Monday, March 29, 2010

Recipes for a Perfect Marriage

Recipes for a Perfect Marriage (Resep Perkawinan Sempurna)
Kate Kerrigan @ 2005
Tanti Lesmana (Terj.)
GPU – Maret 2010
408 Hal.

Cinta yang menggebu-gebu di awal pertemuan tidak menjamin kebahagiaan sebuah pernikahan. Kalau melihat yang dialami Tres sa Nolan, dia langsung kecewa karena Dan, suaminya, tidaklah sempurna. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang sebelum menikah tidak jadi masalah, malah membuat Tressa emosi berat saat Dan sudah jadi suaminya. Belum lagi acara kumpul-kumpul dengan keluarga besar Dan yang nyaris setiap minggu. Tressa yang selama ini terbiasa hidup sendiri dan jauh dari keluarga, merasa tidak nyaman di tengah-tengah keluarga besar Dan, terutama ibunya yang tampaknya tidak bisa menerimanya dengan hangat.

Sebelum menikah, Tressa mendapatkan hadiah dari ibunya, berupa buku resep peninggalan neneknya, Bernadine. Lewat buku resep inilah, Tressa berusaha menyelami rahasia sebuah perkawinan, mengingat kembali liburan masa kecilnya ketika ia kembali ke Irlandia.

Bernadine sendiri sempat mengalami perkawinan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Di masa remajanya, ia jatuh cinta pada pemuda Irlandia yang tinggal di Amerika bernama Michael Tuffy. Cinta masa remaja yang menggebu-gebu, tapi ketika Michael Tuffy melamar Bernadine, keluarga Bernadine menolaknya, karena keluarga Bernadine yang miskin tidak mampu membayar mas kawin yang akan diberikan pada Michael. Bernadine kecewa, lebih kecewa lagi ketika orang tuanya menerima lamaran seorang guru bernama James Nolan. James bersedia menerima Bernadine meskipun tanpa mas kawin.

Bernadine sama sekali tidak memiliki rasa cinta untuk James. Cintanya sudah diambil oleh Michael. Bertahun-tahun, James dengan penuh kesabaran menghadapi Bernadine. Sementara Bernadine masih saja memberikan dirinya dengan setengah hati.

Dua generasi dengan dua perkawinan yang mereka anggap tidak sempurna. Butuh banyak sekali kompromi untuk mengenyahkan segala kekurangan dari pasangan biar gak jadi ganjelan.

Tressa dengan perkawinannya yang baru seumur jagung berharap bisa memperbaiki perkawinannya. Sementara di umur perkawinan yang entah sudah berapa puluh tahun, Bernadine baru menyadari rasa cintanya tumbuh perlahan-lahan.

Well… gue selalu suka buku yang yummy-yummy… meskipun di sini gak ‘seenak’ Chocolat, atau The Food of Love, atau The Marriage Officer, tapi, buku ini bisa jadi memberi ‘inspirasi’. Meskipun dalam bentuk novel, tapi, sedikit banyak gue ‘belajar’ tentang perkawinan, pernikahan.

Satu tentang cinta di awal, satu tentang cinta di akhir… dua-duanya bisa membuat gue ‘berpikir’.

1 comments:

Belajar sendiri said...

Bagus banget review nya, aku juga mau beli tuh buku, Trims.

Sterling silver wedding band

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang