Friday, November 22, 2013

The Knife of Never Letting Go




Chaos Walking #1: The Knife of Never Letting Go
Patrick Ness @ 2008
Walker Books
479 hal
(untuk 12 tahun ke atas)

Tersebutlah sebuah kota bernama Prentisstown. Penduduk kota ini hanya terdiri dari para laki-laki. Konon para perempuan meninggal karena terkena wabah yang dibawa oleh para alien yang mereka sebut Spackle. Ketika anak laki-laki berumur 13 tahun, maka ia resmi menjadi seorang pria dewasa. Di kota ini, tak seorang pun bisa menyimpan rahasia, karena apa yang mereka pikirkan akan ‘terdengar’ oleh orang lain. Apa yang ada di hati seseorang, bisa ‘terbaca’. Bahkan, binatang pun bisa bicara. Inilah wabah itu. Hanya laki-laki yang pikirannya bisa didengar oleh semua orang, tapi apa yang ada di pikiran para perempuan tidak bisa didengar oleh laki-laki. Konon katanya, para perempuan gak tahan dengan ‘kebisingan’ itu, makanya secara perlahan, para perempuan meninggal dunia.

Di kota ini pula, yang namanya buku itu dilarang. Semua hanya mengikuti satu petunjuk dari Mayor Prentiss dan antek-anteknya.

Todd Hewitt adalah anak laki-laki terakhir yang ada di Prentisstown. Sebulan lagi, ia akan berumur 13 tahun dan resmi jadi pria dewasa. Ia tidak punya teman, karena ketika anak laki-laki menjadi dewasa, maka mereka gak mau berteman lagi dengan anak laki-laki lain. Tentu saja Todd excited menunggu datangnya usia 13 tahun itu. Todd yang yatim piatu diasuh oleh Ben dan Cillian, teman orang tua Todd.

Tapi, sebelum usia 13 tahun itu datang, secara tak sengaja Todd menemukan sebuah keanehan. Hal ini yang membuat Todd harus segera menyingkir dari Prentisstown dan menemukan sebuah Dunia Baru, di mana dunia tidaklah ‘sebising’ tempat Todd sekarang tinggal.

Tapi, tentunya tak mudah untuk menuju tempat itu, karena seluruh penduduk Prentisstown memburunya. Sebagai anak laki-laki terakhir, posisi Todd jadi ‘istimewa’. Ada tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh Mayor Prentiss. Di usia yang masih belia, Todd harus menempuh sebuah perjalanan panjang dan sulit. Belum lagi, orang-orang ‘gila’ yang ingin membunuhnya sebagai upaya ‘pembuktian’ diri.

Untungnya Todd gak sendiri, selain ditemani anjingnya Manchee, Todd bertemu dengan seorang gadis bernama Viola.

Buku ini untuk remaja, tapi ‘isu’ yang ada di buku ini lumayan berat. Mulai dari politik, gender dan bahkan agama. Mungkin gak setegang Hunger Games, tapi gue lebih tertarik untuk mengikuti serial ini daripada serial Matched (Ally Condie). Untung isinya bukan cerita dystopian ‘berbalut’ cinta segitiga. Gue suka karena di buku ini tokoh utamanya laki-laki, bukan perempuan plin-plan kaya’ di Matched (kenapa gue jadi sebel sama Matched ya?). 

Ada dua adegan yang bikin gue ngilu, yaitu ketika Todd harus milih antara Manchee dan Viola, dan ketika Todd harus pisah sama Ben untuk yang kedua kalinya.

Buku ini meraih penghargaan sebagai pemenang dari The Booktrust Teen Fiction. Dan, rasanya perlu segera nyari sequelnya – The Ask and the Answer dan Monster of Men. O ya, bahkan ada prekuelnya juga – The New World.

Submitted for:

1 comments:

Monica Ruliandri said...

Aku pun sebel sama Matched! Toss :D

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang