Thursday, June 19, 2014

TimeRiders #2: Day of the Predator



 

TimeRiders #2: Day of the Predator

Alex Scarrow @ 2010

Desy Natalia (Terj.)

Elex Media Komputindo - 2014

448 hal.


Trio TimeRiders kembali diuji untuk ‘mengembalikan’ sejarah pada porsi yang benar. Foster yang pergi meninggalkan Liam, Maddy dan Sal, sudah menunjuk Maddy untuk menjadi pemimpin – Sal tetap sebagai pengamat dan Liam sebagai ‘eksekutor’. Sementara itu, Bob yang hancur dari misi sebelumnya digantikan dengan sosok baru yang ternyata ‘berjenis kelamin’ perempuan dan diberi nama Becks oleh Liam. Hehehe… kalo gak inget itu robot, Liam udah nyari jatuh cinta sama Becks.

Misi TimeRiders kali ini adalah mencegah pembunuhan terhadap seorang anak bernama Edward Chan di tahun 2015. Edward Chan ini nantinya konon juga memegang peranan penting dalam sejarah teknologi perjalanan waktu. Tapi ada orang yang tak ingin hal itu berhasil dan berusaha melenyapkan Edward. Maka pergilah Liam dan Becks ke tahun 2015.

Tapi, sebuah kecelakaan terjadi karena ketidakawasan Maddy, yang tak sengaja membuka portal waktu ke jaman yang tak terduga. Liam, Becks dan sekelompok pelajar terlempar ke sebuah Hutan Belantara pada jaman 65 juta tahun SM – ke masa Dinosaurus!!!

Sementara Liam, Becks dan yang lain mencoba bertahan dari serangan dinosaurus, maka Maddy dan Sal – juga si computer Bob berusaha mencari koordinat di mana tepatnya Liam dan Becks berada.

Sekali lagi, di kota New York terjadi sebuah gelombang waktu yang mengubah kota yang sibuk ini menjadi hutan belantara yang dihuni oleh para dinosaurus. Bukan hanya itu, Maddy dan Sal juga harus berhadapan dengan agen rahasia yang mengetahui keberadaan TimeRiders dari sebuah fosil bertuliskan kode yang dibuat oleh Liam, yang ditemukan seorang anak kecil di tahun 1941.

Haduh… gue serasa ikut sport jantung baca buku ini. Deg-degan menunggu dinosaurus yang muncul plus menanti kapan jendela kepulangan bakal terbuka. Apa mereka berhasil selamat? Dan gue masih ngilu setiap ada adegan ‘tubuh yang terbelit’ – menandakan mereka yang gak selamat dalam perjalanan perpindahan waktu itu.

Di buku kedua ini, porsi ‘masa lalu’ lebih banyak ditampilkan. Kota New York tahun 2001 yang ada dinosaurusnya itu cuma digambarkan sekilas. Padahal, lebih seru kalau ada adegan Maddy atau Sal terjebak di antara para dino, seperti waktu mereka dikepung oleh zombie di buku pertama. Tapi,  ya sudahlah, itu gak mengurangi efek seru dan menegangkan dalam buku ini.

Membaca seri yang kedua ini, membuat gue jadi makin gak bisa ‘move on’ dari serial ini. Dan semoga di buku-buku selanjutnya juga begitu (dan please… semoga gak kelamaan ya nunggu terjemahannya)



Submitted for:

- Young Adult Reading Challenge 2014

0 comments:

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang