Monday, January 03, 2011

Grotesque (Gaib)

Grotesque (Gaib)
Natsuo Kirino @2007
GPU - Oktober 2010
632 Hal.


Kematian dua orang pelacur di Tokyo, Jepang – Yuriko Hirata dan Kazue Sato, menarik perhatian media. Diduga, mereka dibunuh oleh orang yang sama. Tapi, tertuduh yang merupakan imigran gelap asal Cina ini hanya mengaku membunuh Yuriko, tapi tidak Kazue.

Lewat penuturan kakak Yuriko, kita diajak menyelami kehidupan Yuriko dan Kazue. Dua bersaudara itu dilahirkan dengan kondisi fisik yang jauh berbeda, berayahkan seorang pendatang dari Swiss, kakak Yuriko lebih mirip ibu mereka yang orang Jepang asli, sementara Yuriko luar biasa cantik mewarisi lebih mewarisi fisik ayahnya. Banyak yang menduga Yuriko bukan keturunan Jepang. Keadaan ini membuat kakak Yuriko membenci Yuriko setengah mati. Sampai-sampai ketika usaha ayah mereka bangkrut dan ayah mereka ingin memboyong mereka sekeluarga ke Swiss, kakak Yuriko lebih memilih tinggal di Jepang bersama kakek mereka yang aneh.

Kakak Yuriko kemudian sekolah di sebuah sekolah lanjutan yang terkenal, dengan sistemnya yang ketat dan juga persaingan di antara para siswa yang kerap saling menjelekkan siswa yang tidak kaya. Di sekolah inilah, ia bertemu dengan Kazue Sato, siswa yang juga tidak tergolong kaya, tapi ingin sekali menjadi bagian dari siswa-siswa top di sekolah itu.

Ternyata, ketenangan kakak Yuriko hanya sementara. Setelah ibu mereka meninggal, Yuriko memutuskan kembali ke Jepang dan masuk di sekolah yang sama. Di sinilah, ‘profesionalisme’ Yuriko sebagai pelacur dimulai. Yuriko sadar betul akan penampilannya yang sangat menggoda. Sementara, sang kakak semakin membenci kehadiran dan sangat terganggu dengan orang-orang yang membandingkan fisik mereka.

Tapi, berbeda dengan Kazue Sato, ia tidak terlalu cantik, tubuhnya kurus, setelah selesai pendidikan, ia bekerja di sebuah perusahaan dengan kedudukan yang bagus. Tapi, di malam hari, ia berjuang untuk mencari pelanggan demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, di mana ia menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal.

Gue tertarik membaca buku ini, karena pengen baca buku Natsuo Kiruno lain setelah Out. Kalau mencari ‘kesadisan’ seperti di Out, di sini gak ada yang seperti itu. Agak lama gue baca buku ini, karena, buku ini lamban banget. Lebih banyak menyorot rasa ‘benci’ seorang kakak yang amat dalam sama adiknya. Kaya’nya lebih ke psikologis, dibanding thriller Kakak Yuriko menjadi orang yang keras hati dan memendam semua perasaan sendiri. Tidak mau mengakui bahwa ia sebenarnya iri dengan adiknya yang selalu mendapat perhatian dan begitu cantik

Buku ini menjadi penutup di tahun 2010, gue bahkan menyelesaikan menjelang detik-detik pergantian tahun 2010 ke 2011.

8 comments:

bukufanda said...

Dari awal aku pikir Grotesque kayaknya buku yg sadis deh. Makasih sharing bukunya, aku jadi hampir yakin kayaknya aku gak suka buku ini deh, jadi gak perlu rugi dgn membelinya, hehe...

Bayu Probo said...

deskripsinya asyik banget

ferina said...

@buku fanda: buku ini gak sadis. malah jadi bosen, berharap rada thriller, taunya gak.

@bayu probo: ma kasih, mas

sapidudunk said...

eh, padahal kalo dilihat dari reviewnya menarik lhoo.. tapi ternyata agak lamban ya plotnya? Emang yang OUT bagus kah?

ferina said...

@sapidudunk: buat aku sih, lamban banget. kalo OUT ada tegangnya. jadi ada efek 'kejutan'nya :)

Tjut Riana said...

sepertinya masterpiece-nya Natsuo Kirino itu bener2 "OUT" ya, aku udah sempet baca karyanya yg lain kurang oke jg. Buku "Grotesque" ini malah masih dalam plastik:(

ferina said...

@Riana: tadinya aku pengen baca yang Real World, tapi rasanya gak jadi... :)

hamid ariwinata said...
This comment has been removed by the author.
 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang