Showing posts with label Kevin Kwan. Show all posts
Showing posts with label Kevin Kwan. Show all posts

Tuesday, February 07, 2017

Crazy Rich Girlfriend


Crazy Rich Girlfriend (Kekasih Kaya Raya)
Kevin Kwan @ 2015
GPU - 2017
456 hal.

Rachel Chu akhirnya akan menikah dengan Nicholas Young, si professor tajir melintir dari Singapura, calon pewaris harta kekayaan keluarga Young, tapi karena awalnya keluarga  Young tidak setuju dengan hubungan ini -  bahkan Nick tidak mau ibunya sampai tau kabar pernikahan ini, maka segala pengamanan ekstra ketat diberlakukan. Meskipun begitu, terasa ada yang kurang bagi Rachel, karena ayah kandungnya yang tidak ia ketahui keberadaannya tidak hadir untuk mengantarkannya ke altar.

Tapi, kebetulan yang sangat luar biasa, ketika Eleanor Young, ibu Nicholas, bisa menemukan seseorang yang menjadi penghubung dalam menemukan ayah Rachel dan akhirnya memberi restu terhadap pernikahan itu. Ya tentu saja sih, pada akhirnya, ada udang di balik bakwan, karena gak mungkin Eleanor begitu saja menyetujui pernikahan itu.

Tak hanya akhirnya menikah, Rachel berkenalan dengan Collete Bing, seorang sosialita yang memperkenalkan Rachel kepada kehidupan yang membuatnya menganga lebar …. Clubbing di Hong Kong, belajar heboh di Paris, melihat rumah yang luar biasa yang lengkap dengan spa pribadi, bioskop pribadi, pokoknya segala fasilitas VVIP. Dan pun ‘menganga’ dengan segala kemewahan yang ditampilkan oleh Collete.

Sementara itu, Astrid Leong kembali rukun dengan Michael, suaminya yang sekarang sukses dengan perusahaan IT-nya. Tapi, kekayaan membuat Michael berubah, hingga Astrid merasa tidak mengenal lagi sosok pria yang membuatnya jatuh cinta dulu.

Lalu, Kitty Pong, mantan artis Hong Kong, berjuang agak eksistensinya diakui oleh kalangan sosialita. Dan luar biasanya, orang-orang seperti Kitty sampai memerlukan konsultan untuk mengatur semuanya – busana, acara yang perlu dihadiri, bahkan gereja yang harus didatangi.

Sejujurnya, gue mulai ‘pusing’ baca buku ini, pusing dengan segala ke’gilaan’ para tokoh yang belanja-belanji tanpa batas itu, beli pesawat, beli baju bermerk, makan di resto super mahal, segala atribut rumah, mobil mewah, bahkan pesawat – udah pada kaya’ beli kacang rebus .. gak mikir duitnya bakal abis.

Dan rasanya juga mulai lelah dan berharap cukup sekian, jangan dilanjutin lagi ini buku … etapi, penasaran juga sih sama buku ketiganya .. tapi udah dong… ini penulis bikin buku dengan tema yang lain atau latar belakang lain gitu. Bosen juga sih kalo ternyata isinya kaya’ gini terus. Pertama sih oke lah, seru … lucu… ini antara buku ‘fantasi’ – buat gue sih ini fantasi banget, tapi beneran ada di dunia nyata… tapi, baca buku kedua, mulai lelah … gue mulai ngelewatin tuh bagian-bagian belanja di Paris.

Tokoh favorit gue tetap Astrid Leong… ini kali ya, yang namanya effortless , dia pake baju polos keluaran butik ‘biasa’ pun, tetap  bikin orang penasaran, siapa nama perancang busananya itu.

Dan Rachel Chu malah jadi ‘tenggelam’ di antara cewek-cewek lain yang bertebaran di buku ini. Yang gak kalah luar biasa adalah Kitty Pong, yang bersiap-siap mengeluarkan ‘cakar’nya.




Submitted for: Asian Literature

Wednesday, September 21, 2016

Crazy Rich Asians


Crazy Rich Asians (Kaya Tujuh Turunan)
Kevin Kwan @ 2013
Cindy Kristanto (Terj.)
GPU - 2016
480 Hal.

Ketika pertama liat cover edisi bahasa Inggris, gue sama sekali gak tertarik, meskipun dengan gemerlap di cover. Bahkan gue kirain ini buku non-fiksi. Buku ini bisa membuat loe ‘sinting’ ngebayangin betapa gampangnya para tokoh dalam buku ini ngabisin uang, atau ternyata harta, kekayaan tetap jadi faktor penting dalam pergaulan dan perjodohan.

Tapi jujur aja, membaca buku ini,  bagaikan nonton opera sabun atau sinetron dalam versi ringkas. Selesai dalam satu buku, lengkap dengan segala intrik-intrik tokoh yang sirik, iri, seorang ibu yang menggunakan berbagai cara biar anaknya berpaling dari kekasihnya, menggunakan uang agar tetap terlihat paling ‘gemerlap’, bahkan salah satu yang ajaib, adalah ketika salah satu tokoh menikah, dia bukannya deg2an, tapi malah sibuk memerhatikan tamu yang datang, menebak-nebak rancangan siapa busana yang mereka pakai.

Mungkin di awal akan pusing ketika kita langsung disajikan pohon keluarga dari tiga marga yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Tapi ini akan sangat membantu di awal-awal, karena banyaknya tokoh yang bertebaran. Bukan hanya tokoh utama, tapi teman-teman dari si tokoh, turut ‘meramaikan’ buku ini. Dan membuat buku ini jadi seru!!

Berpusat pada pasangan Nicholas Young dan Rachel Chu. Nicholas Young adalah salah satu pemuda tampan, super kaya, tapi juga pintar. Mereka berdua berprofesi sebagai dosen di New York. Rachel gak tau dengan latar belakang Nick yang sebenarnya.

Masalah dimulai ketika Nick mengajak Rachel pulang ke Singapura, di mana Nick diminta sahabatnya untuk jadi pengiring pengantin pria. Berita kepulangan Nick dan pacarnya malah sudah tersebar sebelum pasangan ini naik pesawat. Ibu Nick mulai kasak-kusuk mencari tahu siapa Rachel sebenarnya. Anak  siapakah dia, keturunan klan siapakah dia …

Selain Nick dan Rachel, tokoh utama dalam buku ini adalah Astrid Leong. Seorang sosialita, yang beli baju udah kaya’ beli gorengan … tapi ternyata harta memang gak selalu menjamin kebahagiaan, buktinya rumah tangga Astrid sedang dalam bahaya, ketika suaminya merasa tidak nyaman dengan segala hal-hal tersebut.


Banyak yang nyebelin, tapi juga lucu. Misalnya Eddie yang pengen banget keluarganya tampil sempurna, atau jet pribadi, kapal pesiar pribadi yang bertebaran dalam buku ini. Oya, selain itu, tiba-tiba para perempuan single, mantan-mantan pacar Nick, sibuk mencari cara untuk merebut perhatian Nick kembali, emak-emak nyinyir yang bergosip plus saling kompor. Pokoknya sepanjang buku ini, pembaca akan disuguhi dengan segala kemewahan yang super luar biasa, yang kadang malah bikin Nick dan Rachel jadi gak menarik. I love Astrid more, dengan kesederhanaan yang ‘berkelas’, tanpa berusaha keras untuk ‘unjuk diri’, orang tahu siapa dirinya.
 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang