Monday, July 04, 2011

Theodore Boone: The Abduction

Theodore Boone: The Abduction (Theodore Boone: Penculikan)
John Grisham @ 2010
Monica Dwi Chresnayani (Terj.)
GPU – Juni 2011
232 hal.

Theodore Boone atau Theo kembali disibukkan dengan sebuah peristiwa hukum yang kali ini melibatkan sahabatnya sendiri. Di buku sebelumnya, sudah diceritakan bahwa Theo bersahabat dengan April Finnmore. April ini sedang mempunyai masalah dalam keluarganya. Kedua orangtuanya dalam proses perceraian. Ayahnya jarang di rumah, lebih sibuk dengan band-nya yang tak terkenal itu, ibunya juga sering menggunakan obat-obat terlarang. April anak yang tertutup, meskipun April dan Theo kerap bercerita, tapi tetap ada rahasia yang disimpan April.

Dan pada suatu hari, di tengah malam, keluarga Boone dikagetkan dengan berita bahwa April menghilang, diduga diculik oleh orang yang ia kenal. Theo pun khawatir dengan keselamatan sahabatnya itu. Ada petunjuk bahwa April sering berkirim surat dengan sepupu jauhnya, seorang tahanan bernama Jack Lepper. Jack Leppert ini diketahui kabur dari penjara. Tuduhan utama pun tertuju pada Jack Lepper.

Theo tentu saja gak betah hanya berdiam diri menunggu hasil kerja polisi yang menurutnya lamban. Ia mengerahkan teman-temannya, membentuk regu pencarian April. Mereka berpencar mencari April dan menempelkan selebaran foto April di penjuru kota tempat mereka tinggal.

Upaya ini tak juga membuahkan hasil. Namun berkat kecanggihan teknologi, kepintaran Theo, akhirnya ia berhasil mendapatkan sebuah titik terang tentang kemungkinan di mana April berada. Lagi-lagi, Theo harus menghindar dari orang tuanya yang protective dan meminta bantuan Ike Boone, pamannya yang juga mantan pengacara itu.

Di buku ini, gue lebih bisa merasakan emosinya Theodore Boone, mungkin karena kasusnya menimpa orang yang dekat dengan dia. Theo yang jadi gak bisa konsenstrasi, susah makan dan tidur, dan terus berpikir mencari cara untuk menemukan April.

Tapi menurut gue, cerita tentang Theo yang jadi ‘pengacara’ yang berurusan dengan Pengadilan Hewan, rasanya gak perlu diulang lagi di buku kedua ini. Karena kesannya hanya sebagai ‘sisipan’. Kenapa gak diceritain Theo yang berusaha ‘memecahkan’ kasus yang lebih ‘menantang’ sedikit.

8 comments:

Tjut Riana said...

Lho...sequel-nya Theo udah terbit ya? Kapok beli, mau cari pinjeman aja,hehe... aku masih baca buku John Grisham yg The Innocent Man.. :)

ferina said...

Lho.. kenapa kapok? kurang seru ya?
anyway, kalo yang The Innocent Man mau di'sale' lagi, let me know ya, mbak.. :)

annisaanggiana said...

Oooohhh dirimu udah baca sequelnya aja nihh..

Fanda said...

Hohoho...jadi pengeeeen!!
I always love John Grisham, and now I love Theo Boone also.

ferina said...

@annisa: iya dong... *pamer*

@Fanda: seandainya deket... aku pinjemin deh.. :D

honeylizious said...

sama sekali baru tahu tentang buku ini....

jadi kurang nyambung

tapi saya akan berusaha deh mencari dan membacanya

makasih informasinya ya?

Buntelan Kata said...

aku buku JG yang ini belum baca.
Mauu... di swap ngga mbak? :D

ferina said...

@Buntelan Kata: hehehe.. sorry, belum available for swap, nih..

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang