Wednesday, January 11, 2012

Charlie and the Great Glass Elevator


Charlie and the Great Glass Elevator
Roald Dahl @ 1973
Michael Foreman (Illustration)
Puffin Books – 1986
160 pages

Pastinya cerita Charlie & Chocolate Factory sudah tidak asing bagi pecinta Roald Dahl, dan untuk mereka yang mungkin belum baca bukunya, tapi udah nonton filmnya yang dibintangi Johnny Depp. Charlie Bucket yang datang dari keluarga miskin, tinggal bersama kedua orang tuanya, dan dua pasang kakek-nenek - Grandpa Joe, Grandpa George, Grandma Josephine dan Grandma Georgina. Keempat manula ini, sudah berpuluh-puluh tahun menghabiskan hidupnya di tempat tidur. Hanya Grandpa Joe yang akhirnya berani ‘turun’ untuk menemani Charlie ke Pabrik Cokelat Willy Wonka ketika Charlie seperti bagaikan ketimpa durian runtuh, mendapatkan ‘golden ticket’ yang hadiah utamanya adalah menjadi pewaris Willy Wonka, yang otomatis akan menjadi pemilik Pabrik Cokelat Willy Wonka.

Ternyata, kisah Charlie belum berakhir. Ke’nyentrikan’ Willy Wonka masih terus berlanjut. Kali ini Mr. Wonka mengajak Charlie sekeluarga mencicipi sensasi ‘The Great Glass Elevator’ – lift transparan yang ajaib. Semua ikut masuk dalam lift itu, termasuk tempat tidur para nenek-nenek.

Willy Wonka (2005)

Willy Wonka (1971)

Karena kehebohan dan kepanikan Grandma Josephine dan Grandma Georgina, lift yang tadinya hendak kembali ke bumi, tepatnya ke Pabrik Cokelat, malah melesat jauh sampai ke luar angkasa. Tiba-tiba mereka langsung melayang-layang di dalam lift itu karena keadaan hampa udara. Meskipun yang lain heboh, Mr. Wonka tetap sok tenang.

Kebetulan di saat yang sama, juga diadakan launching hotel di luar angkasa pertama, bernama Space Hotel USA. Para pegawai hotel sedang bersiap-siap di dalam roket mereka, menuju Space Hotel USA. Tapi, tentu saja semua jadi kaget melihat ada ‘benda’ aneh berkeliaran di angkasa. Bahkan Presiden Amerika pun turun tangan untuk mengatasi ‘makhluk’ ini. Berbagai dugaan tentang siapakah ‘mereka’ ini muncul. Spekulasi berseliweran, jutaan pasang mata turut memantau dari siaran televisi dan radion.

Lepas dari masalah melayang-layang di angkasa. Charlie sekeluarga dihadapkan pada masalah lain, yaitu masalah ‘menghilangnya’ Grandma Georgina karena overdosis saat mengkonsumsi Wonka-Vite. Alah.. apalagi Wonka-Vite ini? Yang jelas, ini juga salah satu tambahan bukti kenyentrikan dari Mr. Willy Wonka.

Membaca buku-buku Roald Dahl, membuat gue kembali ke masa kecil. Petualangan, cerita dan tokoh-tokoh yang unik membuat buku-buku beliau selalu menarik untuk diikuti. Roald Dahl adalah salah satu penulis favorit gue.

Lessons to learn dalam buku ini, gak boleh serakah, apa yang berlebihan bakal bikin semua jadi kacau. Apa-apa itu emang harus sesuai porsinya. Dan satu lagi, jangan jadi orang yang panikan, karena bakal membuat masalah juga jadi tambah runyam – tapi kalo di sini sih, karena para Grandma dan Grandpa yang panik, malah membawa mereka pada pengalaman menakjubkan dan tak terlupakan. Meskipun tetap… Grandma Josephine, Grandma Georgina dan Grandpa George keukeuh untuk selalu ada di atas tempat tidur mereka. Kata mereka,”Kita udah ada di atas tempat tidur selama berpuluh tahun, gak ada pentingnya juga kita menggunakan kaki kita sekarang.” Gitu kira-kira kata mereka.

Gue pun tersenyum-senyum membaca buku ini. Dan langsung membongkar lemari buku, melihat koleksi Roald Dahl dan langsung mencatat mana aja yang belum gue punya.

*Buku pertama untuk Name in A Book Challenge 2012

3 comments:

okeyzz said...

Wah seru, seru!! Ternyata Charlie and the Chocolate Factory blm tamat yaa..

Lanjutin ya seri berikutnya *penasaran

mademelani said...

baca roald dahl emg selalu bikin cekikikan... :))

itu grandma dan pa keras kepala jg ya... :))

eh tp buku ini illustratornya bukan quentin blake ya? seru jg gak gambar2nya? gue fans berat ama ilustrasi quentin blake, ngeliat gambar2nya rasanya heboh, jumpalitan, seruu...

kbtln jg lagi baca roald dahl nih, yg judulnya the wonderful story of henry sugar..

ferina said...

@okeyzz: buruan cari.. :)

@mademelani: aku sampe buka lagi bukunya, jgn2 salah nulis ilustrator. tapi bener, ternyata bukan Quentin Blake. Meskipun gak jauh beda, rasanya lebih afdol kalo ilustrator-nya Quentin Blake :)

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang