasi ke Kupang masuk dalam salah satu agenda mereka berdua.

Di saat Friya nyaris dipromosikan untuk naik ke level manager, Gery juga mendapat kenaikan jabatan dan dimutasi ke Kupang. Friya dalam dilema, antara ikut suami dan meninggalkan segala kemewahan dan kenyamanan, atau tetap tinggal dan menjalani yang namanya long distance relationship? Dua orang terdekat memberi saran yang berbeda, toh akhirnya Friya memantapkan diri untuk ikut dengan Gary.

Di Kupang segalanya berbeda. Mulai dari lingkungan tempat tinggal yang masih tampak gersang, pergaulan dengan ibu-ibu pejabat yang full make up dan juga full gossip. Friya sering merasa di sini bukan tempatnya. Kenalan dengan cowok lain aja sudah dijadikan bahan omongan sama ibu-ibu pejabat yang ternyata iri sama Friya, belum punya anak jadi gosip empuk. Friya gak tahan.

Tapi, apa iya, Jakarta dan segala kenyamannnya adalah rumah yang tepat untuk Friya, meskipun ia harus jauh dari Gary?

Novel ini jadi salah satu penghibur gue di weekend ini selama di rumah. Gue nyaris membaca semua tulisannya Ollie sejak pertama dia nulis buku. Dan makin lama, tulisannya jadi makin dewasa. Kalo dulu tentang ABG, sekarang semenjak nikah, lebih banyak tentang kehidupan rumah tangga. Sesuatu yang sederhana aja, seperti pertanyaan, “jadi.. ke mana kamu akan pulang?”, bisa jadi sebuah cerita yang menarik. Love it, Ollie…

Princess Academy

Princess Academy
Shannon Hale @ 2005
Bloomsbury – 2007
314 hal.

Miri tinggal di sebuah pegunungan bernama Gunung Eskel. Penduduk setempat bekerja sebagai penambang batu dan hidup sangat sederhana. Miri hanya tinggal bersama Pa dan kakak perempuannya, Marda. Menurut cerita, Ma meninggal ketika Miri masih bayi. Sebenarnya Miri ingin ikut membantu Pa dan Marda bekerja di penambangan, tapi, menurut Pa, Miri masih terlalu kecil untuk ikut bekerja. Kehidupan lain di Gunung Eskel muncul ketika para pedagang datang untuk membeli batu-batu di Gunung Eskel.

Kehidupan di Gunung Eskel yang tenang dikejutkan dengan datangnya utusan dari kerajaan, yang membawa berita bahwa calon istri dari sang Pangeran ada di antara gadis-gadis Gunung Eskel. Orang-orang lembah, demikian kerajaan itu berada, digambarkan adalah orang-orang yang sombong. Mereka memandang rendah orang-orang Gunung Eskel, yang bahkan bukanlah merupakan provinsi, tapi hanya sebuah wilayah kecil. Ada beberapa gadis Gunung Eskel yang termasuk dalam kategori sebagai calon istri alias calon Putri. Tapi, nanti sang Pangeran-lah yang akan memilih sendiri satu di antara mereka. Sebelum itu, para gadis itu harus mengikuti serangkaian pendidikan di Akademi Putri Raja, mereka akan diajar membaca, tata krama, bahkan berdansa.

Beberapa gadis – terutama yang lebih tua dari Miri, terlihat ambisius. Sementara Miri, diam-diam merasa, bahwa orang-orang lembah tak akan membiarkan gelar itu jatuh ke tangan gadis gunung. Perseteruan, persaingan terjadi di antara para gadis. Guru mereka yang keras kerap memberikan hukuman. Miri yang paling berani menentang perilaku gurunya itu, tapi juga sering mendapat cibiran dari ‘saingannya’.

Di daerah itu, ternyata rawan penjahat. Mengetahui ada calon istri pangeran, sekelompok perampok, menyandera gadis-gadis itu. Mereka ingin uang tebusan yang besar biar sang calon putri bisa bebas.

Secara tak langsung, Miri juga ingin terpilih. Bukan karena ingin memperoleh gelar, tapi ia ingin, jika memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Pa dan Marda. Tapi, ia juga tidak rela meninggalkan Gunung Eskel, karean ada yang diam-diam ia cintai.

Well… ini cerita yang simple dan udah sering kali ya. Tentang calon putri yang ternyata ‘tersembunyi’ di antara gadis-gadis desa. Awalnya gue menebak, ahh… pasti Miri deh yang jadi putrinya, karena dia kan tokoh utama, gadis yang paling menonjol, paling berani. Tapi ternyata, bukan…. Ada rahasia lain. Sebuah ‘fakta’ yang dari awal udah keliatan, tapi kita gak bakal memperhatikan karena focus cerita ada di Miri. Tapi, sayangnya, si calon putri itu, baru buka rahasia di ending cerita, dan bikin ending-nya jadi kurang ‘mengejutkan’. Yang bikin cerita yang udah terbangun pelan-pelan dari awal, jadi kurang gimana gitu. Tapi ya… gue termasuk ‘penggemar’ cerita putri-pangeran, dalam berbagai versi. Hehehe.. meskipun endingnya sih jelas.. happily ever after…

Tuesday, August 24, 2010

Wicked #2 (Curse)

Wicked #2 (Curse)
Nancy Holder & Debbie Vigué @ 2003
Meithya Rose Prasetya (Terj.)
Penerbit Matahati – 2010
305 Hal.

Pertempuran antara Dinasti Deveraux dan Dinasti Cahors sementara berakhir, tapi masalah belum selesai sama sekali. Jer menghilang setelah terbakar oleh Black Fire. Holly yakin ia masih hidup hanya saja keberadaannya masih sulit dilacak. Sementara itu, Nicole, saudara kembar Amanda, memilih pergi, kabur ke Eropa. Mencoba mencari keselamatan dan ketenangan, tapi ternyata tidak bisa. Nicole yakin, dalam perjalanannya, ada bayangan yang seolah mengikutinya, belum lagi rasa bersalah yang menghantuinya karena sudah meninggalkan kelompok penyihirnya.

Misi Michael Deveraux untuk mendapatkan kekuasaan Sihir Tertinggi tidak akan pernah tuntas, selama keturunan Dinasti Cahors masih hidup. Untuk itulah ia terus memburu kelompok sihir yang kini dipimpin oleh Holly. Dibantu teman-temannya, Holly terus belajar tentang ilmu sihir yang baru diketahuinya, semakin hari semakin kuat, tapi masih belum cukup kuat untuk melawan Michael Deveraux.

Kecelakaan-kecelakaan mulai dari yang kecil sampai yang meminta korban nyawa terus mengancam mereka. Kemana pun mereka kabur, tetap saja sihir Deveraux mengikuti mereka. Permusuhan yang disebabkan nenek moyang mereka tidak pernah tuntas sampai salah satu dari Dinasti yang ada mati dan habis.

Di Eropa, Nicole bertemu kelompok sihir lain yang melindunginya dalam perjalanannya. Tapi, ia harus berjumpa lagi dengan salah satu anak Michael, Eli. Ia harus menjadi tawanan Eli.

Di Amerika, Holly bersikeras mencari Jer, meskipun ditentang oleh Amanda. Tapi, Holly yakin, jika ia berhasil menyelamatkan Jer, mereka bisa melawan Michael Deveraux. Padahal, Michael Deveraux juga membutuhkan Jer, karena ia yakin Jer adalah titisan langsung Jean Deveraux.

Owww.. begitu rumit cerita di buku ini dan semakin suram. Kejar-kejaran dan perburuan Michael atas diri Holly masih terus berlanjut, sampai akhir buku ini belum juga tuntas. Tentu saja, masih ada sekuel selanjutnya.

Buku ini termasuk salah satu yang gue tunggu kelanjutannya, dan gue nyaris lupa apa isi cerita sebelumnya karena udah lumayan lama sejak buku pertamanya terbit. Makin gelap, apalagi kalo Holly lagi ada di pantai, pasti ada ‘bencana’ atau ‘penglihatan’ baru buat Holly. Gue seolah merasakan lautan yang biru… gelap… dan bikin merinding, gue jadi inget, Pantai Parangtritis yang airnya gelap dan terlihat ‘berbahaya’.

Friday, August 20, 2010

The Miraculous Jorney of Edward Tulane

The Miraculous Jorney of Edward Tulane (Perjalanan Ajaib Edward Tulane)
Kate DiCamillo @ 2006
Bagram Ibatoulline (Ilustrasi)
Dini Pandia (Terj.)
GPU - November 2006
208 Hal.

Edward Tulane, ada sebuah boneka kelinci yang terbuat dari porselen. Dibuat berdasarkan pesanan khusus seorang nenek sebagai hadiah untuk cucu perempuannya bernama Abilene Tulane. Telinganya terbuat dari bulu kelinci yang halus, mempunyai kumis yang Edward tahu bukan dari kumis kelinci, salah satu hal yang tidak mau ia bayangkan sama sekali.

Edward Tulane sangat disayangi oleh Abilene. Ia diberi pakaian yang sangat bagus dan mewah. Busana-busananya terbuat dari sutra dan satin yang halus, dilengkapi dengan topi dan sepatu yang bergaya. Bukan itu saja, ia juga mempunyai jam saku emas yang selalu diputar Abilene untuk menandakan kepulangannya dari sekolah. Demikian istimewa perlakuan Abilene terhadap Edward, sampai-sampai ia jadi ‘sombong’. Edward benci kalau disebut ‘benda’, ‘boneka’, atau ‘barang’. Menurutnya, ia lebih daripada itu.

Semua tampak nyaman, damai tapi membosankan. Sampai ‘bencana’ yang akan mengubah ‘perjalanan hidup’ Edward pun datang. Bermula dari perjalanan dengan kapal laut, ia ‘diajak’ oleh Abilene sendiri. Tapi, di kapal ada dua anak yang mengejek dirinya, sehingga terjadi pertengkaran antara Abilene dan kedua anak laki-laki itu. Akhirnya, Edward terlempar dari kapal, terjun bebas ke lautan yang luas, dan akhirnya tenggelam dalam gelapnya dasar laut selama berbulan-bulan.

Petualangan baru pun dimulai. Pertama ia diambil oleh seorang nelayan dan diberikan kepada perempuan tua baik hati bernama Nellie, tapi karena seorang anak perempuan yang cemburu, Edward ‘dijebloskan’ ke tempat pembuangan sampah. Kemudian ia ditemukan oleh seekor anjing, yang membawanya menjadi ‘gelandangan’ bersama Bully. Itu pun tak bertahan lama, ia harus kehilangan lagi kebaikan seseorang, dan malah diambil oleh perempuan yang menjadikannya sebagai alat untuk menakut-nakuti burung. Untuk seorang anak laki-laki bernama Bryce menyelamatkannya dan ia memperoleh limpahan kasih sayang baru dari seorang anak perempuan yang sakit-sakitan, adik Bryce bernama Sarah.

Nama Edward pun berganti-ganti setiap ia pindah tangan. Mulai jadi ‘kelinci perempuan’ bernama Susanna, lalu ‘kelinci buronan’ bernama Malone dan akhirnya di tangan Sarah, ia bernama Jangles.

Setiap ‘perpindahan tangan’ menyisakan rasa perih di hati Edward. Karena tanpa ia sadari, ia menyayangi para pemiliknya itu. Sesuatu yang tidak pernah ia ‘berikan’ kepada Abilene. Dan ia sangat sedih ketika harus kehilangan kasih sayang dari mereka yang merawatnya dengan penuh sayang.

Gue beli buku ini gak sengaja. Gara-gara lagi diobral aja. Ceritanya simple aja. Gue tuntaskan dalam waktu sehari. Semalem gue ajak Mika liat-liat buku ini, dan dia seneng ngeliat gambar-gambarnya si Edward. Mika bilang, “Wow… kelincinya jatuh ke laut.” Atau, “Wow, dia duduk di meja makan.” Tadinya mau gue bacain, tapi Mika lebih tertarik liat gambar-gambarnya.

Gue bayangin Edward kaya’ kelinci ‘aristokrat’ lengkap dengan jas, kemeja, celana panjang, sepatu… ditambahlah jam tangan saku emasnya itu.

Thursday, August 19, 2010

Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara
Sebuah Novel yang Terinspirasi Kisah Nyata
A. Fuadi @ 2009
GPU - Cet. 7, Juni 2010
432 hal.

Awalnya, Alif marah ketika Amaknya meminta ia melanjutkan sekolah ke pendidikan agama. Padahal, dengan nilai yang sangat baik yang ia peroleh, ia bisa melanjutkan ke SMA. Sejak SD, Alif sudah bersekolah di madrasah. Lagi pula, Alif dan Randai, temannya, sudah berjanji akan masuk ke SMA yang sama, lalu melanjutkan ke ITB, bercita-cita ingin jadi seperti BJ Habibie.

Tapi apa mau dikata, orang tuanya bersikeras untuk tetap memasukkan Alif ke sekolah agama. Alasan mereka, selama ini, hanya anak-anak yang tidak dapat sekolah negeri, atau anak-anak nakal yang masuk ke sekolah agama, bagaimana bisa mendapatkan pendidik agama yang baik jika bukan bibit terbaik yang masuk ke sekolah agama. Akhirnya, Alif menyerah, tapi ia hanya mau masuk sekolah Pondok Madani di Ponorogo, bukan sekolah agama di Maninjau, tempat asalnya.

Dengan berat hati, mereka pun melepas Alif untuk merantau.

Sampai di Pondok Madani, Alif ternyata ‘terpukau’ dengan kemegahan tempat itu. Di hari pertamanya, Alif pun terbius oleh sebuah ‘mantra sakti’: man jadda wa jada - Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Kata-kata yang membakar semangat Alif dan teman-teman barunya. Kata-kata yang akan membangkitkan Alif nantinya dari segala keraguan dan keputusasaan.

Belajar di Pondok Madani sangat berat, dengan segala peraturan dan kedisplinan yang tinggi, ritme harian yang padat, penyesuaian bahasa yang hanya boleh mempergunakan bahasa Arab dan Inggris – yang dianggap sebagai bahasa dunia. Pondok Madani mempersiapkan mereka untuk ‘terjun’ ke dunia luas, untuk merantau ke sampai ke negeri orang.

Peraturan di PM sangat ketat, salah sedikit, tidak akan bisa menghindar dari ‘mahkamah’ yang terkenal angker. Gara-gara mendapat hukum jewer berantai, Alif mendapatkan sahabat-sahabat baru yang akhirnya dikenal sebagai Sahibul Menara – Alif, Baso, Dulmajid, Said, Raja dan Atang. Mereka bermimpi bersama, mereka-reka bentuk awan.

Surat-surat dari Randai kerap ‘menggoda’ Alif untuk menyerah, tapi untung Alif mempunyai teman-teman dan ustad-ustad yang mendukungnya dan selalu siap ‘membakar’ semangatnya kembali.

Sebuah novel, yang didasari oleh kisah nyata. Cara bertuturnya sangat ‘teratur’. Gak ada lompatan-lompatan yang membuat terkejut. Semua mengalir dengan tenang. Gue bisa ikut menikmati sebuah kehidupan di pesantren, meskipun terkesan sangat berat dan ketat, tapi banyak banget manfaatnya.

Gue kaget juga ternyata udah cetakan ke-7. Dari awal novel ini terbit, gue belum 'tergerak' untuk membelinya, meskipun heboh banget pemberitaan tentang novel ini. Apalagi sampai masuk ke Kick Andy segala. Gue takutnya ini kaya' Ayat-Ayat Cinta, atau Ketika Cinta Bertasbih. Tapi ternyata, ini lebih 'mirip' ke Laskar Pelangi (hehehe.. meskipun gue belum tuntas juga sih baca buku yang satu ini). Gue juga jadi inget sama '9 Matahari - Adenita', novel yang gue rasa diambil dari kehidupan nyata si penulis. Nah... bulan puasa, kaya'nya 'moment' yang pas untuk baca buku ini.. hehehe..

Satu lagi novel yang membuat gue ‘bermimpi’. Novel yang membuat gue merenung. Udah lama nih, gue gak baca novel yang bisa membuat gue sedikit berpikir. Semoga ‘mantra sakti’ itu juga bisa membuat gue semangat.

Monday, August 16, 2010

Catching Fire

Catching Fire (Tersulut)
Suzanne Collins @ 2009
Hetih Rusli (Terj.)
GPU – Cet. 1, Juli 2010
424 Hal.

Menjadi pemenang The Hunger Games, tidak membuat Katniss dan Peeta bisa bernapas lega. Biarpun mereka bisa hidup lebih ‘layak’ di Desa Pemenang, kehidupan mereka masih diatur oleh Capitol. Katniss dan Peeta disibukkan dengan Tur Kemenangan ke setiap Distrik di Negara Panem. Tapi, ‘insiden’ makan buah berry di Hunger Games terakhir, dianggap sebagai simbol yang bisa memicu pemberontakan. Presiden Snow khusus datang ke rumah baru Katniss untuk memperingatkan Katnis agar ‘berhati-hati. Katniss harus menjaga tingkah lakunya, terutama soal percintaannya dengan Peeta, agar warga Distrik lain bisa meredam percikan-percikan pemberontakan yang sudah mulai.

Tapi, ternyata Peeta juga tidak tinggal diam. Meskipun tidak terlalu nyata, beberapa tindakan Peeta justru menunjukkan ia mendukung Katniss. Presiden Snow membuat rencana lain, yang lebih heboh, Katniss dan Peeta harus segera menikah!

Yang perlu diingat, Hunger Games selanjutanya disebut dengan Quarter Quell. Setiap dua puluh lima tahun sekali ada perayaan Hunger Games yang disebut Quarter Quell. Peraturan di setiap Quarter Quell biasanya lebih ‘mengerikan’ dibanding Hunger Games ‘biasa’. Di Quarter Quell 25 tahun lalu, di mana mentor Katniss dan Peeta, Haymitch, menang, peserta dibuat dua kali lebih banyak. Artinya ada 48 anak yang bertarung. Di Quarter Quell kali ini, peserta diambil dari pemenang Hunger Games sebelumnya. Di Distrik 12, hanya ada 3 pemenang, dua laki-laki dan satu perempuan. Artinya, Katniss harus kembali ke Hunger Games!

Dengan beban yang lebih berat, lawan yang lebih berat, Katniss kembali harus meninggalkan orang-orang yang dicintainya. Haymitch meminta Katniss dan Peeta untuk bersekutu dengan beberapa peserta. Tapi, mereka berdua memilih untuk tidak bersekutu dengan siapa pun.

Ketika sudah terjun dalam permainan, sekutu datang dengan sendirinya. Katniss tetap tidak begitu saja percaya dengan mereka, apalagi mengingat pesan Haymitch, “Kenali musuhmu.” Tujuan Katniss sendiri hanya satu, yaitu menjaga Peeta tetap hidup. Peeta dengan segala trik-triknya yang mengejutkan banyak orang ketika wawancara peserta, yang juga mengejutkan Katniss. Lambat laun, rasa sayang Katniss mulai timbul, meskipun ia masih merasakan cintanya untuk Gale – sepupu pura-puranya.

Lebih banyak kejutan di Hunger Games kali ini. Katniss juga mempunyai teman baru, sekaligus musuh. Meskipun tahu di akhir permainan, hanya ada satu yang hidup, mereka ternyata mempunyai ‘kegeraman’ yang sama terhadap Capitol, yang sedikti banyak, mau tidak mau membuat mereka saling membantu.

Dan… cerita ini masih tetap seru, masih tetap menyisakan kejutan di akhir cerita. Selain dibuat penasaran sama kelajutan Hunger Games, pembaca juga diajak penasaran dengan cinta segitiga Katniss – Peeta – Gale, meskipun gak ‘menyek-menyek’ tapi justru lebih membuat kita ikutan jatuh cinta dengan tokoh-tokoh dalam cerita ini. Even Haymitch yang pemabuk, juga ikutan membuat gue penasaran sama latar belakangnya sampai dia biasa menang Hunger Games. Atau Cinna dan tim penata rias Katniss yang bikin heboh, ternyata gak seperti penduduk Capitol lain. Katniss seolah membuat orang-orang Capitol yang ada di sekitarnya jadi lebih ‘manusiawi’.

Semoga Mockingjay cepetan ada terjemahannya. Gue pengen tau, endingnya Katnis akan sama siapa. Apa di buku ketiga, Gale akan lebih banyak muncul dibanding Peeta?

Thursday, August 12, 2010

Anne of Ingleside

Anne of Ingleside
Lucy Maud Montgomery
Maria M. Lubis (Terj.)
Qanita (Mizan Grup) - 2010
500 hal

Lama gak ‘berjumpa’ dengan Anne, ternyata Anne sekarang udah punya 5 anak!! Bahkan sedang menantikan anak yang ke-6. Wow… tapi, seorang Anne sangat menikmati perannya sebagai istri seorang dokter dan sebagai seorang ibu. Meskipun kadang anak-anaknya berbuat kenakalan kecil-kecil, gak sekalipun Anne mengeluh atau pun marah. Anne malah bersikap sangat bijak menghadapi tingkah laku anaknya.

Seorang Anne, meskipun sudah jadi ibu rumah tangga, tetap berjiwa ‘romantis’. Ia selalu memandang keadaan apapun dengan indah. Anne juga menjadi seseorang yang disukai oleh tetangga-tetangganya, meskipun yah, kadang-kadang adalah gosip-gosip kecil tentang Anne. Gilbert, juga sudah jadi seorang dokter yang super sibuk. Sering dapat panggilan di tengah malam, entah untuk menolong kelahiran bayi ataupun ada pasien yang sedang kritis. Pasangan Anne dan Gilbert juga selalu dianggap sebagai pasangan yang ideal.

Di buku ini, lebih banyak diceritakan tentang tingkah laku anak-anak Anne dan Gilbert – Walter, Jem, si kembar Nad & Diana, Shirley, dan si bungsu Marilla. Sifat-sifat mereka mirip dengan Anne – sedang berkhayal dan punya fantasi yang hebat. Diana atau yang biasa dipanggil Di, sering ‘terpikat’ pada teman baru yang terlihat ‘ideal sebagai teman sejiwa’, tapi kerap dikecewakan pada akhirnya.

Gak terasa, ternyata Anne dan Gilbert sudah menikah selama 15 tahun, tapi tetap aja, Anne masih cemburu sama Christine Stuart dan jadi berpikiran aneh-aneh tentang suaminya.

Selain tentang anak-anak, ada juga cerita dari para orang tua, seperti Bibi Mary Blythe, bibi Gilbert yang selalu mengkritik, atau obrolan para tetangga ketika acara membuat selimut perca di rumah Anne.

Tapi menurut gue, Anna dan Gilbert ‘terlalu’ bijaksana jadi orang tua. Terlalu ‘sempurna’. Makanya, menjelang akhir cerita ada bab di mana Anne cemburu dan agak marah-marah, gue jadi lebih bersemangat bacanya. Jadi ada ‘greget’ lain.

Wednesday, August 04, 2010

The Dogs of Babel

The Dogs of Babel
Carolyn Parkhurst @ 2003
Back Bay Books - 2004
264 hal.

Sejak istrinya meninggal dunia, Paul menjadi ‘terobsesi’ untuk membuat Lorelei, anjing mereka ‘bicara’. Karena ketika kejadian itu, hanya Lorelei-lah saksi hidup yang menyaksikan detik-detik terakhir Lexy di dunia. Lexy ditemukan meninggal dunia di dekat pohon di pekarangan rumah mereka. Ketika kejadian itu, suasana di sekitar rumah mereka sepi. Tak ada tetangga yang sedang merumput atau menjemur pakaian, tak ada yang sedang ada di dapur mereka. Tak ada seorang pun yang kebetulan melintas di depan rumah mereka. Melihat posisi Lexy, polisi memperkirakan Lexy terjatuh dari pohon. Tapi, apa penyebabnya, tak ada yang tahu pasti. Untuk apa Lexy memanjat pohon? Apakah Lexy bunuh diri? Atau Lexy ingin mengambil sesuatu di atas pohon itu lalu terjatuh? Paul ingin sekali mendapatkan jawabannya.

Kebetulan Paul adalah professor linguistik. Jadi urusan bahasa bukanlah hal yang asing untuknya. Di sela-sela proses ‘mengajar’ Lorelei yang tak memperoleh progress yang berarti, pembaca diajak flash back, ke awal perjumpaan Paul dan Lexy.

Lexy adalah seorang pekerja kreatif pembuat topeng. Ia membuat topeng untuk acara pernikahan, pentas drama, festival-festival, bahkan membuat topeng wajah orang yang sudah meninggal. Karakter Lexy agak labil. Terkadang ia ceria, tapi bisa juga cenderung depresi. Ia bisa jadi ‘pemarah’ dan sangat kecewa kalau Paul mengkritik hasil kerjanya.

Keinginan Paul untuk bisa membuat Lorelei berbicara nyaris menjerumuskannya ke dalam praktek percobaan illegal. Di mana akhirnya ia mengetahui asal usul Lorelei yang dulu datang ke tempat Lexy dalam keadaan luka parah.

Pelan-pelan Paul mencari petunjuk apa yang ada di dalam benak Lexy sebenarnya. Mulai dari buku-buku yang disusun lagi oleh Lexy di pagi saat hari kematiannya, lalu telepon ke peramal yang diketahui Paul secara tak sengaja lewat televise dan lewat buku harian Lexy tempat ia selalu menuliskan mimpi-mimpinya.

Lagi… buku yang gue dapet dari hasil bookmooch. Gue memilih buku ini dari hasil rekomendasi di salah satu blog pas gue lagi browsing. Padahal gue gak pernah denger juga tentang pengarangnya. Inilah ‘keuntungan’ lagi gak punya buku baru. Gue jadi tertarik untuk baca buku-buku yang udah lama ‘terlantar’ di lemari buku gue.

Tentang bukunya sendiri, biasa deh, gue suka pesimis kalo baca buku yang awalnya nyaris membosankan. Gue membayangkan buku ini hanya berisi satu orang laki-laki kesepian dan seekor anjing. Apalagi gue gak terlalu suka baca buku tentang hubungan antara manusia dan hewan. Bukan karena gue gak suka binatang, tapi mungkin karena gue emang nyaris gak pernah punya binatang peliharaan, makanya gue rada gak ada ‘chemistry’ sama binatang. Tapi, satu yang membuat gue tertarik untuk menyelesaikannya, adalah, karena gue juga penasaran, apa sih penyebab kematian Lexy. Mungkin kalau buku ini hanya berkisar tentang proses Paul yang coba berinteraksi sama Lorelei, gue yakin gue gak akan menyelesaikan buku ini. Tapi, karena diselingi sama cerita Paul dan Lexy, gue jadi tertarik, dan akhirnya tuntaslah novel ini. Gue pun jadi ‘mengikuti’ proses bagaimana seorang suami akhirnya bisa memahami istrinya (meskipun agak terlambat kali ya).

Tuesday, July 27, 2010

Shinjū

Shinjū
Laura Joh Rowland @ 1994
Reni Indardini (Terj.)
Hikmah - Cet. I, Januari 2010
532 Hal.

Sano Ichiro, diangkat sebagai seorang yoriki karena unsur balas budi. Seseorang yang sudah ditolong oleh ayah Ichiro di masa lalu ingin segera ‘menuntaskan’ rasa utang budinya kepada ayah Ichiro. Padahal, Ichiro tidak punya latar sebagai seorang ‘penegak hukum’, ia hanyalah seorang pengajar bela diri.

Dengan kedudukan barunya, orang mulai memandang segan padanya. Tapi tidak demikian dengan rekan-rekan sejawatnya yang tahu bagaimana latar belakang Ichiro sebenarnya. Rasa idealisme yang tinggi juga membuatnya dijauhkan dari lingkungan pergaulan sesama yoriki.

Munculah kasus kematian dua orang muda yang berbeda ‘derajat’. Niu Yukiko, seorang gadis dari keluarga ningrat dan Noriyoshi, seorang pemuda, seniman miskin. Mereka diyakini melakukan Shinjū, atau bunuh diri karena cinta terlarang. Atasan Ichiro, Hakim Ogyu, meminta Ichiro menulis laporan seperti yang sudah ‘diperintahkan’. Tapi, naluri Ichiro yang masih ‘polos’ berkata lain. Ia yakin ada sesuatu yang salah di balik kematian Yukiko dan Noriyoshi.

Ichiro pun mulai melakukan penyelidikan. Ia pergi ke kediaman keluarga Niu dan mendapat sambutan yang dingin dari Nyonya Besar Niu yang enggan kematian anak (tirinya) diungkit-ungkit. Lalu Ichiro pergi ke tempat di mana biasa Noriyoshi bekerja dan bertemu dengan orang-orang yang dianggap berpotensi mengingikan kematian seorang Noriyoshi.

Penyelidikan ini membuat pihak-pihak tertentu gerah, yang tidak ingin apa yang sebenarnya terjadi terungkap. Hakim Ogyu mulai ‘menekan’ Ichiro, beberapa orang jadi celaka. Tapi, Ichiro tetap maju, ia ingin keadilan ditegakkan.

Rumit sistem pemerintahan, peradilan di Jepang jaman dahulu kala. Di mana yang berkuasa senantiasa menekan anak buahnya dan jika tidak dipatuhi, kematian akan jadi akhir. Yang kaya selalu berusaha disembunyikan semua aibnya, sementara jika warga miskin, harus diungkap apa pun kejelekannya.

Yang membuat cerita ini menarik mungkin karena latar belakang cerita. Gue terlalu sering membaca cerita detektif dalam versi modern, jadinya buat gue apa yang ada dalam buku ini ‘menimbulkan rasa baru’. Meskipun nihhhh… gak terlalu membuat gue penasaran. Ending cerita juga gak terlalu dramatis. Tentu saja, Ichiro jadi pahlawan dan dapat kedudukan yang lebih tinggi dibanding jadi seorang yoriki.

Masih ada seri-seri Sano Ichiro selanjutnya, yang rasanya gak akan jauh-jauh dari misteri pembunuhan.

Tuesday, July 20, 2010

Baby Proof

Baby Proof
Emily Giffin @ 2006
St. Martin’s Griffin - 2007
348 hal.

Buat Claudia, menikah adalah karena ia ingin bersama orang yang ia cintai. Tujuannya menikah, bukan untuk memiliki anak atau keturunan. Beruntung ia bertemu Ben yang punya misi dan visi sama. Mereka pun akhirnya menikah.

Tapi, ketika di sekeliling mereka, teman-teman mereka mulai merencakan masa depan dengan ‘anak’, tak urung, Ben pun terpengaruh. Ia mulai meminta Claudia untuk memikirkan kembali pandangannya tentang ‘tidak mau punya anak’. Claudia keukeuh dengan pilihannya. Dan mereka akhirnya memilih untuk berpisah karena kecewa dengan pilihan pasangan mereka.

Wow… ternyata cinta gak bisa menyatukan pandangan mereka, sampai akhirnya mereka lebih memilih untuk berpisah.

Dan setelah perpisahan pun, Claudia tidak bisa benar-benar lepas dari isu seputar ‘anak’. Ada Daphne, adiknya yang sangat ingin punya anak setelah bertahun-tahun menikah, ada Maura, adik/kakak Claudia yang lain, yang punya tiga anak tapi suaminya berselingkuh. Lalu, ada Jess, yang menjalin hubungan dengan pria beristri (yang katanya nih janji mau ninggalin istrinya), yang nekat mau hamil dari pria itu.

Well, ternyata gak setiap orang ingin menikah karena pengen punya anak. Ide cerita yang ‘berat’, tapi jadi ringan di dalam buku ini. Meskipun gue agak kurang ‘merasakan’ chemistry Claudia dan Ben. Apalagi pas di ending cerita (ups… apakah ini sebuah spoiler?)

Ini buku Emily Giffin pertama yang gue baca. Satu lagi hasil bookmooch di tahun 2007 (!). Sebenernya ini yang ketiga kalinya gue baca buku ini. Bukan karena gue suka banget, tapi, di dua kali yang pertama, gue hanya baca sekitar sepertiga buku aja. Baru yang ketiga ini, gue berhasil membaca sampai selesai.

Wednesday, July 14, 2010

The Leap

The Leap
Jonathan Stroud @ 2001
Hyperion/Miramax Books - 2004
240 Hal.


Charlie tidak percaya kalau sahabatnya, Max, sudah meninggal. Max meninggal karena tercebur ke dalam kolam di sebuah pabrik. Charlie yakin kalau Max masih hidup, tapi Max hanya terjebak di alam lain, dan Charlie merasa ia harus mencari Max.

Semua orang beranggapan Charlie depresi karena kehilangan sahabatnya. Tidak ada yang percaya dengan cerita Charlie. Bahkan Charlie sampai dibawa ke seorang psikiater, agar Charlie mau bicara dan keluar dari rasa kehilangan. Charlie jadi sosok yang menjauh dari keluarganya. Ia memilih berdiam diri karena jika ia bicara orang akan beranggapan ia mulai gila.

Charlie seolah mendapat ‘titik terang’ untuk bertemu Max kembali, ketika ia sadar dalam tidurnya ia bermimpi ada sebuah tempat dan melihat ada sosok Max. Charlie yakin ia bisa bertemu Max lagi. Dan sejak itulah, Charlie melakukan berbagai aktivitas yang melelahkan agar ia bisa tidur cepat dan kembali bermimpi.

Ibunya bahkan psikiaternya merasa kembalinya Charlie beraktivitas adalah hal yang positif. Hanya, James, kakaknya, yang merasa tetap ada sesuatu yang aneh dari diri Charlie. Ia yakin, Charlie menyembunyikan sesuatu.

Mimpi-mimpi Charlie semakin panjang dan tampak mulai ‘nyata’. Charlie kerap menuliskan mimpinya ke dalam buku hariannya. Di mimpinya, Charlie bertemu dengan ‘seseorang’ yang menjadi penunjuk jalan untuk bertemu Max. Charlie jadi semakin aneh. Ia akan marah kalau James membangunkannya.

Charlie semakin masuk ke dalam mimpinya dan makin lama, malah makin jauh dari dunia nyata. James merasa ia harus menyelamatkan Charlie dari apa pun itu.

Gue mendapatkan buku ini dari hasil bookmooch. Udah lama banget, mungkin dari sekitar tahun 2008. Gue me-mooch buku ini pas lagi ‘tergila-gila’ sama The Bartimaeus Trilogy. So far, masih ada 2 buku Jonathan Stroud lagi yang menanti untuk dibaca.

Gue nyaris gak menyelesaikan buku ini. Karena bikin ngantuk. Bukunya ‘sepi’ banget. Gue merasa jadi ikut melayang-layang dalam mimpinya Charlie. Ikut berjalan jauh tapi gak tau di mana tujuan akhirnya. Hanya kalo ada giliran James yang cerita gue jadi merasa ada selingan. Dan hanya di bagian akhir gue jadi ikut-ikutan ‘terburu-buru’, bisa karena gue keburu-buru ‘ngikutin’ James, atau terburu-buru karena pengen cepet selesai.
 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang