Thursday, October 11, 2012

Safe House




Safe House
Meg Cabot (writing as Jenny Carroll)
Simon Pulse - 2004
262 hal.
(Rental di ReadingWalk)

Salah satu anggota cheerleaders di sekolah Jessica Mastriani ditemukan tewas – dan tiba-tiba saja Jess merasa seolah semua orang di sekolah menyalahkan dirinya karena tidak bisa menyelamatkan nyawa Amber. Peristiwa itu terjadi kala Jess sedang berlibur bersama temannya, Ruth. Dan saat Heather, seorang anggota cheerleader juga, menghilang, Jess lagi-lagi diharapkan bisa menemukan gadis itu sebelum terlambat.

Selama ini Jess dikenal mempunyai kemampuan menemukan orang hilang. Kasih saja salah satu barang milik si orang hilang itu, dan saat tidur Jess akan bermimpi tentang keberadaan orang tersebut. Dan, saat ini Jess mengaku kalau kemampuan itu sudah hilang. Tapi, tak ada yang mempercayai perkataan Jess dan mau tak mau Jess menuruti permintaan temannya untuk mencari Heather.

Misteri selanjutnya adalah siapa pembunuh Amber? Apa motifnya dan apakah orang ini juga yang menculik Heather?

Jess adalah gadis biasa-biasa saja di sekolah, bukan termasuk kelompok yang popular. Tapi, Jess lumayan sering dipanggil ke kantor kepala sekolah karena ia ternyata sering berkelahi. Well, kalau pun Jess itu populer, bukan karena dia termasuk gank yang cantik atau pintar, tapi karena sering dapet hukuman. Emosinya gampang meledak. Suka dengan cowok tipe-tipe bad boy. Jess juga anak yang tomboy. Kalau sebelumnya dia ke sekolah pake jeans, t-shirt dan sneakers, di term kali ini, Jess pengen jadi anak yang lebih 'manis'. Makanya dia ganti penampilan jadi lebih 'girly'.

Buku ini adalah buku ketiga dari seri 1-800-WHERE-R-YOU. Mungkin karena belum pernah baca buku sebelumnya, ada beberapa hal yang bikin jadi gak nyambung. Seperti, awal mula Jess punya kemampuan yang istimewa itu – katanya sih gara-gara kesamber petir. Terus, ada apa dengan kakaknya, Douglas yang katanya mengidap schizophrenia. Dan kenapa Jess begitu mudah meledak emosinya.

Buat gue buku ini gak terlalu istimewa. Datar aja gitu. Gak ada emosi, atau yang bikin penasaran banget. Mungkin karena ini untuk pembaca remaja, buku thriller-nya jadi gak rumit. Kalo untuk pembaca yang lebih dewasa dan pengen baca thriller a la Meg Cabot, silahkan baca seri Size 12 is not Fat. Kurang lebih setipe, lah.

2 comments:

oky septya said...

Uda baca seri2 sebelumnya mba?

Aku merasa masih golongan remaja nih. Udah lama nunggu seri 1-800-WHERE-R-YOU diterjemahin tapi sampe skg ga ada oTL

ferina said...

Belum baca, Ky.. makanya ada bagian2 yang rada2 gak nyambung nih..

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang