Friday, February 08, 2013

Hotter Potter February Meme




Absen di Hotter Potter January meme, kali ini saya mau coba ikutan untuk edisi bulan February ini , dan pertanyaan yang saya pilih adalah:

Play the matchmaker. Kamu bisa jadi mak comblang dua karakter di Harry Potter yang sebenarnya nggak punya hubungan khusus apa-apa, tapi kamu pengen mereka jadi kekasih atau sahabat.

Di bulan yang katanya bulan kasih sayang ini, saya mencoba menjadi ‘mak comblang’. Ok, saya akan duduk manis… menatap bola kristal di depan saya…. Dan…

.. inilah kisah dari hasil penerawangan di bola kristal saya:

Di suatu malam, dua orang murid Hogwarts mengendap-endap keluar dari asrama masing-masing. Semua teman-teman mereka sudah terlelap tidur. Mereka berdua mengucapkan kata sandi dari masing-masing asrama, dan mulai berjalan menyusuri lorong-lorong di Hogwarts yang remang-remang.

Berhati-hati mereka berjalan. Repot urusannya kalau sampai terpergok oleh Flinch dan kucingnya, Mrs. Norris,  belum lagi hantu-hantu asrama yang berkeliaran, terutama si hantu iseng, Peeves.

Mereka sudah berjanji untuk bertemu di ruang tempat cermin Tarsah dulu disimpan. Yah, tampaknya sudah tak ada lagi yang bermain-main ke daerah ini.

Draco Malfoy, salah satu dari anak itu, sampai duluan di ruangan tersebut. Ia menanti dengan gelisah. Berbagai ketakutan muncul di hatinya. Tak biasanya seorang Draco Malfoy bersikap seperti ini. Ia takut pesan yang tadi siang ia titipkan tak sampai ke orang yang ia tuju, takut kalau ada guru-guru yang tiba-tiba muncul – meskipun ia yakin kalau Profesor Snape yang memergokinya, ia bisa berhasil lolos dengan berbagai alasan. Dan ketakutan yang terbesar adalah orang datang menemuinya, justru bukan orang yan ia tunggu, melainkan musuh besar – Harry Potter.

Tak lama, pintu ruangan itu terbuka, tapi tak terlihat ada orang yang datang. Lalu, muncullah sosok yang seolah tersingkap dari balik jubah tak terlihat (di siang harinya, Ginny sudah meyakinkan Ron untuk 'meminjam' jubah gaib milik Harry Potter. Meskipun bertanya-tanya, apa urusan Ginny dengan jubah gaib itu, Ron menyanggupi permintaan Ginny - meskipun ada rasa bersalah terhadap Harry)

Draco menarik napas lega dan berkata, “ Well, Ginny… finally…”

Ginny Weasley pun tersenyum, “Here I am, Draco… “

via ~PinkFireFly

Di ruangan itu, mereka berbicara tentang apa yang ada di antara mereka. Tentang rasa di antara mereka, tentang cemooh yang akan datang dari orang-orang di sekitar mereka, tentang halangan dan rintangan yang mungkin akan mereka hadapi.

Tengah malam mereka pun kembali ke asrama mereka masing-masing.

Dan keesokan harinya, saat mereka berpapasan di lorong sekolah, Draco Malfoy dan Ginny Weasley kembali bagai dua orang asing. Draco tetap dengan tatapan yang mencemooh dan Ginny yang berjalan dengan tertunduk.

---
Kenapa saya memilh Draco dan Ginny? Karena menurut saya, mereka akan jadi sepasang kekasih yang ‘menarik’ dan penuh konflik. Tidak hanya karena, mereka ada di dua asrama yang selalu ‘bermusuhan’. Tapi, juga karena jelas-jelas Draco membenci Harry Potter, sahabat dari Ron Weasley. Belum lagi, sikap Draco yang selalu mencela keluarga Weasley.

Motif awalnya adalah, untuk membuat Harry Potter semakin ‘menderita’ dan sakit hati, melihat perempuan yang ia sukai ternyata direbut sama Draco. Dan Ginny pun pada awalnya, merasa Draco hanya memanfaatkan dia.

Tapi, lama-lama, Draco sendiri akhirnya beneran jatuh cinta sama Ginny. Ginny yang sederhana, pemalu dan pendiam, yang justru jelas-jelas berada di pihak Harry Potter. Tapi, justru yang membuat Draco merasa tertantang untuk menaklukkan Ginny. Ginny gak seperti cewek-cewek Slytherin yang jelas-jelas menguntit ke mana Draco pergi.

Ginny pun luluh karena usaha keras Draco… Tapi, mereka berdua selalu ada di persimpangan jalan… bingung mau belok ke mana… karena faktor orang tua mereka yang juga mendukung hal yang berlawanan.

via Fanpop.com

Dalam bayangan saya, ini bagaikan kisah Romeo dan Juliet… semoga tak berakhir dengan tragis juga…

... entahlah.. bola kristal saya belum memberikan penampakan lagi

11 comments:

Melisa said...

Wow, Ginny-Draco. Bisa gempar dan cetar membahana nih dunia sihir =))

rie said...

GAK RELAAAAAAAAAAAAAAAAAA..........!!!!
kejam sekali dirimu mba,bikin Harry patah hati. hiks...

FennyHerawatiYusuf said...

*ngebayangin jadi Ginny, yang diperebutkan dua cowok keren dan beken :D

ferina said...

waduh.. kaya'nya diriku 'dikutuk' sejuta umat nih..

Tika said...

Waahh... Seru nih Draco sama Ginny... :D

Aku juga sebenarnya lebih suka kalau ada tokoh-tokoh aneh yg saling jatuh cinta. Kayaknya jadi lebih dapet konfliknya terus yah, life's not always black and white i think.. :p

bugot said...

Wow,kalo misalnya draco sama ginny bakal jadi romance banget yah mbak. Keinget cerita2 metropop gitu, tapi seru ya :D

Mindy said...

Wah ini memang bisa jadi Romeo-Juliet dunia sihir nih. Ini bisa jadi pasangan yang gak disangka-sangka sih. Kebayang selesai perang, tiba2 mereka ngaku sebagai kekasih hehehe. Gempar deh dunia persihiran :)

astrid said...

hoahaha, seru, seruuu...setujuuu... biar sedikit berwarna lah dunia sihir..trus harry sama siapa yaaa

ferina said...

@Tika: iya.. kalo tokoh yang sama-sama protagonis, kaya'nya biasa aja :)

@bugot: hehehe.. rada2 metropop ya.. biasa deh, dari sebel lama2 jadi suka

@Mindy: yang menggemparkan pastinya lebih seru

@astrid: ah, gampang lah kalo Harry... pasti banyak udah antri mau gantiin Ginny :D

A.S. Dewi said...

Aku setuju!
Tapi alasan setujunya sih bukan supaya Harry patah hati.
Aku setuju krn mau Harry sama Luna. Ginny sama Draco terserah deh mo sama sapa X)

tyas cahya said...

Kereeennn.. dukung biar menang deh. Keren bgt. Wkwkwkwk... ga kepikiran ih draco sm ginny. Tapi keren... gudlak!

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang