Friday, January 13, 2017

The Storied Life of A.J. Fikry


The Storied Life of A.J. Fikry
Abacus (2015)
306 hal.

A.J. Fikry – pemilik sebuah took buku bernama Island Books. Ia adalah seorang pria yang pemarah, penggerutu, kadang-kadang suka mabuk. Intinya, bukan pria yang menyenangkan. Ia hidup sendiri setelah istrinya meninggal dunia karena kecelakaan. Penjualan di took bukunya sendiri juga tidak berjalan lancar. Island Books paling ramai ketika musim panas, saat turis-turis datang ke Alice Island. Ia makin merasa kacau balau ketika buku langka yang ia miliki tiba-tiba hilang. Buku itu berjudul Tamerlane – buku edisi pertama karya Edgar Allan Poe yang langka, yang ia simpan untuk saat-saat darurat. Lalu, ia juga bersikap tidak menyenangkan kepada Amelia, wakil dari penerbit yang menawarkan buku-buku terbaru. Kesimpulannya ia adalah pria yang menyebalkan dan sombong.

Suatu hari, ia menemukan seorang anak perempuan berusia 2 tahun, yang ditinggalkan ibunya di Island Books. Hanya ada selembar surat yang meminta AJ FIkry untuk merawat anak perempuan bernama Maya itu. Dan sejak itulah, AJ Fikry perlahan berubah. Ternyata ia juga pria yang lembut, yang ternyata bisa jatuh hati dan merawat Maya dengan penuh kasih sayang, bahkan ia pun membuka diri untuk menjalin hubungan baru dengan Amelia.

Adanya Maya, juga hanya bikin AJ Fikry jadi lebih hidup, Island Books juga jadi lebih ramai. Polisi sahabat AJ FIkry, Lambaise, bikin book club khusus untuk buku-buku bertema crime, atau ibu-ibu rumah tangga yang bikin book club khusus untuk buku-buku yang di judulnya ada kata ‘WIFE’.

Dan satu nih yang lucu, ada nenek-nenek yang mau ngembaliin bukunya, karena dia sebel sama AJ Fikry yang kasih rekomendasi buku yang naratornya adalah ‘Death’ … tau dong ini buku apa ??

Ini kali ya, yang disebut-sebut ‘the book will warm your heart’ …  gue suka narasi AJ Fikry di seti
ap pergantian bab , yang ditandai dengan judul-judul cerita pendek favorit AJ Fikry. Bahkan gue bikin list-nya, dan langsung browsing.

Gue jadi pengen kaya’ Maya, yang tinggal di atas toko buku, yang bisa setiap saat langsung cari buku baru tiap kehabisan bacaan, yang langsung bisa tanya rekomendasi buku bagus ke yang punya toko. Tapi, AJ Fikry juga tokoh yang rada gak suka dengan yang namanya e-book … sedikit menyindir keberadaan e-book yang ‘menggusur’ toko-toko buku besar. Dan kalo sepintas mungkin rada kurang berasa ‘bonding’ antara AJ Fikry dengan Maya, tapi kalo dicermati lebih dalam lagi, justru lewat tulisan-tulisan AJ Fikry akan terasa kalau dia adalah pria penyayang.

Serasa pengen ikutan ‘mewek’ menjelang akhir novel ini. Ini mungkin mirip-mirip yang gue rasakan tiap abis baca buku Mitch Albom, begitu selesai bukunya, langsung bikin terdiam sejenak. Karakter yang sempat menyebalkan, malah meninggalkan banyak kesan.


Senang rasanya di awal tahun baca buku bagus begini … dan ini adalah postingan pertama untuk BBI Read and Review Challenge.

Submitted for:

Kategori: Name in A Book

2 comments:

Alvina Vanila said...

Jadi pengen bacaaa, masukin wishlist ah. Makasiih mbaaaak

ferina said...

selamat baca, Vina .... :)

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang