Tuesday, March 22, 2016

Di Tanah Lada


Di Tanah Lada
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
GPU, Oktober 2015
244 hal

Tanah Lada diceritakan dari sudut pandang Salva, atau Ava, seorang gadis cilik berusia 6 tahun. Memilik seorang ayah yang pemarah, gemar berjudi dan tak pernah digambarkan menyayangi Ava. Bahkan ayah Ava selalu  berkata buruk mengenai Ava. Berbeda dengan ibunya, yang lemah lembut dan sangat menyayangi Ava. Bagi Ava semua ayah/papa adalah orang jahat, dan semua ibu adalah orang baik.

Ava memiliki sebuah kamus bahasa Indonesia, hadiah dari kakek Kia. Kakek Kia dan ibu Ava ingin Ava bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Setiap dia gak tau arti dari satu kata, Ava akan segera mencarinya di kamus.

Suatu hari, Kakek Kia meninggal dunia dan meninggalkan warisan yang besar. Ayah Ava menjual rumah mereka dan mengajak pindah ke sebuah rumah susun – Rusun Nero – yang terlihat kumuh. Menurut ayah Ava, di sana ada tempat perjudian, dan dengan berjudi akan dapat uang yang lebih banyak.

Di Rusun Nero, Ava jadi ‘terbengkalai’ dan nyaris terlupakan. Ava bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama ‘P’.  P juga punya ayah yang jahat – bahkan lebih jahat dari ayah Ava. Ibu P pergi entah ke mana. Ava juga mengenal orang-orang baru – ada Kak Suri yang cantik dan bikin Ava cemburu atau Mas Alri yang pintar main gitar dan bernyanyi. Mereka semua baik sama Ava dan juga P.

Ava dan P adalah anak-anak yang mengalami perlakukan tidak menyenangkan dari orang tuanya – terutama dari seorang ayah. Tapi mereka juga anak-anak yang tabah. Gimana Ava gak pernah mengeluh, meskipun terpaksa tidur di kamar mandi atau di dalam koper, gimana P menahan tangis meskipun ayahnya bersikap kasar. P  berharap jika ia menurut, ayahnya akan lebih mudah menyukai dirinya. Mereka sama-sama punya mimpi, ingin ke bintang di mana mereka bisa merasa damai dan bahagia.

Ava tampak lebih dewasa dibandingkan umurnya, tapi gue tetap bisa merasakan kepolosan seorang anak kecil, yang pengen bermain, pengen disayang sama orang tuanya. Juga masih tetap anak kecil yang tak berpikir panjang dalam melakukan sesuatu.

Karena ini diceritakan dari sudut pandang anak kecil, jadi kadang alur cerita rada-rada meracau ke sana kemari, berulang-ulang .. tapi tenang .. gak menganggu jalan cerita koq. Ada baiknya juga sih, kalo kita sesekali berpikir dari kacamata seorang anak kecil. Biar tau juga apa yang mereka mau dan mereka pikirkan.

Jarang-jarang gue menikmati atau suka dengan buku-buku sastra Indonesia yang mendapatkan penghargaan. Karena ya.. kadang isinya suka ‘ajaib’, atau ‘gak bisa gue cerna dengan baik.


Tapi, pengecualian untuk buku ini … Gue seneng banget kalo setelah gue selesai baca satu buku, gue suka dengan tokohnya, gue berasa kehilangan ketika gue menutup buku itu .. yah, macam waktu seri Harry Potter selesai gitu lah ….

5 comments:

Alvina Vanila said...

Kenapa judulnya tanah lada ya mbak?
Kayaknya bagus deh jd pengen bacaaa

ferina said...

@Vina: Tanah Lada ada hubungan sama tempat yang pengen didatengin sama Ava & P. Lada sendiri juga punya arti buat si Ava. Recommended koq, Vina ...

Rina Rina said...

keren, udah baca buku banyak banget ya mbak (Y)

Tjut Riana said...

menarik nih ceritanya…ntar cari ah ke gramed :)

ferina said...

@Rina: Thank you :)

@Mbak Riana: dirimu pasti suka buku ini ...

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang