Monday, August 30, 2010

Princess Academy

Princess Academy
Shannon Hale @ 2005
Bloomsbury – 2007
314 hal.

Miri tinggal di sebuah pegunungan bernama Gunung Eskel. Penduduk setempat bekerja sebagai penambang batu dan hidup sangat sederhana. Miri hanya tinggal bersama Pa dan kakak perempuannya, Marda. Menurut cerita, Ma meninggal ketika Miri masih bayi. Sebenarnya Miri ingin ikut membantu Pa dan Marda bekerja di penambangan, tapi, menurut Pa, Miri masih terlalu kecil untuk ikut bekerja. Kehidupan lain di Gunung Eskel muncul ketika para pedagang datang untuk membeli batu-batu di Gunung Eskel.

Kehidupan di Gunung Eskel yang tenang dikejutkan dengan datangnya utusan dari kerajaan, yang membawa berita bahwa calon istri dari sang Pangeran ada di antara gadis-gadis Gunung Eskel. Orang-orang lembah, demikian kerajaan itu berada, digambarkan adalah orang-orang yang sombong. Mereka memandang rendah orang-orang Gunung Eskel, yang bahkan bukanlah merupakan provinsi, tapi hanya sebuah wilayah kecil. Ada beberapa gadis Gunung Eskel yang termasuk dalam kategori sebagai calon istri alias calon Putri. Tapi, nanti sang Pangeran-lah yang akan memilih sendiri satu di antara mereka. Sebelum itu, para gadis itu harus mengikuti serangkaian pendidikan di Akademi Putri Raja, mereka akan diajar membaca, tata krama, bahkan berdansa.

Beberapa gadis – terutama yang lebih tua dari Miri, terlihat ambisius. Sementara Miri, diam-diam merasa, bahwa orang-orang lembah tak akan membiarkan gelar itu jatuh ke tangan gadis gunung. Perseteruan, persaingan terjadi di antara para gadis. Guru mereka yang keras kerap memberikan hukuman. Miri yang paling berani menentang perilaku gurunya itu, tapi juga sering mendapat cibiran dari ‘saingannya’.

Di daerah itu, ternyata rawan penjahat. Mengetahui ada calon istri pangeran, sekelompok perampok, menyandera gadis-gadis itu. Mereka ingin uang tebusan yang besar biar sang calon putri bisa bebas.

Secara tak langsung, Miri juga ingin terpilih. Bukan karena ingin memperoleh gelar, tapi ia ingin, jika memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Pa dan Marda. Tapi, ia juga tidak rela meninggalkan Gunung Eskel, karean ada yang diam-diam ia cintai.

Well… ini cerita yang simple dan udah sering kali ya. Tentang calon putri yang ternyata ‘tersembunyi’ di antara gadis-gadis desa. Awalnya gue menebak, ahh… pasti Miri deh yang jadi putrinya, karena dia kan tokoh utama, gadis yang paling menonjol, paling berani. Tapi ternyata, bukan…. Ada rahasia lain. Sebuah ‘fakta’ yang dari awal udah keliatan, tapi kita gak bakal memperhatikan karena focus cerita ada di Miri. Tapi, sayangnya, si calon putri itu, baru buka rahasia di ending cerita, dan bikin ending-nya jadi kurang ‘mengejutkan’. Yang bikin cerita yang udah terbangun pelan-pelan dari awal, jadi kurang gimana gitu. Tapi ya… gue termasuk ‘penggemar’ cerita putri-pangeran, dalam berbagai versi. Hehehe.. meskipun endingnya sih jelas.. happily ever after…

0 comments:

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang