Tuesday, January 08, 2013

Bliss



Bliss (The Bliss Bakery Trilogy #1)
Kathryn Littlewood @ 2012
Nadia Mirzha (Terj.)
Penerbit Noura (Mizan Fantasi) – Cet. I, November 2012
310 Hal.
(Gunung Agung – Senayan City)

Sekilas cerita:
Rosemary, adalah anak kedua dari pasangan Purdy dan Albert Bliss. Keluarga ini memiliki sebuah toko roti bernama ‘Follow Your Bliss’ di Calamity Falls. Toko roti ini adalah usaha turun-temurun dalam keluarga Bliss. Rose, kerap dimintai tolong oleh ibunya untuk membeli bahan-bahan untuk membuat roti atau kue.

Yang Rose tau, roti atau kue yang dibuat oleh ayah dan ibunya, bukanlah kue biasa. Rose tau ada ‘sihir’ yang terlibat. Saat hujan lebat dan ada anak kecil yang tersambar petir, ibunya segera mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat kue, salah satunya adalah ‘petir’ yang ‘ditangkap’ dan dimasukkan ke dalam toples biru. Tapi, setiap mereka berdua selalu bersikap seolah-olah tidak ada hal yang luar biasa. Rose ingin orang tuanya melibat dirinya lebih jauh lagi, lebih dari hanya belanja ke pasar atau ke toko bahan-bahan kue. Rose ingin menunjukkan ‘eksistensi’nya.

Suatu hari, orang tua Rose dipanggil oleh Walikota Hummer, untuk menyembuhkan wabah penyakit dengan kue-kue mereka. Meskipun berat, Purdy dan Albert pun pergi ke pusat kota. Meninggalkan toko kue di tangan anak-anak mereka. Hanya satu pesan mereka, yaitu menjaga sebuah ruang tempat Cookery Booke - sebuah buku resep rahasia tersimpan, buku resep turun-temurun yang sangat berharga dan tak boleh sampai jatuh ke tangan orang lain.

Saat orang tua mereka pergi, datanglah Lily, perempuan yang masih mengaku sebagai kerabat jauh mereka. Lily datang dengan segala pesona yang membuat orang – terutama saudara-saudara Rose langsung menyukainya. Awalnya Rose tak percaya terhadap Lily. Tapi saat Lily berhasil membangkitkan semangatnya, Rose pelan-pelan membuka diri terhadap Lily.

Rose bertekad membuat sebuah ‘gebrakan’ agar saat orang tuanya pulang ke rumah, mereka bisa melihat potensi dalam diri Rose. Tapi.. ooppsss.. siap sangka, usaha Rose malah menimbulkan kekacuan di Calamity Falls.

Yang Unik:
-    Cover buku yang bikin gue terbayang lagi ada di depan etalase sebuah toko kue, bengong memandang cupcakes, rainbow cake, red velvet, blue velvet dan segala macam kue warna-warni lainnya, sambil ‘ngeces’… *glek..glek…* (kandidat cover favorite 2013, nih…)

-          Kertas buku yang kalau dilihat dari samping berwarna biru dan sedikit ‘gemerlap’.

-     Ingredients di dalam buku ini, di luar tepung, gula dan lain-lain, misalnya: sebutir telur burung cinta bertopeng, napas tidur lembut seorang yang tak pernah bohong, rahasia waktu kurcaci yang tidur abadi atau tangisan warlock. Semua bahan-bahan ajaib ini tersimpan di dalam toples biru yang misteriuss

- Resep-resep: Muffin Asmara, Cookie-Cookie Kebenaran, Cake Pemutar-Balik-Keadaan-yang-Sebenarnya atau Torte Blackberry Balik-ke-Dulu. Hati-hati kalau makan kue ini, terkadang hasilnya tak sesuai yang diharapkan kalau dibuat dengan sembarangan.

-          Lalu, ukuran atau takaran dalam membuat kue: sekepalan, panas seperti tujuh nyala api, lama memanggang selama beberapa putaran lagu, atau takaran secangkang ek… hmm…


Sedikit ‘curcol’:
Tokoh Rosemary mengingatkan gue pada diri gue sendiri. Sama-sama sebagai anak kedua, terkadang jadi labil atau malah jadi ‘minder’. Sering merasa kalah sama anak pertama, maunya deket sama adik (anak ketiga), tapi si adik malah lebih milih adik yang paling kecil. Terkadang sering merasa gak ‘dianggap’, ortu yang kaya’nya lebih perhatian sama anak pertama atau anak yang paling kecil. Buntutnya, jadi malah gak percaya diri, karena selalu membandingkan diri dengan anak pertama, merasa gak disayang karena orang tua lebih perhatian ke anak yang lebih kecil… *sigh*

Akibatnya, jadi sering terpengaruh sama omongan orang lain, apalagi kalau orang lain itu memberi pujian… sesuatu yang jarang didapat dari orang-orang terdekat. Liat aja di sini Rosemary yang langsung percaya diri begitu dapat pujian dari Bibi Lily.

Sebagai anak kedua, butuh ‘dorongan’ atau dukungan lebih, biar jadi lebih pe-de, perlu diyakinkan kalau sebagai anak kedua, bukan berarti harus selalu jadi nomor dua. Perlu disadarkan kalau dia juga punya kemampuan.

Sekian curhatnya :D

5 comments:

A.S. Dewi said...

Aku juga anak ke2 , mbak. Menurutku sih enaknya anak kedua tuh lebih dibebasin. Soalnya ortu sibuk dgn yg adik Dan Kakak yg dituntut untuk dapat tanggung jawab terbesar. Jadi si anak kedua dibiarin main sendiri deh. K

Ana said...

Duuuh mba fer jadi curhat :') *puk-puk*
mba waktu baca buku ini jadi laper ngga? *ngences liat kue2nya*

ferina said...

@Dewi: hehehe.. karena dibebasin, jadi malah berasa gak diperhatiin

@Ana: hmmm.. ngiler... pengen makan cake yang krim-nya tebel...

nannia said...

Perbedaan anak pertama dan anak kedua ini kyanya masalah klasik, Biasanya orang/saudara kebih ingat anak pertama , untuk mencari perhatian biasanya anak kedua punya kebiasaan dan sifat yang berbeda dari anak pertama.
-Pengalaman jadi anak dan orang tua :D

Laras Wahyu Utami said...

aduhh, pgen bgt bli buku ini.. ngeliat sampulnya udh bkin ngiler apalagi stelah bca sinopsisnya klo trnyata ini bku ttng magic2, aku suka bku2 fantasy sprti itu :)
blh tau hrganya brpa mbk ferina?

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang