Wednesday, January 16, 2013

Because of Winn-Dixie




Because of Winn-Dixie (Karena Winn-Dixie)
Kate DiCamilo – 2000
Diniarty Pandia (Terj.)
GPU – Desember 2004
Untuk anak 9 tahun ke atas
(Via bukumoo123)

India Opal Buloni (namanya unik banget) semakin merasa kesepian sejak ia harus pindah ke Naomi, Florida, ke tempat tugas ayahnya yang baru. Ayah India adalah seorang pendeta. India hanya tinggal berdua dengan ayahnya. Ibu India pergi meninggalkan mereka berdua dan tak pernah ada kabar beritanya lagi.

Karena masih baru, Opal belum punya teman. Suatu hari saat ia pergi ke sebuah toserba, terjadi keributan. Kaleng-kaleng, sayur mayur semua berjatuhan. Penyebabnya adalah seekor anjing yang lusuh. Bulunya botak dan berantakan. Badannya kotor. Tapi, saat melihat anjing itu, seketika Opal langsung jatuh cinta. Langsung saja ia mengakui bahwa anjing itu adalah miliknya. Dan anjing itu diberi nama Winn-Dixie.

Musim panas berubah menjadi menyenangkan berkat Winn-Dixie. Opal memberanikan diri bertanya tentang ibunya kepada ayahnya. Opal dan Winn-Dixie juga berteman dengan beberapa warga di Naomi. Yang lucunya semua orang dewasa. Ada anak sebaya yang ingin berteman dengan Opal, tapi karena mereka selalu mengganggunya, Opal jadi segan berteman dengan mereka.

Ada Otis, si pemilik Toko Binatang Getrude. Opal bekerja di sini, demi bisa membeli kalung untuk Winn-Dixie. Lalu, ada Gloria Dump – perempuan tua yang di’gosip’kan adalah seorang nenek sihir. Rumahnya di dalam hutan, mirip banget sama kisah Hansel and Gretel. Dan, adalagi Amanda Wilkinson, pengunjung setia Perpustakaan Herman W. Block Memorial yang selalu bermuka masam.

Perpustakaan Herman W. Block Memorial ini dimiliki oleh Miss Franny Block. Jangan bayangkan, perpustakaan ini adalah sebuah gedung atau bangunan. Tapi ternyata, ini adalah sebuah rumah mungil yang hangat. Perpustakaan ini adalah hadia ulang tahun untuk Miss Franny Block (ahh.. langsung terbayang betapa nyamannya rumah ini). Saat-saat Opal di perpustakaan, adalah scene favorit saat membaca buku ini. Si Miss Franny Block, nenek lincah dan menyenangkan ini, sering bercerita tentang kisah keluarganya yang juga menakjubkan.


Dengan adanya Winn-Dixie dan juga teman-teman barunya, Opal tak lagi merasa kesepian. Meskipun ia selalu merindukan ibunya, tapi ia tahu ada orang-orang lain yang menyayanginya. Bahkan ayahnya yang kaku berubah menjadi lebih santai.

Akhirnya, saya ‘berhasil’ baca semua novel Kate DiCamillo yang sudah diterjemahkan. Yang jadi ciri khas di karya Kate DiCamillo adalah selalu ada tokoh hewannya, ada tikus, kelinci, gajah, anjing bahkan harimau. Kisah-kisahnya simple, tentang mimpi si tikus yang jadi ksatria berbaju besi, petualangan sebuah boneka kelinci porselen, gajah yang selalu sedih, harimau yang ingin bebas dan anjing yang seolah selalu tersenyum.

Because of Winn-Dixie meraih beberapa penghargaan untuk buku anak-anak antara lain: pemenang Josette Frank Award (2000) ,Honor Books – Newberry Award (2001) dan pemenang Mark Twain Award (2003).


Posting ini dibuat untuk diikutsertakan dalam event Fun Year With Children’s Literature yang dihost oleh B’zee (bulan pertama: kategori Award’s Winner)

2 comments:

Helvry Sinaga said...

Ha...aku juga udah baca ni mbak
udah donlot filmnya juga #upss

bacaanbzee said...

Bagus ya namanya Winn-Dixie :D

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang