Tuesday, April 30, 2013

Kisah-Kisah di Hutan




Kisah-Kisah di Hutan (The Woodland Folk Tales)
Tony Wolf
Dini Pandia (Terj.)
GPU - 2006
Untuk  usia 5 tahun ke atas

Saat pertama kali melihat buku berjudul ‘Hutan’, hati gue rasanya jadi ikutan ceria dan riang gembira. Cover-nya yang berwarna cerah denga ilustrasi hewan-hewan di hutan yang menggemaskan langsung membuat gue tertarik.

Hutan adalah salah satu judul dari seri Kisah-Kisah di Hutan. Buku lainnya adalah Liliput, Raksasa, Peri, Kurcaci dan Naga. Meskipun bisa dibaca sebagai bagian yang terpisah, masing-masing buku memiliki benang merah dengan buku-buku yang lainnya.

Hutan – berkisah tentang kehidupan hewan-hewan di hutan (tentunya) dengan segala aktivitas kehidupan mereka yang serus. Misalnya saja pernikahan burung, berbagi jagung yang baru saja dipanen, lomba kacang polong, berlayar pakai perahu sepatu raksasa, atau berenang di danau.

Dalam cerita Liliput – penghuni hutan yang mengalami banjir, dibantu oleh para Liliput dan mereka diterima dengan tangan terbuka untuk tinggal di negeri Liliput. Liliput juga makhluk yang kreatif, pintar dan bijaksana. Lihat bagaimana ketika salah satu tikus patah kaki, mereka membantu membangun sebuah ‘lift’ agar para penghuni rumah pohon gak perlu repot naik tangga, naik balon udara atau menyelam dengan kapal selam untuk mengambil kunci emas. Sebagai penghargaan kepada Liliput yang sudah membantu mereka, warga hutan membuat sebuah patung liliput besar.

via

Di buku ketiga, berkisah tentang Raksasa – meskipun bertubuh besar, tapi ia baik hati, liliput dan hewan-hewan menyayanginya. Raksasa membantu mereka yang mungil-mungil ini dalam aktifitas mereka sehari-hari.

Peri muncul di buku keempat, mereka ini adalah teman-teman Liliput. Ratu Peri mengutus enam peri – Iris, Tulip, Nettle, Anggrek, Aprikot dan Buah Pinus – untuk berlibur ke negeri Liliput. Liliput dan warga hutan menyambut kedatangan mereka dengan gembira. Para peri mengadakan lomba bikin kue atau belajar membuat es krim.

Nah, sedangkan Kurcaci – adalah makhluk yang iseng dan nakal. Ada saja akal mereka untuk mengganggu para Liliput dan warga hutan. Padahal… jumlah mereka hanya tiga. Liliput dan warga hutan mencari cara untuk membuat para kurcaci itu jera.

via Ba Hons CG Arts & Animation


Dan, bisakah makhluk mengerikan seperti Naga, berteman dengan Liliput dan hewan-hewan hutan? Dunia Naga yang gelap dan suram, seketika berubah ketika mereka bertemu.

Yang gue suka dari buku-buku ini, selain ya, karena ilustrasinya yang cerah dan lucu-lucu, adalah nilai-nilai moral yang bisa diambil. Mereka bisa saling tolong-menolong dan hidup rukun berdampingan, meskipun dari dua dunia yang berbeda. Yang besar tidak membuat yang kecil ketakutan, yang menyeramkan bisa juga tertawa karena yang kecil-kecil ini. Kehidupan mereka tampak selalu riang gembira dan menyenangkan.

Anak-anak akan belajar nilai-nilai positif dengan cara yang asyik dan tak menggurui.

Tony Wolf juga menulis beberapa buku lain untuk anak-anak – dan yang pasti tetap dengan ilustrasi yang menyegarkan mata – seperti serial Terbang Ke Masa Lalu. 




 

0 comments:

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang