Thursday, October 10, 2013

Cat among the Pigeons





Cat among the Pigeons (Kucing di Tengah Burung Dara)
Agatha Christie @ 1959
Ny. Suwarni (Terj.)
GPU – Cet. VI, November 2002
360 hal
(Goody bag acara KuBuGil)

Ramat, sebuah kerajaan kecil di Timur Tengah, mengalami kudeta. Pangeran Ali tewas dalam kecelakaan pesawat bersama sahabatnya, Robert Rowilson. Dicurigai pesawat itu sudah disabotase. Pangeran Ali sendiri sudah mengetahui bahwa keadaan tidaklah aman, ada orang-orang yang mengincar nyawanya. Untuk itu, ia minta Bob untuk membawanya keluar dari Ramat dengan pesawat. Tapi, sebelumnya, ia menitipkan sekantung permata kepada Bob.

Sementara itu, Meadowbank, sebuah sekolah perempuan yang terkenal di Inggris, memulai tahun ajaran baru. Kepala sekolah, Bu Bulstrode, didampingi Bu Chadwick menyambut para murid yang didampingi orang tuanya. Murid-muridnya berasal dari kalangan keluarga kaya, bahkan seorang putri dari Ramat juga bersekolah di sini. Putri Shaista, sepupu dari Pangeran Ali. Tak hanya murid-murid yang baru, tapi juga ada guru baru, tukang kebun dan sekretaris Bu Bulstrode. Meadowbank juga sedang membanggakan Paviliun Olahraga mereka yang baru.

Tapi, siapa sangka justru dua pembunuhan terjadi di Paviliun Olahraga baru ini, dan kejadian juga menimpa guru olahraga yang baru bernama Bu Stringer. Yah, memang sih, beliau bukan guru yang disukai, baik di antara para murid maupun di antara rekan sesama guru.

Pihak kepolisian setempat disibukan dengan mencari motif di balik pembunuhan itu. Apalagi kemudian, setelah Bu Stringer, pembunuhan dengan korban dari pihak guru kembali terjadi. Orang tua murid mulai menjemput anak-anak mereka pulang.

Apakah pembunuhan ini berkaitan dengan keberadaan Putri Shaista – yang bilang ia takut diculik, yang secara tak langsung juga berkaitan dengan permata yang hilang yang dicari oleh banyak pihak?

Bagi yang menantikan Hercule Poirot, mungkin akan agak sedikit kecewa, karena Poirot baru muncul menjelang akhir cerita. Jadi sedikit deh aksi-aksinya Poirot. Meskipun ketika ia muncul, langsung bergerak cepat dengan berbagai pertanyaan yang cenderung bikin orang bingung. Berutung seorang murid bernama Julia Upjohn, anak dari seorang mantan spionase, menghubungi Hercule Poirot, jadi kasus pembunuhan ini bisa segera terungkap. Gue malah jadi berharap seandainya Adam, si tukang kebun itu dapat peran yang lebih dalam atau jadi ‘bintang’ dalam buku ini.

Satu lagi nih, tokoh yang membuat gue ‘kagum’, adalah sosok Nyonya Upjohn, yang jadi kunci di dalam cerita ini. Kenapa gue kagun, kaya’nya ibu satu ini adalah orang yang ‘nyentrik’. Mantan spionase, seneng banget cerita panjang lebar terus pergi ke Anatolia naik bis. Bikin ribet orang lain karena bingung gimana menghubunginya… maklum deh, belum ada telepon genggam di cerita ini.

Lagi-lagi, Agatha Christie memikat gue dengan alur cerita yang seru. Menebak-nebak siapa pembunuh – yang selalu dari tokoh yang tak terduga. Karakter guru dan tokoh-tokoh lain digambarkan dengan detail, mulai dari sifat baik dan buruk, sehingga siapa pun bisa jadi tersangka. Bahkan, ada konflik lain yang tak terduga juga muncul di dalam kisah kali ini.

2 comments:

alienmode said...

arti kata kucing di tengah burung dara itu sendiri apa ya? hehe

ferina said...

@Anisky: hmmm, kalo aku kasih tau, ntar jadi spoiler :)

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang