Monday, July 30, 2007

Harry Potter & the Deathly Hallows

Harry Potter & the Deathly Hallows
J.K. Rowling
Bloomsbury, 2007
607 Hal.

Jauh sebelum buku terakhir dari Harry Potter ini dirilis, kehebohan udah lebih dulu dimulai, terutama tentang tebak-tebakan siapa yang bakalan mati: Harry Potter atau Voldemort?

Karena kematian Dumbledore, Harry merasa sudah jadi tugasnya untuk ‘menumpas’ Voldemort dan Death Eaters. Harry memutuskan untuk gak kembali lagi ke Hogwarts, meskipun itu adalah tahun terakhirnya. Ron dan Hermoine juga memutuskan untuk meninggalkan Hogwarts dan membantu Harry dalam menemukan Horcrux yang bisa menghancurkan Voldemort.

Sebelum memulai perjalanannya, Harry harus segera dipindahkan dari Privet Drive, kediaman keluarga Dudley. Untuk itu, demi keamanan, keluarga Dudley juga segera diungsikan ke tempat lain. Dan ‘pasukan’ dari Order of Phoenix menjemput Harry dengan penyamaran yang hebat. Tapi, sayang, meskipun selamat, formasi mereka sempat kacau balau karena ada yang membocorkan rencana ‘pemindahan’ Harry tersebut. Satu orang harus mengorbankan nyawanya.

Harry, Ron dan Hermoine seolah hidup dalam ‘pelarian’. Kementrian Sihir sudah jatuh ke tangan Voldemort, Death Eaters ada di mana-mana. Harry jadi the Most Wanted Person. Dumbledore ternyata meninggalkan surat wasiat yang isinya barang-barang yang akan diberikan pada Harry, Ron dan Hermione. Harry mendapatkan bola Snitch pertama yang berhasil ditangkapnya dalam pertandingan Quidditch, Ron dapat Deluminator, alat mirip korek api dan Hermione dapat buku kuno yang ternyata berisi dongeng-dongeng kuno. Awalnya mereka sama sekali gak tau, apa maksud Dumbledore memberikan benda-benda itu pada mereka.

Beberapa kali mereka harus menyamar dengan bantuan ramuan Polyjuice. Bersembunyi di hutan, di rumah Bill dan Fleur, menyusup ke Bank Gringotts, bahkan menyusup ke Kemeterian Sihir.

Berulang kali mereka harus berhadapan dengan Death Eaters, bahkan mereka tertangkap Goblin yang membawa mereka ke kediaman keluarga Malfoy. Ternyata di sana sudah ada Luna Lovegood dan Mr. Olivander, pembuat tongkat sihir, yang lebih dulu tertangkap.

Berkali-kali Harry ‘masuk’ ke dalam pikiran Voldemort. Ia mengetahui bahwa Voldemort mengincar sesuatu yang sangat berharga yang mungkin digunakan untuk membunuh Harry. Karena itulah Mr. Olivander tertangkap.

Di buku yang diberikan Dumbledore, Hermoine menemukan sebuah symbol yang menurut legenda berhubungan dengan kisah Tiga Bersaudara yang mencoba menipu Kematian.

Pertarungan puncak terjadi ketika suatu malam, Harry nekat menyusup kembali ke Hogwarts, padahal Hogwarts adalah tempat yang sangat berbahaya bagi Harry. Tapi, karena Harry merasa Voldemort sudah semakin dekat, maka keputusan harus segera diambil.

Yang paling seru memang waktu pertempuran terjadi di Hogwarts saat tengah malam. Ketika semua guru-guru yang masih mendukung Dumbledore dan Harry Potter, juga murid-murid yang sudah cukup mahir bertempur melawan Death Eaters. Ada banyak yang mati… hiks…

Banyak yang berharap (paling gak itu yang gue denger dari temen-temen gue), kalo Dumbledore hidup lagi kaya’ Penyihir Putih di Lord of the Rings… tapi ternyata…

Harry, Ron dan Hermione udah pinter mengucapkan ‘mantra-mantra’… tapi, koq.. duel antara Harry Potter dan Voldemort ‘cuma’ gitu aja ya… simple dan singkat banget…

Endingnya mmm… mungkin terlalu klise… demi memuaskan banyak orang (kali ya)… ya, gitu deh jadinya… Tapi, banyak rahasia-rahasia yang terungkap yang bikin cerita juga jadi lebih seru.

Kaya’nya, jadi pengen baca dari Harry Potter 1 lagi…

1 comments:

Ally said...

Buat fanficnya aja ...^_^

Emang menyedihkan b uku terkahir ini.

Terharu pas tahu semua hal tentang Snape

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang