Wednesday, June 20, 2012

Nibiru dan Kesatria Atlantis



Nibiru dan Kesatria Atlantis
Tasari GK @ 2010
Penebit Metamind - Cet. I, Desember 2010
692 hal
(via bukumoo123)

Tersebutlah sebuah negara bernama Kedhalu, yang didirikan oleh seorang raja baik hati dan dicintai oleh rakyatnya bernama Raja Saternatez. Kedhalu dibagi menjadi dua bagian yaitu Kedhalu Utara dan Kedhalu Selatan. Setelah Raja Saternatez ‘menghilang’, Kedhalu dipimpin oleh Petunya.

Kedhalu Utara adalah tempat pemerintah berpusat. Di sini semuanya bisa dibilang makmur dan mewah. Penduduk Kedhalu bagian Utara ini berpenampilan rapi dan terpelajar. Rumah mereka bagus-bagus

Berbeda dengan Kedhalu bagian Selatan. Di sini semua lebih kasar, rumah mereka berdinding lumpur sudah mengeras. Mereka bekerja sebagai pekerja kasar untuk orang-orang Utara. Dan di sinilah Dhaca Suli – tokoh utama dalam buku ini – dilahirkan.

Dhaca Suli ini anak yang ‘bengal’, bandel. Tiga tahun berturut-turut ia selalu tinggal kelas. Anak-anak Kedhalu menuntut ilmu di Bhepomany, tempat mereka mengasah Pughaba yang mereka miliki. Ada bisa menguasai unsur alam, binatang, ruang dan waktu, menghilang, bahkan hingga kekebalan, menyembuhkan luka dan mengendalikan pikiran.

Pughaba ini adalah semacam ‘kekuatan’ yang ada pada setiap penduduk Kedhalu. Dan Pughaba ini harus terus dilatih agar mereka semakin kuat. Biasanya sih, kalo udah lulus dari Bhepomany, mereka bekerja untuk Petunya.

Masa lalu Dhaca Suli ini juga misterius, ibunya sudah meninggal dan ayahnya, Wamap Suli seorang kuli kasar ber-Pughaba rendah, yang gara-gara Dhaca mimpi buruk jadi panik.

Aduh… rasanya akan sangat panjang kalo diceritain semuanya di sini.. bukunya aja tebel banget.

Tapi, yang jelas, dari awal sih keliatan si Dhaca Suli akan jadi salah satu penentu nasib Kedhalu. Di mana setiap 5013 tahun, sang pembawa kiamat, Nibiru akan muncul dan membawa kehancuran bagi Kedhalu. Banyak pihak-pihak yang iri dengan Dhaca Suli, si bocah dari Selatan yang tiba-tiba saja jadi buah bibir se-Kedhalu. Hingga akhirnya ada juga yang ingin membuat Dhaca celaka.

Dhaca yang tadinya seorang bocah bandel dengan gank Empat Keparat Kecil-nya, jadi seorang anak yang tangguh dan punya tekad.

Lalu, ada kejuaraan Piala Bhepomany, yang rintangan berlapisnya mengingatkan gue pada Triwizard Turnament-nya Harry Potter. Tapi di sini lebih keren dong… rintangannya lebih banyak.

Horeee… *tepok tangan sendiri* .. rasanya ini adalah yang pertama kalinya gue berhasil menyelesaikan buku ‘seksi’. Terkagum-kagum dengan buku yang sangat tebal ini. Gue menemukan ‘rasa’ yang berbeda dari apa yang gue temukan ketika membaca Muhammad: Lelaki Penggengam Hujan. Karena ‘wujud’nya yang gendut, hard cover, gue jadinya hanya membaca buku ini saat weekend. Soalnya, ribet aja kalo dibawa-bawa ke kantor.

Wah, di dalam buku ini, banyak banget nama-nama aneh, penulisannya juga ribet bener, tentu saja tak ketinggalan hewan-hewan yang juga wujudnya ajaib. Gue juga jadi bertanya-tanya, akan setebal apakah buku selanjutnya (konon kabarnya sih ada – yah, mengingat ending yang menggantung itu).

Untuk mempermudah pembaca, di bagian akhir, Tasaro menulisakan ringkasan sejarah Kedhalu. Lengkap dengan kitab-kitabnya, nama raja-raja, lalu peta Kedhalu sendiri.

Kalau buat gue, membaca kisah ini serasa membaca cerita tentang negeri khayangan. Terutama kalau membayangkan busana yang dikenakan para penduduk Kedhalu Utara – misalnya di keluarga Thalkay – baju yang melambai sampai ke lantai (eh.. berima.. :D), rambut panjang berurai serta tutur kata yang lemah lembut.

Akhir kata… mungkin baru pertama kali ya, gue membaca fantasi karya penulis Indonesia yang ‘selengkap’ ini – yah mungkin terlepas dari beberapa kekurangan. Tapi, keren banget kan, ‘mengkhayal’, menciptakan negeri sendiri, bahasa-bahasa dan istilah sendiri, bahkan gue serasa baca buku sejarah. Konfliknya sendiri juga ribet. Tebakan gue sedikit meleset… tentang siapa yang berhak memakai cincin Raja Saternatez… benar-benar di luar dugaan…

* Tulisan ini dibuat dalam rangka Posting Bareng BBI – genre fantasy. Ehmm tadinya pengen ikutan yang tema Gothic, tapi takut gak keburu – secara sedikit ‘mengantuk’ setiap baca bukunya… hehehe…

5 comments:

Astrid said...

wowww..hebat fer, berhasil baca buku tebel! =D dan karya penulis lokal pula ya...btw gw suka covernya, tampak menarik dan gak kayak buku lokal ya =)

dion_yulianto@blogspot.com said...

kapan ya bisa beli buku ini? aduh lihat tumpukan. Bagusnya itu si tasaro bikin bahasa dan kamus sendiri ya keren

ferina said...

@astrid: ilustrasi di dalemnya juga bagus :)

@dion: coba tanya sama ana tuh, aku beli di bukumoo123, dgn harga 'miring' :)

buku ini emang keren :).. tapi.. hmmm.. masih bintang 3 aja deh :D

orybun said...

eh kabarnya ini buku mau dibuat seri keduanya .. aku nunggu serinya lengkap aja deh. *eh :D

fiberia said...

judulnya tertarik...illustrasi sampulnya saja yang bikin saya pikir2 beli.

kapan2 coba baca...

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang