Thursday, June 19, 2014

Vivien’s Heavenly Ice Cream Shop



 

Vivien’s Heavenly Ice Cream Shop

AbbyClements @ 2013

Queras

349 hal.


Imogen dan Anna McAvoy, adalah dua kakak beradik, yang bisa dibilang berbeda karakter. Anna, tipe gadis yang senang memasak, memilik kehidupan yang tenang dan punya perencanaan. Sedangkan, Imogen, tipe yang berjiwa bebas. Ia ‘mengembara’ ke Thailand, hari-harinya bagaikan sedang berlibur panjang – surfing, diving dan memotret kehidupan bawah laut (ahh… pengen ikutan nyemplung ke laut rasanya).

Imogen kembali pulang ke Brighton, Inggris, ketika nenek mereka, Vivien meninggal dunia dan mewariskan toko es krim kepada Imogen dan Anna. Toko es krim itu sudah berdiri sejak lama dan merupakan salah satu warisan yang berharga. Imogen dan Anna  bertekad mempertahankan toko es krim itu, sementara salah seorang kerabat mereka, ingin agar toko es krim itu menjadi tempat yang lebih modern.

Dengan pengetahuan yang minim, Imogen dan Anna membuat rencana agar warisan Vivien tidak hilang begitu saja. Tapi ada saja kendala yang membuat semua tak berjalan lancar – Imogen yang gagal membuat es krim atau cuaca yang tidak mendukung. Tapi mereka tidak patah semangat. Anna pergi ke Italia untuk belajar cara membuat es krim yang benar.

Hmmm… ceritanya manis sih… tapi… gak meninggalkan sebuah kesan yang istimewa. Ada konflik tapi koq rasanya cuma ‘sekelebat’, cuma percik-percik dikit, gak sampai ‘meledak’. Gak ada greget yang membuat gue lebih bersimpati dengan Anna dan Imogen. Kesannya jadi biasa aja, padahal banyak banget yang bisa disajikan dengan lebih ‘greget’. Gue ngerasa, setiap pindah bab, udah aja gitu, satu masalah selesai, terus cara mereka bicara juga berasa datar

Oke lah, ada kisah cinta yang tentu saja menjadi pelengkap di dalam buku ini, dua kakak beradik ini mengalami patah hati dan dua-duanya segera menemukan penggantinya. Dan gue berharap, Mateo gak hanya jadi tokoh ‘pelengkap’ yang kaya’ numpang lewat. Tapi untung sih, meskipun Anna juga suka sama Mateo, saat di Italia gak ada adegan percintaan yang dipaksakan muncul.

Sayang banget, padahal latar belakangnya udah menarik. Gue membayangkan rumah Vivien yang hangat, atau toko es krim yang kuno tapi bikin betah untuk duduk-duduk di sana. Apalagi letaknya di pinggir pantai . . . udah pas banget deh.

Jadinya, saat menutup buku ini, gue pengen – ke pantai dan makan es krim.


Submitted for:

- Books in English Reading Challenge 2014
- Lucky No. 14 - Reading Challenge (category: (Not So) Fresh from the Oven)
- New Author Reading Challenge 2014

0 comments:

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang