Thursday, November 22, 2012

Ratu Mawar Putih




Ratu Mawar Putih (The White Queen)
Putro Nugroho (Terj.)
Penerbit Esensi
577 hal.
(Rental di @ReadingWalk)

Elizabeth Woodville, adalah seorang janda yang suaminya gugur saat perang saudara di Inggris – perang antara klan Lancester dan klan York. Elizabeth sendiri ada di pihak Lancester.

Tapi, saat iring-iringan Raja Edward IV lewat, kecantikan Elizabeth menarik perhatian sang raja. Mereka pun jatuh cinta dan Elizabeth bertekad membawa keluarganya ke derajat yang lebih tinggi.

Tapi sayangnya, pernikahan mereka mendapat banyak pertentangan dari kalangan kerajaan. Terlebih karena Elizabeth berasal dari pihak musuh. Meskipun menjadi pendamping sang Raja, kedudukannya sebagai ratu belumlah aman. Maka Elizabeth, dengan kekuasaannya sebagai ratu, menempatkan para saudara-saudaranya tersebar di seluruh Inggris, agar ia tahu siapa yang berpihak padanya dan siapa yang menjadi musuhnya. Raja masih terus pergi berperang menumpas pihak-pihak yang juga menginginkan mahkota raja. Banyak pihak yang dirugikan dengan pernikahan ini. Ditambah lagi kehadiran putra mahkota, yang tentu saja semakin menggeser kedudukan George dan Richard – dua saudara kandung Edward yang tak kalah ambisius.

Saat Raja Edward IV mangkat pun, Elizabeth tak juga aman. Terlebih putra mahkota yang masih kecil. Isu-isu tak sedap beredar. Pernikahannya dengan Raja Edward IV dianulir dan semua anak-anaknya dianggap anak haram.

Aduh, ribet kali kehidupan kerajaan Inggris ini. Perang perebutan kekuasaan yang tak henti, fitnah yang terus bergulir. Intrik-intrik politik kerajaan. Sejarah yang benar-benar penuh darah. Sesama saudara rela saling bunuh demi mencapai puncak tertinggi – yaitu menjadi Raja.

Elizabeth Woodville - via tudorplace.com


Tapi, biar ambisius, Elizabeth tetap seorang ibu yang senantiasa khawatir akan keselamatan anak-anaknya.

Terus terang, gue rada pusing baca buku ini. Pusing dengan nama-nama yang sama - Raja Richard, Pangeran Richard, Raja Edward, Pangeran Edward dari klan A, Pangeran Edward dari Klan B, lalu Elizabeth di sana, Elizabeth di sini… aduh.. betapa gak kreatifnya orang Inggris jaman dulu. Gue jadi suka ‘sliwer’ sendiri, ini lagi ngomongin Richard atau Edward yang mana?

Yang menarik menurut gue dalam cerita ini adalah legenda Melusina si Dewi Air. Dalam kesulitan, Elizabeth kerap meminta bantuan sang Dewi untuk membalaskan dendamnya kepada pihak-pihak musuh.

Lalu, hihihi.. gue ngikik sendiri setiap baca kalimat, “Istriku, mari kita ke ranjang.”

Dua tangkai mawar putih aja ya, buat buku ini…

1 comments:

desty said...

terjemahannya bagus ga mbak?

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang