Friday, June 10, 2011

Morality for Beautiful Girls

Morality for Beautiful Girls
Alexander McCall Smith @ 2001
Abacus - 2006
246 hal.

Rasanya udah lama banget sejak terakhir gue membaca seri kedua dari The No. 1 Ladies’ Detective Agency: Tears of the Giraffe. Dan sekarang, waktu membaca kisah ketiga dari Mma Ramotswe ini, gue masih tersenyum-senyum simpul dengan kepolosan, kesabaran dan kejelian Mma Ramotswe.

Jangan bayangkan ada misteri yang rumit di sini, seperti pembunuhan yang berdarah-darah. Mma Ramotswe lebih banyak menyelesaikan masalah yang lebih berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam bukunya kali ini, Mma Ramotswe berusaha membantu orang yang punya kedudukan penting di pemerintahan, yang memiliki kecurigaan bahwa istri adiknya berniat meracuni adiknya dan menguasai harta untuk dirinya sendiri.

Lalu, dalam kehidupan pribadinya, Mma Ramotswe juga harus mencari jawaban atas perubahan sikap tunangannya, Mr. J.L.B. Matekoni, si pemilik bengkel Tlokweng Speedy Motors

Untung ada sekretaris, merangkap asisten pribadinya yang bisa dihandalkan. Selain menjadi asisten manajer di Tlokweng Speed Motors, Mma Makutsi tak disangka-sangka mampu memecahkan kerumitan dalam pemilihan Miss Glamorous Botswana. Mma Makutsi harus menyelidiki dari keempat kandidat, mana di antara mereka yang paling pantas menyandang gelar tersebut. Keberhasilan Mma Makutsi ini juga menyelamatkan kondisi keuangan The No. 1 Ladies’ Detective Agency yang nyaris selalu bersaldo negatif.

Melihat dari judulnya, berulang kali di buku ini dibahas, perilaku gadis-gadis muda dan cantik yang lebih cenderung menggunakan kecantikan mereka dibanding otak mereka. Berbeda dengan Mma Makutsi, si pemegang nilai tinggi di kampusnya, yang wajahnya memang bisa dibilang tidak cantik, tapi berotak encer. Namun nyatanya, para pria lebih memilih gadis cantik dibanding gadis pintar.

Cerita ‘detektif’ yang begitu tenang. Semua diselesaikan dengan cara yang sederhana. Tanpa penyelidikan yang begitu rumit, dengan mengandalkan hati, semua jadi jelas.

4 comments:

annisaanggiana said...

Sy penggemar berat seri Mma Ratsmowe ini, hehe.. Walaupun masalah yg diselidiki ngga berat2 amat tp ceritanya mengibur banget ya..

Tjut Riana said...

belum pernah baca serial ini, keliatannya menarik juga :)

astridfelicialim said...

Baru baca yang pertama, sekarang mau cari yg kedua =D sepertinya serial yang worth it utk terus diikutin ya fer..

Djefi Febian said...

buku bagus neh..kunjungi pasarbukuaksiku.tokobagus.com

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang