Friday, January 13, 2017

The Storied Life of A.J. Fikry


The Storied Life of A.J. Fikry
Abacus (2015)
306 hal.

A.J. Fikry – pemilik sebuah took buku bernama Island Books. Ia adalah seorang pria yang pemarah, penggerutu, kadang-kadang suka mabuk. Intinya, bukan pria yang menyenangkan. Ia hidup sendiri setelah istrinya meninggal dunia karena kecelakaan. Penjualan di took bukunya sendiri juga tidak berjalan lancar. Island Books paling ramai ketika musim panas, saat turis-turis datang ke Alice Island. Ia makin merasa kacau balau ketika buku langka yang ia miliki tiba-tiba hilang. Buku itu berjudul Tamerlane – buku edisi pertama karya Edgar Allan Poe yang langka, yang ia simpan untuk saat-saat darurat. Lalu, ia juga bersikap tidak menyenangkan kepada Amelia, wakil dari penerbit yang menawarkan buku-buku terbaru. Kesimpulannya ia adalah pria yang menyebalkan dan sombong.

Suatu hari, ia menemukan seorang anak perempuan berusia 2 tahun, yang ditinggalkan ibunya di Island Books. Hanya ada selembar surat yang meminta AJ FIkry untuk merawat anak perempuan bernama Maya itu. Dan sejak itulah, AJ Fikry perlahan berubah. Ternyata ia juga pria yang lembut, yang ternyata bisa jatuh hati dan merawat Maya dengan penuh kasih sayang, bahkan ia pun membuka diri untuk menjalin hubungan baru dengan Amelia.

Adanya Maya, juga hanya bikin AJ Fikry jadi lebih hidup, Island Books juga jadi lebih ramai. Polisi sahabat AJ FIkry, Lambaise, bikin book club khusus untuk buku-buku bertema crime, atau ibu-ibu rumah tangga yang bikin book club khusus untuk buku-buku yang di judulnya ada kata ‘WIFE’.

Dan satu nih yang lucu, ada nenek-nenek yang mau ngembaliin bukunya, karena dia sebel sama AJ Fikry yang kasih rekomendasi buku yang naratornya adalah ‘Death’ … tau dong ini buku apa ??

Ini kali ya, yang disebut-sebut ‘the book will warm your heart’ …  gue suka narasi AJ Fikry di seti
ap pergantian bab , yang ditandai dengan judul-judul cerita pendek favorit AJ Fikry. Bahkan gue bikin list-nya, dan langsung browsing.

Gue jadi pengen kaya’ Maya, yang tinggal di atas toko buku, yang bisa setiap saat langsung cari buku baru tiap kehabisan bacaan, yang langsung bisa tanya rekomendasi buku bagus ke yang punya toko. Tapi, AJ Fikry juga tokoh yang rada gak suka dengan yang namanya e-book … sedikit menyindir keberadaan e-book yang ‘menggusur’ toko-toko buku besar. Dan kalo sepintas mungkin rada kurang berasa ‘bonding’ antara AJ Fikry dengan Maya, tapi kalo dicermati lebih dalam lagi, justru lewat tulisan-tulisan AJ Fikry akan terasa kalau dia adalah pria penyayang.

Serasa pengen ikutan ‘mewek’ menjelang akhir novel ini. Ini mungkin mirip-mirip yang gue rasakan tiap abis baca buku Mitch Albom, begitu selesai bukunya, langsung bikin terdiam sejenak. Karakter yang sempat menyebalkan, malah meninggalkan banyak kesan.


Senang rasanya di awal tahun baca buku bagus begini … dan ini adalah postingan pertama untuk BBI Read and Review Challenge.

Submitted for:

Kategori: Name in A Book

Tuesday, January 10, 2017

BBI Read and Review Challenge 2017



Tahun 2016 – blog ini bener-bener kacau … postingan buku, kalo satu bulan ada satu aja … itu udah bagus banget … dan bahkan sama sekali gak pernah ikutan posting bareng BBI – kecuali untuk posting buku dari Secret Santa … huhuhu .. ma’afkan aku, Bebi ….

Tahun 2017 ini, gue ‘bertekad’ bakal lebih rajin lagi … dan semakin semangat lagi , karena divisi Event BBI bikin reading & review challenge yang seru .

Kalo liat dari kategorinya, sepertinya bisalah ikutan di beberapa kategori. Nah, kategorinya sendiri adalah:

Kategori Single Point
1.      Classic Literature, adalah buku-buku sastra klasik seperti buku-buku Jane Austen, Charles Dickens, etc.
2.    Children Literature, adalah buku-buku bertema dan cocok untuk anak-anak kecil hingga usia middle grade (SMP), atau usia hingga 15 tahun. Contoh, Rick Riordan
3.      Young Adult Literature, adalah buku-buku bertema remaja (Young Adult) dan New Adult (NA), berusia SMA hingga kuliahan, atau berusia 16-22 tahun. Contoh, Sarah Dessen, John Green, Jennifer L. Armentrout, dll
4.  Asian Literature, buku-buku yang berlatar belakang Asia, bertema kehidupan Asia, atau penulisnya berasal dari Asia. Contoh, Kevin Kwan, Akiyoshi Rikako
5.       Indonesian Literature Before 80’s, buku-buku asli dari Indonesia yang terbit sebelum tahun 1980
6.    Self-Improvement & Self-Help, merupakan buku-buku pengembangan diri. Contoh, buku-buku John C. Maxwell, chicken soup, dll
7.       Poetry, buku-buku puisi, baik dari Indonesia maupun luar Indonesia. Contoh, Tidak Ada New York Hari Ini, atau sonnet Shakespeare
8.  Biografi Pahlawan Indonesia, adalah buku-buku yang menceritakan kisah hidup pahlawan Indonesia, seperti tentang Ir. Soekarno, Jenderal Soedirman, dsb
9.       Award Winning Books, adalah buku-buku yang memenangkan sebuah penghargaan atau lebih, misalnya pemenang RITA Awards, Goodreads Choice Awards, dsb
10. Science-Fiction, buku-buku dengan genre utama science-fiction. Contoh, Star Trek, Ender’s Game, Across The Universe
11.   Dystopia, buku-buku dengan genre utama dystopia. Contoh, The Hunger Games, The Maze Runner
12.   Adventure, buku-buku mengenai petualangan dan memiliki tema utama petualangan, contoh: buku-buku Enid Blyton, Robinson Crusoe, dll
13. Historical Fiction, adalah buku-buku dengan genre utama fiksi historis. Bisa romance, non romance. Contoh: Ruta Sepetys, Julia Quinn, Lisa Kleypas (romance)
14.  Fantasy Fiction, adalah buku-buku dengan genre utama fantasy. Contohnya, buku-buku Neil Gaiman
15. Paranormal Romance, adalah buku-buku dengan genre dan elemen utama paranormal romance, tentang vampire/shifter/makhluk non-manusia. Contohnya: Ilona Andrews, Nalini Singh, Thea Harrison, dll
16.   Contemporary Romance, adalah buku-buku yang memiliki genre utama romance dan berlatar belakang kontemporer, dengan tokoh yang sudah berusia dewasa. Contoh, Cecilia Ahern, Sophie Kinsella, Jojo Moyes, Colleen Hoover, Elle Kennedy, Lauren Blakely, dll
17.   Erotic Romance, buku-buku dengan genre utama romance dan memiliki unsur eroticism yang besar. Contohnya, E.L. James, Sylvia Day, C.D. Reiss
18.   Sport Fiction, buku-buku fiksi dengan tema olahraga, baik romance maupun non-romance. Contoh: Susan Elizabeth Phillip
19.   Thriller and Crime Fiction, adalah buku-buku yang memiliki genre utama thriller dan fiksi kejahatan. Contoh, Stephen King, J.D. Robb, David Baldacci, John Grisham, etc
20.   Wedding Literature, buku-buku yang memiliki tema pernikahan (wedding)
21.   Graphic Novels & Comic Books, adalah buku-buku komik, novel bergambar, dan novel berilustrasi.
22.   Debut Authors, adalah buku dari pengarang yang melakukan debut pada tahun 2017 (buku pertama), bisa fiksi bisa non fiksi
23.   Hobby Nonfiction, adalah buku-buku nonfiksi mengenai hobi, seperti crafting, travel, fotografi, motor dan mobil, dsb
24.   Brick Books, adalah buku-buku yang memiliki ketebalan buku minimal 500 halaman dalam bentuk fisik (paperback/hardback) maupun digital (sesuai dengan edisi Kindle/ebook)
25.   Name In A Book, adalah buku-buku yang memiliki nama tokoh (nama depan/belakang) pada judulnya, dan bukan pada nama serinya

Kategori Ten Point
1.       Full Series, membaca dan mereview satu seri penuh selama tahun 2017, minimal memiliki 3 buku (trilogi) dalam satu seri dan semua review dimasukkan ke dalam linky [EDIT] tidak termasuk komik, dan novella tidak dihitung (buku-buku pendamping)
2.       Buku Pengarang Lima Benua, mereview buku-buku dari masing-masing satu pengarang dari setiap benua (Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia), sehingga dalam tema ini akan ada 5 link/tautan review. Buku yang dibaca boleh fiksi, bisa nonfiksi
3.       Lima Buku dari Penulis yang Sama, membaca dan mereview lima buku dari penulis yang sama, namun bukan bagian dari seri (harus stand-alone), bisa fiksi maupun nonfiksi
4.       Historical Non Fiction, merupakan buku-buku historis nonfiksi, bisa berupa ensiklopedi, buku sejarah, dll

Mungkin gak akan bisa ikutan di semua kategori, karena ada beberapa kategori yang kaya’nya bukan tipe-tipe buku yang gue ‘lirik’. Tapi, mudah-mudahan, dari setiap buku yang gue baca, masuklah ke salah satu kategori.

Thursday, January 05, 2017

The Wrath and The Dawn


The Wrath and The Dawn
Mustika (Terj.)
POP (Imprint KPG) - 2016
447Hal.

Novel ini akan membawa loe ke dalam sebuah cerita yang terinspirasi dari kisah 1001 Malam … ke dalam sebuah tempat yang akan memancarkan aura eksotisme khas Timur Tengah.

Khalid Ibnu Al-Rashid, menjadi seorang raja dalam usia yang masih belia. Tapi ia dikenal sebagai monster, seorang berdarah dingin, yang menikahi perempuan muda setiap malam dan membunuh mereka ketika fajar tiba. Dan ketika sahabatnya, Shiva juga menjadi korban, maka Shahrzad tidak tinggal diam. Ia ‘menawarkan’ diri untuk menjadi pengantin berikutnya dan bersumpah akan membalas perbuatan sang Raja.

Sejak awal, sikapnya Shahrzad yang menantang, tidak malu-malu, dan tegas menjadi daya tarik tersendiri untuk Khalid. Kisah-kisah yang diceritakan Shahrzad di awal pernikahan mereka, membuat Khalid pelan-pelan jatuh cinta.

Shahrzad bertekad mengakhiri perbuatan kejam Khalid, tapi semakin ia menyelidiki, semakin ia mengenal sosok Khalid, Shahrzad menyadari bahwa Khalid bukanlah seorang monster atau pria yang tak punya hati.

Sementara itu, di luar tembok istana, ada orang-orang yang ingin menggulingkan sang Khalifa dengan tujujannya masing-masing. Ada Tariq yang ingin kembali merebut Shahrzad, lalu orang-orang yang ingin balas dendam dan merebut kekuasaan dari tangan Khalid.

Tokoh-tokoh dalam novel ini masih bisa dikategorikan sebagai remaja. Khalid Ibnu al-Rashid berusia 18 tahun, sementara Shahrzad baru berusia 16 tahun. Entah kenapa gue merasa ada yang gak pas. Terlalu muda menurut gue. Tapi yah.. di jaman-jaman dulu itu, umur 17-18 tahun, udah dianggap dewasa. Kaya’nya lebih pas kali kira-kira berada di usia 20an. Mungkin gue terbiasa membaca cerita abg dengan dunia yang ceria dan modern meskipun dengan latar suram, jadi rada asing terasa rada asing.

Khalid di bayangan gue, adalah sosok yang jauh lebih tua dibandingkan dengan usianya. Terlalu banyak beban .. selain menjadi Raja, juga beban masa lalu yang super berat dan kelam. Gambaran ini menjadikan Khalid sebagai tokoh yang dibenci, lalu mendadak bikin jadi simpati.

Pada akhirnya, novel ini terasa hanya sebuah kisah cinta. Gue berharap ada banyak dongeng-dongeng yang diceritakan oleh Shahrzad – salah satu dongeng yang berkesan buat gue adalah tentang Mehrdad , si Janggut Biru. Satu lagi yang membuat rada kecewa adalah latar fantasi dan hal yang berbau-bau mistis yang masih kurang banyak.

Meskipun begitu, setting Timur Tengah yang kuat menjadi kekuatan untuk novel ini. Detail busana yang dikenakan Shahrzad, membuat gue jadi teringat dengan Putri Jasmine, penggambaran pedang milik Khalid, membuat gue merinding.


Oke … yuks.. mari lanjut ke sekuelnya.

Tuesday, January 03, 2017

Closed Casket


Closed Casket (Peti Tertutup)
GPU - 2016
448 Hal.

2016… tahun yang kacau banget untuk blog ini …. Bener-bener sering gak mood untuk nulis-nulis … atau udah selesai baca, terus, ya lupa aja gitu …. Target baca 50 buku pun gak tercapai … mudah-mudahan di 2017 ini, semakin semangat untuk baca dan update blog lagi.

Buku pertama yang berhasil gue selesaikan di awal tahun ini adalah Closed Casket atau Peti Tertutup. Hercule Poirot kembali beraksi. Di awal dengan sebuah undangan menginap di rumah penulis ternama, Lady Athelinda Playford. Edward Catchpool dan Hercule Poirot bertemu kembali, keduanya bertanya-tanya apa tujuan Lady Athelinda mengundang mereka berdua.

Lady Athelinda Playford, penulis yang terkenal dengan tokoh cerita detektif anak-anak, ingin mengubah surat wasiatnya. Tentu saja semua terkejut, ketika ia mencoret nama kedua anaknya – Harry dan Claudia Playford dari daftar ahli waris, dan memberikan warisan tersebut kepada sekretaris pribadinya – Joseph Scotcher, yang hidupnya diprediksi tidak akan lama lagi karena penyakit ginjal yang dideritanya.

Dan ketika Joseph Scotcher ditemukan tewas dengan kondisi yang mengerikan, tersangka utama mengarah kepada Claudia dan Harry. Motif mereka tentu saja jelas, gak terima dengan keputusan mendadak ibu mereka.

Penyelidikan segera dilakukan, bekerja sama dengan garda setempat, Hercule Poirot dan Edward Catchpool berusaha menjerat siapa pelaku sesungguhnya.

Selain, Claudia dan Harry Playford, serta Poirot dan Catchpool, orang-orang yang berada di rumah Lady Athelinda malam itu, serta turut mendengar apa yang telah diputuskan mengenai harta warisan tersebut ada Michael Gathercole dan Orville Rolfe – pengacara Lady Athelinda, Sophie Bourlet – perawat Joseph Scotcher, Dorothy – istri Harry, Dr. Randall Kimpton – tunangan Claudia, serta para pelayan – Phyllis, Brigid dan Hatton.

Sebelum Joseph Scotcher ditemukan tewas, Poirot dan Catchpool sudah berjaga-jaga, karena khawatir akan keselamatan Lady Athelinda.

Semua mempunyai motif untuk melakukan pembunuhan, tapi semua juga punya alibi untuk terbebas dari tuduhan tersebut.

Meskipun gue lebih menyukai Closed Casket dibandingkan dengan The Monogram Murders, tetap ada sesuatu yang berasa kurang ‘greget’ jika membandingkan dengan Hercule Poirot versi Agatha Christie. Dan gue agak kurang nyaman dengan penggambaran korban yang rada sadis. Seinget gue, selama gue baca buku-bukunya Agatha Christie, belum pernah ada korban yang dibunuh dengan cara seperti itu (yahh.. emang belum semua buku-buku beliau gue baca sih …), so CMIIW ….  Tapi, buku ini membuat mood baca buku detektif on lagi.

Dan menurut gue, karakter Edward Catchpool juga lebih menonjol di sini, lebih hati-hati dan banyak belajar dari Hercule Poirot. Cathcpool gak hanya jadi ‘pelengkap’, tapi juga mulai berani unjuk gigi. Justru untuk Hercule Poirot sendiri, gue masih belum bisa ‘klik’, kaya’nya masih ada something missing dalam karakter Poirot.


Dan ..yeayyy .. kali ini gue berhasil menebak siapa pelakunya dengan benar. 

Wednesday, December 07, 2016

Wishful Wednesday ]: Markituka !!


Udah lama gak nulis-nulis di sini, udah lama gak ikutan Wishful Wednesday, eh… muncul lagi dengan wishlist untuk markituka. Acara Markituka ini menjadi ‘pelipur lara’ karena hilangnya ‘Secret Santa’.

Oke lah.. ini wishlist gue:

3.       Germinal – Emile Zola

Segini aja … yang mana pun, aku terima dengan senang hati …
ini aku udah sekalian kasih link tempat beli bukunya.

Terima kasih, giver-ku sayang ….😍


Wednesday, September 21, 2016

Crazy Rich Asians


Crazy Rich Asians (Kaya Tujuh Turunan)
Kevin Kwan @ 2013
Cindy Kristanto (Terj.)
GPU - 2016
480 Hal.

Ketika pertama liat cover edisi bahasa Inggris, gue sama sekali gak tertarik, meskipun dengan gemerlap di cover. Bahkan gue kirain ini buku non-fiksi. Buku ini bisa membuat loe ‘sinting’ ngebayangin betapa gampangnya para tokoh dalam buku ini ngabisin uang, atau ternyata harta, kekayaan tetap jadi faktor penting dalam pergaulan dan perjodohan.

Tapi jujur aja, membaca buku ini,  bagaikan nonton opera sabun atau sinetron dalam versi ringkas. Selesai dalam satu buku, lengkap dengan segala intrik-intrik tokoh yang sirik, iri, seorang ibu yang menggunakan berbagai cara biar anaknya berpaling dari kekasihnya, menggunakan uang agar tetap terlihat paling ‘gemerlap’, bahkan salah satu yang ajaib, adalah ketika salah satu tokoh menikah, dia bukannya deg2an, tapi malah sibuk memerhatikan tamu yang datang, menebak-nebak rancangan siapa busana yang mereka pakai.

Mungkin di awal akan pusing ketika kita langsung disajikan pohon keluarga dari tiga marga yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Tapi ini akan sangat membantu di awal-awal, karena banyaknya tokoh yang bertebaran. Bukan hanya tokoh utama, tapi teman-teman dari si tokoh, turut ‘meramaikan’ buku ini. Dan membuat buku ini jadi seru!!

Berpusat pada pasangan Nicholas Young dan Rachel Chu. Nicholas Young adalah salah satu pemuda tampan, super kaya, tapi juga pintar. Mereka berdua berprofesi sebagai dosen di New York. Rachel gak tau dengan latar belakang Nick yang sebenarnya.

Masalah dimulai ketika Nick mengajak Rachel pulang ke Singapura, di mana Nick diminta sahabatnya untuk jadi pengiring pengantin pria. Berita kepulangan Nick dan pacarnya malah sudah tersebar sebelum pasangan ini naik pesawat. Ibu Nick mulai kasak-kusuk mencari tahu siapa Rachel sebenarnya. Anak  siapakah dia, keturunan klan siapakah dia …

Selain Nick dan Rachel, tokoh utama dalam buku ini adalah Astrid Leong. Seorang sosialita, yang beli baju udah kaya’ beli gorengan … tapi ternyata harta memang gak selalu menjamin kebahagiaan, buktinya rumah tangga Astrid sedang dalam bahaya, ketika suaminya merasa tidak nyaman dengan segala hal-hal tersebut.


Banyak yang nyebelin, tapi juga lucu. Misalnya Eddie yang pengen banget keluarganya tampil sempurna, atau jet pribadi, kapal pesiar pribadi yang bertebaran dalam buku ini. Oya, selain itu, tiba-tiba para perempuan single, mantan-mantan pacar Nick, sibuk mencari cara untuk merebut perhatian Nick kembali, emak-emak nyinyir yang bergosip plus saling kompor. Pokoknya sepanjang buku ini, pembaca akan disuguhi dengan segala kemewahan yang super luar biasa, yang kadang malah bikin Nick dan Rachel jadi gak menarik. I love Astrid more, dengan kesederhanaan yang ‘berkelas’, tanpa berusaha keras untuk ‘unjuk diri’, orang tahu siapa dirinya.

Friday, September 16, 2016

A Tale of Two Cities


A Tale of Two Cities
Reinitha Lasmana (Terj.)
Qanita – Maret 2016
496 hal.

Cuplikan cerita via goodreads:

Seandainya hidup memberiku kesempatan, aku akan mengorbankan apa saja untukmu.

Inggris abad 17, Lucie Manette tinggal bersama sang ayah, Dokter Manette, mantan korban kekejaman bangsawan Perancis. Kecantikan dan kebaikan hati Lucie merebut hati Charles Darnay, bangsawan pelarian Perancis. Bak gayung bersambut, Lucie pun tertarik pada Charles. Sydney Carton, yang membantu pelarian Charles sebenarnya juga mencintai Lucie. Namun Sydney memilih memendam perasaannya karena dia sadar, dirinya yang serampangan tak pantas bersanding dengan Lucie.

Revolusi Perancis pecah dan Charles dipanggil pulang ke negaranya untuk menyelamatkan nyawa seorang teman. Tetapi, dia malah dijebloskan ke penjara, bahkan diancam hukuman mati gara-gara dosa masa lalu ayah dan pamannya. Demi Lucie, Dokter Manette melakukan segala upaya untuk membebaskan Charles dari Pisau Guillotine. Namun apakah pengaruh Dokter Manette saja cukup? Di saat-saat kritis, muncul pertolongan dari seseorang yang tak terduga. Pertolongan berlandaskan cinta.

----

Gue gak akan nulisin ringkasan cerita, karena pastinya akan panjang banget karena gue kesulitan memilah-milah inti cerita. Jadi gue ambil saja dari goodreads. Tergoda oleh cover yang cantik, gue nekat beli buku ini. As usual, emosi terpendam bikin ‘asal’ ambil buku. Tapi … ternyata … cukup ‘memuaskan’ untuk gue. Gue menikmati cerita ini sejak awal sampai akhir cerita. Gue bukan penggemar cerita-cerita klasik, karena terkadang gue kesulitan mengartikan kata-kata yang bersayap.

Tak terkecuali dalam buku ini. Inti kisah ini buat gue tetaplah kisah cinta. Antara sepasang manusia yang menderita karena keadaan yang memburuk, kasih sayang seorang ayah kepada anaknya, dan kesetiaan seorang teman hingga rela membahayakan nyawanya sendiri. Tapi yang bikin jadi lebih dramatis adalah latar  belakang revolusi Perancis yang kuat.

Cerita terbagi dalam 3 bagian. Bagian pertama ketika Dr. Manette kembali dalam kehidupan ‘normal’ dan bertemu kembali dengan Lucie, bagian kedua, pertemuan pertama Lucie dan Charles Darnay, dan bagian ketiga, bagian ‘badai’ dalam kehidupan para tokoh.

Bagian ketiga ini adalah bagian yang paling gue suka. Karena buat gue, bagian ini lebih emosional. Dari sisi keluarga Manette, di mana Lucie harus pasrah ketika suaminya ditahan di penjara paling mengerikan di Perancis saat itu, hanya karena dendam kesumat warga Perancis terhadap para petinggi.

Di dalam cerita ini, digambarkan bagaimana para kaum bangsawan berlaku semena-mena terhadap rakyat kecil. Mereka berfoya-foya, hidup dalam kemewahan, sementara rakyat diperlakukan dengan sangat kasar, lebih rendah daripada binatang sekalipun.

Akhirnya rakyat berontak, mereka mulai menyusun kekuatan dan menghabisi para bangsawan. Sebuah senjata mematikan hampir setiap hari memakan korban dan proses ini menjadi tontonan setiap harinya.

Mungkin narasi yang panjang akan menjadi ‘hambatan’ dalam membaca buku ini. Ada aura puitis, tapi juga suram dan menegangkan. Lucie, tokoh yang cantik yang nampaknya mudah bagi siapa pun untuk menyayangi dirinya, lemah lembut, sabar, tabah dan penuh kasih sayang. Mr Lorry dan Miss Pross, gambaran teman-teman yang setia, yang rela membela dan menjaga keselamatan keluarga Manette. Gue dibuat sebal dan merinding sama Madame Defarge, yang demi tujuan revolusi, tanpa tahu latar belakang, berniat ‘menghabisi’ semua yang terkait dengan para bangsawan, entah mereka bersalah atau tidak.

O ya, jangan lupa, tokoh yang kemunculannya mungkin tidak terlalu sering, tapi ternyata memegang peranan penting, yaitu Sydney Carton. Sydney yang juga menyimpan perasaan terhadap Lucie, akan memberikan kejutan di akhir cerita. Cuma nih… gue rada gak demen adegan berurai air matanya Sydney dan Lucie.


Pada akhirnya, A Tale of Two Cities menjadi salah satu buku yang berkesan di antara buku-buku yang gue baca selama tahun 2016 ini.
 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang