Wednesday, July 25, 2012

Her Fearful Symmetry



Her Fearful Symmetry
Vintage Books
485 hal
(Periplus Pondok Indah Mall – Special Price!)

Dalam surat wasiatnya, Elspeth mewariskan apartemennya di London kepada dua keponakan kembarnya yang ada di Amerika. Tapi dengan syarat yang aneh yaitu orang tua si kembar – Julia dan Valentina, tidak boleh menginjakkan kaki di apartemen itu, dan mereka harus tinggal di sana selama setahun, baru setelah itu boleh mereka jual jika mau.

Julia dan Valentina – kembar identik atau saat mereka berhadapan akan seperti berkaca. Mereka nyaris tak pernah berpisah. Untuk urusan sekolah pun, mereka harus selalu bersama. Urusan percintaan juga jadi hal yang jarang terjadi di antara mereka. Karena, jika mereka sudah puas berdua, kenapa harus berhubungan dengan yang lain? Karakter Julia lebih kuat daripada Valentina. Julia lebih sering mengambil keputusan, sementara Valentina hanya mengekor. Bahkan Valentina cenderung mengikuti semua yang Julia mau. Termasuk dalam hal minat. Valentina berbakat dalam hal jahit-menjahit dan punya cita-cita ingin mendalami hal itu dengan lebih serius, tapi terbentur dengan Julia yang jadi ‘bingung’, kalo Valentina sekolah, nanti dia sama siapa? Dan gara-gara ini, mereka bahkan jadi putus sekolah. Dalam hal fisik juga Julia lebih kuat dibandingkan dengan Valentina yang punya penyakit asma.

Awalnya, orang tua mereka, Eddie dan Jack keberatan melepas mereka hanya berdua ke London. Tapi, akhirnya mereka berpikir kalau justru ini hal yang bagus untuk melatih kemandirian mereka. Apalagi Julia dan Valentina begitu semangat ingin tahu latar belakang Elspeth yang tidak pernah mereka temui, atau malah, mereka baru tahu kalau ternyata Elspeth itu adalah saudara kembar Eddie.

Di London, akhirnya mereka mengalami hal yang tak terduga. Meskipun mereka tetap tak mengetahui kenapa Elspeth dan Eddie tidak pernah saling berkomunikasi, tapi, mereka malah berkenalan dengan hantu Elspeth. Valentina yang akhirnya jadi lebih ‘dekat’ dengan Elspeth. Dan hal ini justru membawa pada peristiwa yang tak masuk akal.

Awalnya gue rada pesimis saat mulai membaca buku ini. Gue punya pengalaman ‘buruk’ saat membaca Time’s Traveler Wife. Buku ini gak sempat gue selesaikan karena bikin gue bosan. Tapi, dari lembar-lembar pertama, buku ini ternyata membuat gue penasaran untuk membaca lebih tau. Selalu.. buku yang penuh rahasia berhasil menarik minat gue.

Elspeth, Julia dan Valentina, tokoh utama yang penuh dengan keanehan. Semua jadi seperti orang ‘sakit jiwa’. Valentina yang tampak rapuh, ternyata punya ide gila. Yah, Julia yang dominan lama-lama bikin Valentina ‘gerah’. Valentina mulai berontak dan melakukan banyak hal sendiri. Dan malah punya keinginan untuk berpisah dari Julia. Sementara, Julia pun jadi bingung dan cari kesibukan sendiri. Namanya kembar, ada aja rasa cemburu saat yang kembarannya punya dunia lain. Tapi, gue justru jadi berbalik simpati sama Julia yang koq kaya’nya malah jadi ‘korban’ orang-orang aneh di sekitarnya. Lalu, Elspeth yang penuh rahasia. Si hantu ini cemburu dan gak rela kalau Robert – kekasihnya semasa hidup, justru diam-diam menyukai Valentina.

Tokoh lain adalah, Robert, kekasih Elspeth, yang bekerja sebagai pemandu wisata di Highgate Cemetery. Robert ini masih susah untuk move-on setelah meninggalnya Elspeth. Justru Robert yang akhirnya tau rahasia Elspeth. Dan, satu karakter yang gak kalah ajaib adalah Martin, tetangga Robert dan Elspeth. Martin ini punya ‘keanehan’ – misalnya, jendela apartemennya semua tertutup karton hitam, nyaris gak pernah keluar dari apartemen, ‘gila’ kebersihan, sampai-sampai karena gak tahan dengan kegilaannya ini, istrinya, Marijke, pergi meninggalkan dia. Julia-lah yang berbaik hati mendekati Martin dan akhirnya bisa membuat Martin keluar dari comfort zone-nya.




Tadinya gue juga berpikir akan merasakan aura yang rada-rada spooky, mengingat cover-nya yang udah berbau-bau hantu, lalu setting cerita ini berkisar di dekat kuburan. Bahkan dari apartemen Elspeth akan terlihat pemandangan ke Highgate Cemetery. Belum lagi, hantu Elspeth yang berkeliaran. Untungnya sih, cerita di buku ini gak membuat gue merinding dan menutup buku gara-gara membayangkan film-film horror a la film Indonesia.

O ya, gue juga suka membayangkan isi apartemen Elspeth. Maklum, katanya Elspeth ini jual beli buku-buku tua. Di apartemen-nya banyak buku-buku, bahkan dari edisi yang udah langka.

Jadinya, yang tadinya pengen kasih 3 bintang aja, malah naik jadi 4 bintang.

5 comments:

Ana said...

hihii, jadi buku-buku tua dan langka jadi nilai tambah ya mba..
aku pernah liat buku ini diskon di peri, tapi gegara liat reviewnya orang waktu itu jadinya ngga jadi ambil deh. Tapi klo dari reviewnya mba Fer kok kayaknya jadi menarik yah

ferina said...

yah, begitulah.. seneng aja gitu, ngebayangin tempat tinggal yang penuh buku

hehehe.. aku beli ini juga gara2 discount yang aduhai itu di peri, meskipun gak yakin bakal suka.. eh... ternyata, menarik juga

miamembaca said...

Wah! Mbak Ferina kasih bintang 4, nah gini ini yang bikin penasaran, ada yang bilang suka ada yang bilang nggak.

Btw gambar rumah tuanya itu nyeremin ya mbaaak :p

ferina said...

@mia: aku takut juga tadinya bakal gak suka, gara2 baca review di tempat lain.

iya.. itu kan di kuburan ceritanya .. spooky gitu deh

outbound malang outbounddimalang.com said...

nice post :)
ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang