Sunday, May 13, 2007

Lola Rose

Lola Rose
Jacqueline Wilson
Poppy Damayanti Chusfani (Terj.)
GPU, April 2007
304 Hal.

Karena tidak tahan dengan perlakuan Dad yang suka berkata kasar dan ringan tangan, Mum memutuskan untuk melarikan diri dari rumah. Dengan berbekal uang lotere yang baru saja dimenangkannya, Mum mengajak Jayni dan Kenny untuk pergi bersamanya. Mereka pergi menuju kota London dan menginap di sebuah hotel mewah. Tentu saja, mereka tidak khawatir, uang Mum kan banyak. Bukan hanya itu, agar tidak bisa dilacak oleh Dad, mereka berganti nama. Mum yang bernama Nikki menjadi Victoria Luck; Jayni jadi Lola Rose dan Kenny menjadi Kendall.

Tapi, makin lama, karena gaya hidup mereka yang mewah dan tidak terkontrol, uang lotere Mum dengan cepat berkurang. Jayni, meskipun masih kecil, sikapnya sangat dewasa. Ia memaksa Mum untuk segera keluar dan hotel itu dan mencari perumahan yang sederhana.

Setelah menemukan tempat tinggal baru, Mum mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di bar, Lola Rose dan Kendall masuk ke sekolah baru. Kehidupan baru mereka terkadang berjalan lancar, tapi kadang kacau-balau. Ditambah lagi sikap Mum yang terkadang terlalu cuek. Bahkan seolah Lola Rose-lah yang sebenarnya bertanggung jawab atas keluarga itu. Ia yang harus memperingatkan Mum untuk tidak lagi main mata dengan laki-laki lain, ia yang harus mengurus Kendall jika ia sedih.

Kehidupan mereka, selain masalah-masalah di atas, terbilang cukup baik. Mereka berhasil bersembunyi dari Dad. Tapi, ada masalah baru lagi. Bukan hanya karena Mum yang berhasil menggaet cowok baru yang masih sangat muda, tapi ternyata Mum menderita penyakit yang mengerikan. Mum harus masuk rumah sakit, sementara itu Lola Rose dan Kendall terpaksa tinggal di rumah berdua.

Suatu hari, karena tidak punya uang lagi, Lola Rose menghubungi Bibi Barbara, satu-satunya keluarga Mum yang ia kenal. Untung Bibi Barbara sangat baik, ia menjaga mereka Lola Rose dan Kendall sementara Mum di rumah sakit.

Tapi, sampai kapan mereka bisa bersembunyi dari Dad?

Gak nyangka novel anak-anak bisa sedemikan ‘dewasa’. Isi buku ini, bukan bercerita tentang anak yang selalu happy, tapi cerita gimana Lola Rose berjuang mengurus Mum dan Kendall yang kadang kacau. Apalagi waktu Lola Rose dipukul Dad… aduh… dia bisa nahan perasaan dan dewasa banget.

Satu lagi yang gue suka dari Lola Rose… anaknya kreatif. Asyik deh, ngebayangin kalo Lola Rose lagi bikin kolase di buku hariannya. Mungkin ‘hasil karya’ Lola Rose bisa dilihat ilustrasi setiap awal bab.

2 comments:

Kobo Chan said...

aku jadi sayangggg banget sama Lola Rose. Aduh kesian banget deh dia... dan Mum itu nyebelin banget, walau kadang ikut kasihan juga, apalagi waktu dia dipukuli ama suaminya... huh!!!!!

Astince said...

karya Jacqueline Wilson emank always cool...
aku udah baca sebagian besar bukunya
yg paling aku suka itu The Lottie Project, Glubbslyme Kodok Ajaib,sama Sleep Over..
bukan brarti aku nggak suka Tracy Beaker lho!!!

ini blog ku,kunjungi n kasih koment ya!

http://www.smartgirl-hinata.blogspot.com
htp://www.dugempicz.blogspot.com

have nice day and good luck :)

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang