Monday, July 08, 2013

Liesl & Po




Liesl & Po
Lauren Oliver @ 2011
Kei Acedera (Ilustrasi)
Prisca Primasari (Terj.)
Mizan – Cet. I, April 2013
318 Hal
(Gramedia Grand Indonesia)

Semua bermula tiga hari setelah kematian ayah Liesl. Di malam itu, Liesl bertemu hantu bernama Po yang berwujud anak kecil dan Bundle, yang berwujud hewan. Liesl dikurung oleh ibu tirinya, Augusta, di kamar loteng. Ia tidak bisa melihat saat-saat terakhir ayahnya hidup, ia diperlakukan seperti ‘penyakit’. Ibu tirinya ingin menguasai harta warisan ayah Liesl. Lewat Po, Liesl ingin mengetahui kabar ayahnya di Dunia Lain.

Di malam itu pula, terjadi kesalahan yang dilakukan Will, murid Sang Alkemis, yang selalu dianggap tak berguna itu. Ia membawa sebuah kotak berisi sihir terhebat yang berhasil diciptakan Sang Alkemis. Tapi, ternyata tak sengaja kotak itu tertukar dengan kotak tempat abu ayah Liesl disimpan. Will sendiri kerap memandang Liesl dari seberang jalan, berharap bisa berkenalan dengan gadis itu.

Bersama Po, Liesl melarikan diri, menuju rumah masa kecilnya, membawa kotak kayu yang ia yakini berisi abu ayahnya. Ia ingin menguburkan kotak itu di bawah pohon willow. Sementara, Will juga melarikan diri dari Sang Alkemis dan Lady Premier yang murka kaena Will membawa kotak kayu yang salah. Dibantu Augusta, mereka mengejar Liesl dan Will dengan tujuan yang berbeda.

Ketika membuka buku ini, gue langsung ‘jatuh cinta’. Ada ilustrasi yang cantik, tapi kelam, mewakili isi cerita di buku ini. Bahkan cover-nya juga cantik, seperti kotak kayu yang jadi benda paling menghebohkan dalam buku ini.

Buku ini penuh dengan banyak kebetulan. Kalau di novel-novel romance, gue bakalan sebel dengan berbagai kebetulan. Liesl, Po dan Will adalah mewakili tokoh anak-anak yang polos, yang ‘teraniaya’, tapi punya kemauan yang kuat. Liesl, meskipun terkurung dan takut sama ibu tirinya, akhirnya berani keluar, untuk mencari tempat terbaik untuk mengubur ayahnya, Po – meksi datang dari Dunia Lain, mau repot-repot membantu Liesl, dan Will, terlalu sering dianggap tak berguna, hingga nyaris tak berani mengungkapkan pendapatnya, ia selalu takut ia akan ditangkap. Lewat mereka bertiga, disampaikan sebuah cinta dan kasih sayang yang tulus.

Sementara, Augusta, Sang Alkemis dan Lady Premiere adalah tokoh-tokoh orang dewasa yang tamak dan kasar. Bersedia melakukan apa pun demi harta dan kekuasaan, berusaha menyembunyikan masa lalu yang buruk.

Untuk Liesl & Po – dan juga untuk Will dan Bundle, gue gak ragu-ragu memberikan 5 bintang….

4 comments:

A.S. Dewi said...

5 bintang? Sebagus itu?
Aih jadi penasaran. Selama ini bukunya hanya tertimbun soalnya

ferina said...

kalau aku sih, suka, Dew... bacalah, pengen tau, reviewmu yang setajam silet itu :D

-Indah- said...

Ahh.. kemaren ngider2 ke beberapa blog juga pada ngasih rating yang bagus untuk buku ini, jadi pengen :))

Btw, ini cerita bersambung kah, Ferina? :D

ferina said...

@indah: setau gue sih gak bersambung.

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang