Thursday, March 27, 2014

The Reader



 

The Reader (Des Vorlesser - Sang Juru Pembaca)

Bernard Schlink

Fransiska Paula Imelda Alexandria Tobing (Terj.)
Elex Media Komputindo, 2012
227 Hal.

Michael Berg, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun – waktu dia lagi sakit dan iseng jalan-jalan, tiba-tiba dia lemas dan muntah-muntah di jalan. Dia ditolong oleh seorang perempuan berusia 30 tahun, yang mau repot-repot gantiin baju, nyiram bekas muntah dan mengantar dia sampai ke rumah. Sama ibunya, Michael disuruh datang ke rumah perempuan itu dan mengucapkan terima kasih.

Nah, di rumah perempuan itu, yang kemudian diketahui bernama Hanna Schmitz, Michael disuruh duduk-duduk, dan gak sengaja deh Michael ngeliat Hanna yang lagi ganti baju. Sebagai anak yang beranjak dewasa, deg-degan dong ngeliat pemandangan kaya’ gitu. Ehh… besoknya, Michael datang lagi deh ke rumahnya si Hanna – penasaran gitu ceritanya. Dan berakhirlah kunjugan hari itu dengan acara mandi dan bobo’  bersama. Nyaris setiap harilah, akhirnya sepulang sekolah Michael mampir ke rumah Hanna dan mengulang ‘ritual’ itu. Belakangan, Hanna minta dibacain cerita sama Michael, maka sebelum tambah satulah kegiatan mereka sebelum melakukan yang satu itu.

Ok baiklah, bagian pertama dalam buku ini membuat gue hampir merasa gak sanggup nerusin buku ini. Masa’ sih isi ceritanya cuma bolak-balik perjalanan ke rumah Hanna dan baca-mandi-bobo’?

Tapi masuk ke bagian kedua dan lanjut ke bagian 3, ternyata mulai menarik. Di mana, Hanna pergi secara misterius gak tau ke mana, dan Michael mulai jadi mahasiswa di sebuah sekolah hukum. Michael bertemu Hanna lagi di sebuah pengadilan, ketika Hanna menjadi terdakwa dalam sebuah kasus pembakaran sebuah gereja yang isinya adalah orang-orang Yahudi.

Dari sini, baru Michael tahu, alasan Hanna selalu minta dibacakan buku oleh Michael dan ketika Hanna dinyatakan bersalah, Michael merasakan ada sesuatu yang gak beres dan sedikit ‘gemas’ karena Hanna pasrah aja menerima keputusan yang berat, sementara sesama terdakwa lain mendapatkan hukuman yang lebih ringan.

Pilihan tema Baca Bareng BBI bulan Maret ini sungguh membuat gue ‘galau’ – baik untuk Oprah’s Book Club dan buku Puisi. Nyaris mendekati akhir bulan gue gak tau mau baca apa – meskipun gue punya buku Love in Time of Cholera, tapi gue gak yakin bisa menyelesaikan buku itu. Sampai akhirnya gue memutuskan untuk nyari di Reading Walk, dan ketemu lah buku ini.

Memang sih, buku ini lumayan tipis, tapi, gue udah siap-siap ‘menghadapi’ sebuah alur cerita yang lamban dan ‘sepi’. Buku ini bercerita dari sudut pandang Michael – bagiakan sebuah buku harian, Michael bertutur dengan semua perasaannya terhadap Hanna, bagaimana ketika mereka berpisah, Michael masih saja terobsesi dengan sosok Hanna. Michael tahu hubungan mereka ‘tak pantas’, makanya ia takut bercerita kepada teman dan keluarga tentang hubungan mereka. Tapi, ada rasa bersalah dalam diri Michael, seolah ia malu dan tak mau mengakui hubungan mereka. Hal ini jadi beban dalam diri Michael, terbawa dalam fase kehidupan Michael selanjutnya.

Sementara Hanna, gak banyak yang diketahui tentang latar belakang dirinya. Apa yang diketahui tentang Hanna, bisa disimak lewat penuturan Michael. Jadi ya, kita gak tau, sebenernya Hanna itu gimana. Apa dia juga cinta sama Michael, seperti Michael yang jatuh cinta berat sama Hanna?

Sebuah hal yang sangat berarti, ketika Hanna dipenjara, Michael kerap mengirim kaset-kaset untuk Hanna yang berisi rekaman suara Michael yang membaca sebuah buku. Hingga akhirnya, Hanna berhasil mengirim surat dengan tulisan Jungchen, cerita terakhir bagus sekali. Terima kasih, Hanna.” Tanda sebuah perjuangan yang dilakukan oleh Hanna untuk mengatasi kekurangan yang dimilikinya.


Submitted for:



-          Baca Bareng BBI bulan Maret 2014 – tema: Oprah’s Book Club


8 comments:

Threez said...

Sepertinya banyak ya yang memilih untuk baca buku ini.

Helvry Sinaga said...

mungkin ketika sudah sampai bagian mengirimkan kaset ke penjara, dikasih judul kecil The Speaker ya mbak, hehehe

bzee said...

Baru baca filmnya, banyak bobo-bacanya, haha

Anonymous said...

ih banyak yang baca buku ini, jadi gemes pengen baca >,<

astrid said...

buku ini paling banyak direview bulan ini :D gw belum pernah baca fer, baru nonton filmnya, bagus sih filmnya tapi kayaknya sudut pandang di buku lebih banyak ke si michael ya?

Tjut Riana said...

film nya keren banget, bukunya malah belum baca :)

ferina said...

@Astrid, Indah, Cei: banyak yang baca, mungkin karena udah nonton kali ya. jadi lebih gampang dibayangin... tapi aku sih belum nonton

@Bang Epi: ya tuh.. harusnya ada part 2 judulnya 'The Speaker'

@Bzee, Mbak Riana: aku malah belum nonton

alvina vanila said...

Kalo di buku aslinya dipanggil kid, diterjemahin jadi jungchen..kok jauh ya x_x

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang