Friday, March 28, 2014

The Summons



 

The Summons (Panggilan)

John Grisham @ 2002

Hidayat Saleh (Terj.)
GPU – September 2002
432 Hal.

Ray Atlee, seorang profesor hukum di University of Virgnia, menerima sepucuk surat dari ayahnya, Ruben Atlee. Ruben Atlee, atau lebih dikenal sebagai Hakim Atlee, seorang hakim yang sangat dihormati oleh warga Clanton. Tapi sayangnya, hubungan antara Ruben dengan kedua anaknya – Ray dan Forrest, kurang begitu baik.

Ray Atlee menduga panggilan mendadak itu akan membicarakan tentang harta kekayaan yang dimiliki Hakim Atlee, sehubungan dengan warisan, mengingat kondisi Hakim Atlee yang sudah tua dan sakit-sakitan. Maka pulanglah Ray ke Clanton. Tapi, sampai di sana, ia malah menemukan bahwa Hakim Atlee sudah meninggal, dalam kesendirian di rumahnya.

Sepucuk surat wasiat ditemukan di meja kerja Hakim Atlee dan menunjuk Ray sebagai eksekutor dari warisan yang ditinggalkannya. Ketika sedang memeriksa ruang kerja itu, Ray menemukan berpuluh kotak yang isinya uang sejumlah 3 juta dolar! Yakin uang itu bukanlah uang ‘yang benar’, maka Ray memutuskan untuk menyimpan rahasia itu. Yah, Ray yang lurus itu pun tergoda dengan uang tersebut. Karena kalau sampai adiknya tahu, Ray takut uang itu akan dipergunakan untuk hal yang tidak baik, mengingat reputasi Ray sebagai peminum dan pemakai obat.

Tapi, hidup Ray jadi tidak tenang, ada orang yang membuntutinya, mengancam dan mengincar uang tersebut. Ray masih percaya bahwa ayahnya tak akan menerima uang kotor, maka ia pun menyelediki arsip-arsip yang ditinggalkan ayahnya untuk mendapatkan petunjuk dari mana datangnya uang tersebut.

Tak ada drama pengadilan di buku ini. Lebih menyorot pada pribadi Ray Atlee dan hubungannya dengan Hakim Atlee serta Forrest. Ray yang memiliki kehidupan yang teratur, tiba-tiba seolah mendapat sebuah kejutan dengan penemuan uang dalam jumlah besar. Ia jadi tergoda tapi juga berubah menjadi pribadi yang paranoid. Berbeda dengan Forrest yang dari awal sudah digambarkan sebagai bad boy, meskipun ia bertekad untuk berubah, tapi Ray nyaris tak percaya.

Hakim Atlee – kaku dalam hubungannya dengan anak-anaknya, tapi ternyata pribadi yang peduli dengan sesama,  banyak dana bantuan yang mengalir dari rekening bank pribadinya. Penemuan uang itu nyaris menodai pandangan Ray terhadap ayahnya.

Meskipun bukan novel John Grisham favorit gue, tapi, cerita di dalam buku ini, mampu membuat gue penasaran untuk bisa bertahan sampai akhir cerita. Penasaran siapa pelaku teror terhadap Ray. Ending-nya memang rada datar, tapi menurut gue justru menggambarkan hubungan yang memang ‘dingin’ antara Ray dan Forrest.

Submitted for:


-          2014 TBRR Pile – Reading Challenge (additional challenge: Mystery)


-          John Grisham Read-along

2 comments:

astrid said...

ini salah satu buku grisham yang paling lambat dan agak bosenin ya, terutama di awal-awal.. kurang banyak konflik... tapi gw jadi penasaran karna lupa endingnya gimana, pingin baca ulang ah, haha

Hobby Buku said...

Ending kisahnya bikin nyesel setengah mati, soalnya sudah punya persepsi adanya adegan seru, eh malah jadinya "begitu" ... tapi bikin gregetnya justru di ending kyknya :D

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang