Wednesday, January 23, 2013

Theodore Boone #3: The Accused




Theodore Boone #3: The Accused (Sang Tertuduh)
John Grisham @ 2012
Fanny Yuanita (Terj.)
GPU – Desember 2012
(Gunung Agung Senayan City)

Buku ini dibuka dengan sidang lanjutan dari terdakwa pembunuhan, Pete Duffy. (baca buku Theodore Boone #1). Tapi, sidang yang ditunggu-tunggu oleh Theodore Boone ini justru membuatnya kecewa. Karena Pete Duffy menghilang, tak muncul di persidangan. Diduga ia melarikan diri ke luar negeri.

Lepas dari masalah kasus tersebut, Theo sendiri menghadapi masalah lain. Locker-nya di sekolah dibongkar orang, ban sepedanya bolak-balik bocor – terlihat ada yang sengaja menggemboskan ban sepeda Theo itu, kaca di ‘kantor pribadi’nya dilempar batu oleh orang tak dikenal. Tak cukup hanya itu, tiba-tiba saja, Theo dituduh mencuri seperangkat alat telepon genggam dan notebook.  Hah, sebuah tuduhan yang sangat tak masuk akal. Tapi, sebagian teman-temannya di sekolah sudah terlanjur memberi cap sebagai ‘pencuri’.

Sebagai anak ‘baik-baik’ dengan orang tua yang cukup terpandang di kota tempat ia tinggal, Theo tidak terima diperlakukan seperti itu. Ia bertekad untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya dan membersihkan namanya dari tuduhan tersebut.

Sebenernya pengen deh cerita panjang lebar tentang buku ini. Tapi, sayangnya, jujur buku ini rada membuat gue kecewa. Dalam benak gue, sudah ‘tertanam’ bahwa Theodore Boone adalah seorang ‘pengacara cilik’, pengacara wanna be. Yang bakal menganalisa sebuah kasus dengan canggih. Tapi, hmm… title yang ‘menjual’ sosok si Theo itu justru nyaris gak muncul di dalam buku ini… Cuma ada dikittt banget. Malahan, si Uncle Ian yang lebih banyak muncul dan sibuk dengan kasus yang dihadapi Theo.

Gue yakin sih, buku ini bakalan ada lanjutannya karena kasus si Pete Duffy masih  menggantung dan ada kecenderungan pengacara Pete Duffy ‘mengincar’ Theo. Semoga aja bakal lebih seru.

1 comments:

annisa m zahro said...

yg seri ini enaknya dibaca urut ya mbak?

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang