Showing posts with label Secret Santa. Show all posts
Showing posts with label Secret Santa. Show all posts

Wednesday, March 16, 2016

Finding Audrey


Finding Audrey (Aku, Audrey)
Angelic Zaizai (Terj.)
GPU, Juli 2015
360 hal.

Audrey adalah gadis berusia 14 tahun. Ia menderita gangguan kecemasan. Suatu peristiwa di sekolahnya membuat Audrey ‘mundur’ dari pergaulan dan selalu merasa tidak aman jika bertemu orang baru atau di tempat yang ramai. Ia selalu memakai kacamata hitam, menolak kontak mata. Audrey pun rutin berkonsultasi ke seorang psikolog bernama Dr. Sarah. Audrey berhenti dari sekolahnya, tak punya teman lagi. Banyak orang yang beranggapan, Audrey bisa sangat berbahaya.

Namun, ketika teman kakak laki-laki Audrey datang ke rumah, meskipun awalnya takut dan terkejut, Audrey mendapati bahwa dirinya merasa nyaman bersama Linus. Ia bisa bercerita banyak hal dan berbagi ketakutan yang ia rasakan. Pelan-pelan, Linus berusaha mengeluarkan Audrey dari ‘cangkang’ yang mengurungnya selama ini.

Cerita ini dimulai dengan kehebohan di rumah Audrey. Ibu Audrey ‘menggila’, mau melempar komputer Frank dari jendela. Gara-garanya, Frank ini kecanduan main online game. Tapi gara-gara ini pula, akhirnya Audrey kenal Linus – yang pada akhirnya justru gak hanya membantu Audrey, tapi juga seluruh keluarga.

Saat Audrey mendapatkan ‘proyek’ dari Dr. Sarah untuk membuat film dokumenter tentang keluarga, barulah terlihat betapa ‘riuh’nya keluarga ini. Frank, yang kecanduan main online game – layaknya remaja selalu ‘bertahan’ dengan prinsipnya, ibu Audrey yang pengen banget anaknya mencari kegemaran lain, ayah Audrey yang semasa kuliahnya adalah anak  band – kadang ‘tunduk’ dengan kegarangan istrinya, tak lupa Felix, si bungsu – hanya Felix lah yang berani Audrey tatap matanya, karena bagi Audrey, mata Felix memberi keteduhan. Dan tentu saja, Audrey yang rapuh.

Gue malah sempat membandingkan Audrey dengan Bernadette (di buku Where’d You Go, Bernadette?) – ehh.. cover-nya juga mirip sih. Tapi buat gue, Bernadette masih lebih ‘ajaib’. Kalau Audrey hanya seorang remaja yang perlu bimbingan dan dikembalikan kepercayaan dirinya.

Buat gue, buku ini jadi ‘penyegar’ di antara buku-buku Sophie Kinsella yang lain. Tokohnya remaja dengan permasalahan yang rumit, keluarga yang heboh. Jujur aja, gue ‘lelah ’ dengan Becky Bloomwood. Baca halaman-halaman awal Shopacholic to the Star, gue merasa gak sanggup untuk nerusinnya, karena merasa gak ada yang baru dari Becky ini.

O ya, balik ke Audrey … apa sih yang bikin dia jadi kaya’memilih  berada dalam bayang-bayang? Dari awal, kita hanya dikasih clue ‘samar-samar’ tentang apa yang terjadi sebelumnya.


Terima kasih ya, untuk Santa yang berbaik hati memilihkan buku ini untuk gue, juga untuk pouch cantiknya … Masih berpikir untuk menebak siapa dirimu, Santa ….

Thursday, February 04, 2016

The Girl on The Train


The Girl on The Train
Inggrid Nimpoeno (Terj.)
Noura Books – Cet. I Agustus 2015
430 hal.

Sebelumnya, mohon ma’af, kalau review ini terkesan terburu-buru dan seadanya, dan mohon maaf juga untuk Santa-ku yang pastinya udah nunggu-nunggu dari kemarin-kemarin.


Setiap hari, Rachel menggunakan kereta api untuk membawanya beraktivitas. Dalam perjalanan, ia akan menikmati pemandangan dari balik jendela. Ia bahkan sering berkhayal tentang kehidupan orang-orang yang ia lihat dari balik jendela itu. Ia akan menciptakan kehidupan sendiri, dengan tokoh-tokoh yang ia beri nama. Tampak normal saja bukan?

Tapi, jika dibaca lebih lanjut, ada yang salah dengan Rache. Setiap hari ia akan seolah-olah pergi ke kantor, tapi sesungguhnya ia pergi tanpa tujuan. Paling-paling tujuan akhirnya adalah ke sebuah bar, atau ke mini market membeli minuman keras. Ia akan luntang-lantung seharian, lalu kembali ke rumah saat jam pulang kerja. Semua ini dilakukan agar temannya seapartemennya tidak tahu kalau ia sudah dipecat dari kantornya.

Kehidupan pribadi Rachel memang kacau balau, pernikahannya gagal, tak punya pekerjaan dan kerjanya setiap hari hanya mabuk.

Ada satu rumah yang ia perhatikan secara khusus – rumah pasangan suami istri yang ia beri nama Jess dan Jason. Dan suatu hari, ada berita bahwa seorang perempuan bernama Megan menghilang dari rumah. Rachel merasa hilangnya Megan ini ada hubungan dengan menghilangnya juga Jess dari pengamatan ia setiap hari. Dengan maksud ingin membantu Scoot a.ka Jason yang suami Megan ini, maka Rachel pun datang ke polisi.

Tapi, siapa yang percaya dengan Rachel. Ia sendiri dilaporkan membuat onar di rumah mantan suaminya yang berjarak tak jauh dari kediaman Scott dan Megan. Rachel sendiri juga tak sepenuhnya ingat apa yang dia alami di malam menghilangnya Megan. Yang ia tahu, ia terbangun di kamar apartemennya dengan kepala terluka dan darah di tangannya.

Jika pernah membaca Gone Girl atau Before I Go to Sleep, maka buku ini juga akan membuat kita emosi – entah bersimpati atau bahkan kesal dengan tokoh utamanya. Gue dibuat bolak-balik penasaran, tapi cenderung kesal dengan tokoh Rachel. Pemabuk, gak jelas kehidupannya kaya’ gimana, tapi end up-nya juga justru jatuh kasihan.

Tokoh-tokohnya juga cenderung bermuram durja semuanya. Novel ini diceritakan bergantian antara 3 tokoh perempuan di dalam buku ini, Rachel, Megan dan juga Anna – istri baru dari mantan suami Rachel.

Dari awal, pembaca seolah digiring untuk percaya apakah benar Rachel terlibat dalam menghilangnya Megan. Mengingat obsesinya atas pasangan suami istri itu.

Kalau mau dibandingin sama Gone Girl dan Before I Go to Sleep, Gone Girl tetap juaranya. Gak ada yang lebih sakit jiwa dibandingkan tokoh di dalam Gone Girl.


Dan sekarang waktunya menebak sang Santa. Who is my Santa anyway ? Jujur baru kali ini aku ikutan Secret Santa dan dapet riddle yang luar biasa bikin pusing …. Aku sampe beli buku Edgar Allan Poe, demi memecahkan riddle dari Secret Santa-ku. Tapi … mohon ma’af beribu-ribu ma’af …. Sampai detik ini, aku masih gak bisa menebak siapa dia ….



Tapi, terima kasih untuk buku yang bagus ini … review Project Rosie coming soon ya …


Terima kasih juga untuk Divisi Event … sekali lagi mohon ma’af atas keterlambatannya.

Sunday, December 27, 2015

The Book and The Riddle – Secret Santa 2015


Dear Secret Santa,

Terima kasih untuk bukunya. Seneng banget ketika di hari-hari ‘kering’ paket, tiba-tiba dikasih tau ‘ada paket di depan nih, mbak …’ Hmm… padahal lagi gak nunggu pesenan buku dari mana-mana …. Tapi … apakah itu paket dari santa-ku? Segeralah aku ke depan, dan langung buka deh paket itu di ruangan. Ternyata … di dalamnya ada dua buku – The Girl on Train dan Project Rossie … Tapi, dibolak-balik… sambil bertanya-tanya, ‘ini bener dari secret santa? Atau malah dari secret admirer?’ *ngarep*
Soalnya gak ada petunjuk sama sekali. Hanya ada selembar kertas rincian order.




Hah??? Gak ada riddle-nya?? Trus gimana aku harus nebak dongg….? *teganya dirimu ….*

Akhirnya, riddle pun diterima via wa … dan mau pingsan ini …. Riddle dari dirimu berisi kode-kode bahasa planet yang sangat ajaib …. *aku pusinnnnnng*


Minta bantuan para detektif riddle, beberapa langsung kasih alternative gimana cara memecahkan riddle itu …

Dan sampai detik ini… aku masih terus berjuang….

Semoga aku bisa menebak dengan jitu dan tepat sasaran …


Terima kasih sekali lagi, dear Secret Santa ….

Wednesday, November 04, 2015

Wishlist Secret Santa 2015



Hai .. hai .. hai …
Seneng banget akhirnya datang juga event yang ditunggu-tunggu … apalagi kalau bukan Secret Santa …
Sekarang nih pastinya, mulai pada sibuk bikin riddle, harap-harap cemas .. siapa nih santa gue kali ini … sibuk nyari buku buat wishlist … dan para detektif riddle siap beraksi …

Jadi meskipun akhir-akhir ini, blog ini rada ‘terbengkalai’, gue gak akan melewatkan event Secret Santa.

Halo Secret Santa-ku …
Ini wishlist-ku kali ini … semoga gak susah nyarinya ya …


‘Cukup’ 6 aja wishlist-ku .. kebanyakan browsing malah bingung sendiri :D
Yang mana pun itu, aku terima dengan senang hati. Silahkan di klik di judul bukunya untuk tahu link online shop-nya.


Terima kasih  banyak , Secret Santa-ku 

Friday, January 30, 2015

Gelombang


Supernova#5: Gelombang

Dewi Lestari @ 2014
Bentang Pustaka – Oktober 2014
492 hal.

Lagi-lagi, gue kesulitan menuliskan review untuk Seri Supernova kali ini. Entah hanya gue, atau ada yang lain yang mungkin punya pendapat sama kaya’ gue … gue semakin gak mengerti mau dibawa ke mana sih cerita Supernova ini … jujur aja, gue lebih suka kalo Dee Lestari nulis yang ringan-ringan model Perahu Kertas, Madre atau Filisofi Kopi. Gak bikin pusing … :D

Jadi kali ini, di keping 43 dalam buku ini, Gio masih terus mencari keberadaan Diva, yang hilang entah di mana di hutan Amazon sana. Lalu … masihlah kita ditinggalkan dengan teka-teki besar, karena belum ada titik terang dari pencarian itu.

Di keping selanjutnya, atau keping 44, mulailah muncul tokoh baru bernama Alfa – nama panjangnya sih Thomas Alfa Edison, dipanggil bapak-ibunya dengan Ichon. Ooo.. tenang, itu belum seberapa, kakak-kakaknya bernama Albert Einstein (si Enten) dan Sir Isaac Newton (atau si Uton). Dari 3 bersaudara ini, Alfa atau si Ichon ini diharapka bapaknya jadi insinyur.. Tapi ternyata si Ichon ini punya misteri lain. Yang konon katanya, Ichon ini punya kekuatan mistis. Ichon sendiri merasa setiap tidur, ada makhluk aneh yang mengejar-ngejar dia. Bagi Ichon, tidur itu seperti pertempuran yang berujung pada maut. Karena kekuatannya itu, Ichon jadi perebutan orang-orang pintar di kampungnya, dan  nyaris kehilangan nyawa.

Hingga dewasa, Ichon masih kerap diganggu oleh mimpi buruk tapi Ichon masih tetap belum bisa menemukan jawaban atas apa yang dimaksud dari mimpi itu. Dari merantau ke Jakarta, Ichon menjadi imigran gelap di Amerika. Bekerja, kuliah, hingga akhirnya sukses di Wall Street.

Lalu bertemu dengan Ishtar Summer – lupa pernah muncul di Supernova yang mana. Barulah, di sini, pelan-pelan tokoh-tokoh di seri Supernova sebelumnya dipertemukan. Baru mereka berdua sih yang ketemu. Dan tetap aja, masih belum memberikan titik terang buat gue …

Dan gue lebih suka ketika Alfa atau Ichon masih berada di tanah Batak. Lebih membumi, dengan keadaan yang susah tapi happy-happy aja dengan kenakalan khas anak-anak. Pas udah di Wall Street itu, terus dengan segala keberuntungan, kesuksesan malah jadi terasa gak nyata. Rada berlebihan aja …

Terus perjalanan ke mana itu (nah kan gue lupa …) malah bikin buku ini semakin aneh … Terus ada tokoh Nicky Evans, yang kaya’nya dipaksain ada.

Dari 5 buku Supernova, yang paling gue suka adalah yang Petir. Tokoh Elektra yang kadang konyol itu masih lebih melekat dibanding Diva, Bodi atau Zarah, apalagi Alfa.

O ya… sekarang waktunya membongkar identitas Secret Santa gue kali ini. Sebelumnya, terima kasih ya, susah membantu gue melengkapi seri Supernova gue … karena tanpa dirimu, belum tentu gue ‘tergerak’ untuk membeli buku ini …

Ketika mendapatkan pesan rahasia dari Santa … langsung terpikir, “Aduhhh… gak bisa nebak lagi deh ini…!” Dan identitas Santa ini, gue temukan secara gak sengaja ketika gue mulai meneliti satu per satu nama anggota BBI yang sesuai dengan anagram yang diberikan. Ooo.. ternyata gak jauh-jauh, namanya termasuk anggota BBI di deretan atas.


Setelah gue susun-susun … huruf “YEKOP STAY” berubah menjadi “OKY SEPTYA” (bayangin hurufnya bergerak a la sihir Harry Potter)

Benarkan itu dirimu, Oky?? Hayoooo.. mengakulah …!!! JJJ



Submitted for:

Lucky No. 15 Reading Challenge – kategori: Freebies Time

Project Baca Buku Cetak 2015

Monday, December 29, 2014

Secret Santa 2014 – The Riddle!


Moga-moga belum ketinggalan sama temen-temen yang lain yang udah posting riddle dan buku dari Secret Santa ya...

Udah gak sabaran sih pengen posting semenjak buku ini gue terima. Dan pssttt... bukunya udah langsung gue baca lho ...Untuk tahun ini, Secret Santa yang baik hati ini memberikan buku Supernova: Gelombang. Lengkap deh seri Supernova gue ...


Riddle-nya sendiri cukup simple. Meskipun awalnya gue rada pusing mikirin huruf acak-acakan itu. Dan ... tunggu akhir Januari ya ... gue akan 'membongkar' identitas Secret Santa gue kali ini ...


Thank you, my Secret Santa ...

Thursday, November 20, 2014

Wishlist Secret Santa 2014






Ahhh.. senangnya … ada Secret Santa lagi ….

Secret Santa adalah salah satu event yang paling gue tunggu-tunggu … mungkin juga oleh (semua) para BBI-ers. Seru … ini acara tuker-tukeran buku di mana kita bisa dapet buku yang ada di wishlist, tebak-tebakan siapa si Secret Santa dan bikin riddle untuk si X. Keseruan dimulai sejak dari bikin wishlist, terus saling nebak Secret Santa di antara para BBI-ers. Atau drama karena salah satu anggota belum terima bukunya menjelang detik-detik terakhir. Yang gak kalah heboh dari Secret Santa tahun lalu adalah the One and Only Susanna … hihihihi… Pokoknya, ini adalah salah satu event andalan BBI yang 'ngangenin'.

Sebenernya nih .. wishlist di goodreads banyak banget … tapi, untuk ‘mempermudah’ Secret Santa-ku … ‘cukup’ 8 yang ditulis di sini, dan setelah melalui seleksi yang ketat, ini wishlist-ku ya, Santa, semoga gak susah nyarinya … silahkan pilih .. yang mana aja, aku pasti menerima dengan senang hati … dikasih 2 atau 3 atau semuanya .. gak nolak koq … hehehehe…

Urutan di sini bukan berdasarkan yang paling aku pengen, jadi terserah Secret Santa-ku aja deh, mau kasih yang mana. Silahkan klik di judulnya, untuk tau buku-buku ini bisa dibeli di mana. Thank you in advance ya …






Sebenernya agak ragu-ragu mau baca buku ini, mengingat terakhir kali baca Partikel, koq isinya semakin di luar jangkauan otak … tapi, yah, kan udah terlanjur ngumpulin, gak afdol kan kalo gak lengkap



  
Setelah membaca Amba, terus ada info buku barunya mau terbit, ditambah lagi, ada kulinernya juga … hmmm… boleh lah buku ini masuk ke wishlist




Sejak membaca Five People You Meet in Heaven, maka buku-buku Mitch Albom nyaris gak pernah ketinggalan untuk dibaca. Tapi biasanya, gue baca yang dalam bahasa Inggris. Kali ini, gue mau ‘coba’ untuk baca terjemahannya.



Gara-gara baca The Giver, jadi penasaran sama karya Lois Lowry yang lainnya.




Alasannya sama kaya’ nomer 4 :), karena buku ini juga termasuk The Giver quartet
 


Kalo ini, karena pengen ngelengkapin buku-bukunya Jerry Spinelli – sejauh ini udah ada Eggs, Stargirl sama Milkweed.



Sejujurnya, kalo untuk buku-buku Newbery, gue banyak dapat referensi dari blog ini, dan buku ini jadi salah satu yang masuk wishlist gue.



Penasaran dengan buku-bukunya Brian Selznick yang lain setelah baca The Invention of Hugo Cabret dan Wonderstruck. Tadinya sih, pengen masukin Marly’s Ghost – buku kolaborasinya sama David Levithan, tapi hiks .. harganya masih di atas 100ribu. Tapi, gak pa-pa, yang ini juga oke koq.


Nah, ini aja koq, daftarnya. Jangan bingung ya … pokoknya aku terima apa pun yang dipilih …

Selamat memilih ya, Secret Santa-ku (psstttt… riddle-nya jangan susah-susah ya… hehehe)

Thursday, January 30, 2014

And the Mountains Echoed


And the Mountains Echoed (Dan Gunung-Gunung pun Bergema)

Berliani M. Nugrahani (Terj.)
Qonita – Cet. I, Juli 2013
516 hal.

Kulihat peri kecil muram
Di keteduhan pohon kertas
Kumengenal peri kecil muram
Yang tertiup angin suatu malam

Ini adalah jenis buku yang bikin bingung gimana mau nulis review-nya. Gak mungkin gue cuma bilang, buku ini bagus, siapin tissue, buat jaga-jaga kalo tiba-tiba mewek pas lagi baca. Tapi, seperti biasa - setelah The Kite Runner dan A Thousand Splendid Suns – And the Mountains Echoed juga sebuah buku yang indah dan menguras emosi. Meskipun kadar air mata yang keluar gak sederas ketika membaca dua buku sebelumnya.

Perpisahan Abdullah dan Pari baru awal cerita ini, awal penyesalan dari seorang laki-laki bernama Nabi. Tak hanya itu, ada rasa kesepian Suleiman Wahdati dengan cintanya yang terpendam, kehidupan Nina Wahdati dengan rasa kesendiriannya di balik gaya hidupnya yang glamour, cerita Markos, seorang dokter yang menjadi penghubung antara Abdullah dan Pari, kesengsaraan Iqbal, adik tiri Abdullah, yang digambarkan dari cerita-cerita Gholam, rasa sayang bercampur iri dalam diri Parwana terhadap adiknya, atau rasa bersalah Idris, dokter dari Kabul yang bermukim di Afganishtan, keinginannya untuk membantu para penduduk Kabul terkubur di balik rutinitas dan kesibukannya sehari-hari.

Buku ini jadi bagaikan kumpulan cerpen, tapi tetap memberi sebuah kesatuan yang utuh dari awal sampai akhir. Meskipun fokusnya adalah pada Abdullah dan Pari, tapi gak melulu mereka yang jadi tokoh utama. Malah, Abdullah seakan tenggelam di tengah cerita. Sempat terpikir, ini ngapain ya, semua orang diceritain sampai detail? Jadinya gimana urusan Abdullah dan Pari? Tapi, lewat semua tokoh itu, kita dibuat ‘mengerti’ akan peranan mereka dalam kehidupan Abdullah dan Pari selanjutnya. Ada latar belakang, mengapa mereka datang ke Kabul atau pergi dari Kabul. Berkelilinglah kita ke Kabul yang berdebu, Paris yang kaya’nya jadi suram, Yunani yang eksotis dan atau ke San Fransisco untuk mencari kebab. Sebagai pembaca gue salut dan kagum dengan Khaled Hoseini yang bisa membuat pembaca ikut menangis tanpa harus mendramatisir penderitaan tokoh utama.

Para tokoh tercerai-berai, ada yang memang ingin melarikan diri dari kakunya kehidupan rumah tangga, ada yang juga melarikan diri dari kacau Afghanistan karena perang, atau bahkan ada yang sengaja datang ke Kabul dengan tujuan yang berbeda. Seorang anak bahkan mempertanyakan arti kepahlawanan ayahnya, ketika ia tahu ternyata ayahnya menyebabkan penderitaan bagi orang lain, sedangkan di sisi lain, ayahnya dipuja-puji.

Membaca buku ini, bagaikan sebuah perjalanan panjang, atau menyusun sebuah puzzle, mencari kepingan yang hilang dalam sejarah hidup seseorang. Betapa sebuah keluarga itu penting, selalu ada kesempatan kedua untuk memperbaiki segala sesuatunya dan yang penting selalu ada kata ma’af… karena itu sih yang bikin hati jadi damai dan tenang…


And the Secret Santa is…..:

  
Dan sekarang adalah saatnya menungkapkan siapa sosok si Secret Santai itu. Berdasarkan petunjuk yang gue peroleh:

1. Resi pengiriman dengan kode DPS ‘tersangkanya’ ada 3 orang: Mia, Ndari atau Asrina

2. Tulisan di label pengiriman, tampak sangat kenal dengan tulisan itu. Hehehe.. soalnya hampir tiap bulan ada paket dengan tulisan tangan itu.

3. Sebuah souvenir cantik dengan quote yang sangat dikenal dari sebuah blog.

Jadi, dengan penuh keyakinan, gue menebak, (Secret) Santa gue adalah ….

 
Bener gak ya?? Hayooo.. mengakulah, Santa… Tapi anyway, terima kasih untuk buku yang dipilihkan untukku … karena ternyata kamu gak salah pilih… thank you.. thank you.. thank you…



Submitted for:


Baca Bareng BBI – Januari 2014 - tema: buku dari Secret Santa




Friday, December 20, 2013

Hey.. Hey... Siapa Dia... ??





Entah kenapa ya, gue koq selalu ngerasa ‘tahu’ bakal dapet buku apa untuk event Secret Santa… seperti tahun lalu, gue merasa bakal dapet buku Hetty Feather… eh.. bener, gue dapet buku itu… dan tahun ini, dari awal gue masukin buku ini ke dalam wishlist, gue berpikir, kaya’nya gue bakal dapet buku ini dari Secret Santa… dan… bener lagi deh, And the Mountain Echoed-nya Khaled Hosseini mendarat dengan manis di dalam sebuah kotak, yang di dalamnya juga ada souvenir cantik dari sang Secret Santa.


Di cross stitch itu tertulis petunjuknya dengan jelas…

Hmm…. Dan gue yakin, tahun ini gue akan sukses menebak siapa Secret Santa gue…. (kecuali ada yang bela-belain minta tolong si 'dia' untuk ngirim kado ke gue….)

Terima kasih banyak, Secret Santa, suka bukunya… suka souvenir cantiknya…

Thursday, January 31, 2013

Hetty Feather




Hetty Feather
Jacqueline Wilson @2009
Nick Sharratt (Ilustrasi)
Deci Natalia (Terj.)
GPU – Maret 2012
Untuk anak 12 tahun ke atas
(hadiah dari Secret Santa)

Berada di Foundling Hospital sejak bayi, membuat Hetty Feather berkhayal tentang sosok ibu kandungnya. Ia sangat yakin, bahwa ibunya itu terpaksa menitipkan dirinya di panti asuhan, ia juga yakin, ibunya sudah memberi nama yang indah untuk dirinya. Bukan Hetty Feather, atau Hetty ‘Bulu’. Bahkan Hetty berkhayal bagaimana saat ia masih bayi. Hetty tau siapa perawat yang baik dan siapa perawat yang jahat. Meskipun yah, rasanya gak mungkin ada seseorang yang bisa mengingat bagaimana ia ketika masih bayi kan?

Para bayi di Foundling Hospital akan di’ambil’ sementara oleh ibu asuh. Bersama Gideon, Hetty diasuh oleh pasangan Peg dan John. Di keluarga itu, selain anak-anak kandung mereka – Jem, Nat, Rossie dan Eliza, juga ada anak asuh lain – Marth dan Saul. Di dalam keluarga itu, Hetty merasa bahagia. Ia akrab dengan Jem – bahkan punya mimpi bersama Jem. Hetty tak menyangka bahwa suatu hari, saat umurnya sudah cukup, ia akan dikembalikan ke Foundling Hospital.

Suatu hari, di dekat tempat tinggal mereka, kedatangan rombongan sirkus keliling ‘Tanglefield’. Seorang penari berambut merah yang melakukan atraksinya dengan kuda langsung menarik perhatiannya. Hetty yakin bahwa perempuan itu – Miss Madeline – adalah ibu kandungnya. Dan mulailah ia kembali berkhayal

Meskipun, Hetty sudah melihat saat Martha dan Saul terpaksa pergi, ia tak pernah siap menghadapi hari di mana ia harus meninggalkan keluarga itu. Kembali ke Foundling Hospital, Hetty dianggap anak yang nakal. Foundling Hospital adalah sebuah panti asuhan yang sangat kaku. Hetty yang terbiasa hidup bebas, langsung merasa terkekang dengan peraturan yang ada di sana. Ia juga tidak gampang bergaul. Tapi, ada beberapa orang yang menyayanginya di sana, seperti si pelayan Ida Battersea atau Suster Winnie. Sahabatnya hanya satu, yaitu Polly. Padahal saat ia kembali ke Foundling Hospital, Hetty berharap, paling tidak, ia punya satu keluarga di sana, yaitu Martha. Tapi, sayangnya, Martha memilih untuk menjauh dan berteman dengan yang lain. Karena sikapnya yang cenderung nakal, Hetty kerap mendapat hukuman. Tempat ini bukanlah tempat untuk memilik mimpi dan cita-cita yang tinggi. Mereka hanya diberikan pendidikan yang cukup sebagai bekal kala mereka menjadi seorang pelayan.

Tapi, meski demikian, pencarian Hetty akan ibu kandungnya tidak pernah berhenti. Bahkan, saat anak-anak panti Foundling Hospital datang ke perayaan peringatan 50 tahun Ratu Victoria bertahta, Hetty pun sempat melarikan diri, saat ia tahu Sirkus Keliling Tanglefield juga ada di dekat sana. Hetty bertekad untuk bertemu kembali dengan Miss Madeline.

Hetty Feather mengingatkan gue pada sosok Anne dalam cerita Anne of Green Gables. Karakternya yang ceria meskipun ia tak kenal siapa orang tuanya. Sosok anak yatim piatu yang jadi tokoh utama – tapi gak mengumbar kesedihan. Dalam penderitaan atau kesusahan yang dialami, dia selalu terlihat tabah dan ceria. Contoh lain, adalah Harry Potter. Pasti ada orang-orang yang membenci dia, tapi ada juga yang sayang dan perhatian.

Meskipun saat cerita ini berakhir, gue sedikit berharap, sosok si ibu kandung masih tetap misterius. Biar baca sekuel-nya lebih seru.. hehehe… Ada dua lanjutan dari buku Hetty Feather – yaitu Sapphire Battersa dan Emerald Star.

---

Special thanks untuk my Secret Santa – ANGELA NOVIANA

Semoga tebakanku bener ya? Ma’af lho kalo salah.

Kejadian tahun lalu terulang lagi. Saat gue masih mencari dan menebak-nebak siapakah sosok si Santa, eh, temen-temen yang lain rata-rata udah pada tau. Clue-nya membuat gue harus membuka satu per satu blog member BBI. Satu ‘tersangka’ ketemu. Tapi, koq gak match dengan clue yang lainnya.

Ada dua ‘tersangka’, yang sama-sama mulai nge-blog di bulan September, tapi berdasarkan resi pengiriman bukunya, itu dari Jakarta. Jadi yang satu ini harus dicoret dari daftar… tapi… eh.. bisa aja kan, minta dikirimin sama teman atau saudara yang di Jakarta… jadi… bingung lagi…

Kenapa akhirnya dari dua nama ini gue memilih Angela, pertama: pertama nge-blog di bulan September 2011, kedua: dari nama blog-nya ada ‘Queen’-nya. Memang sih, gak persis sama, tapi blog-nya Angela adalah: http://www.resensiharlequin.com/

Ini adalah hasil analisa ‘bodoh’ku, jadi ma’af ya, Secret Santa-ku, kalau tebakanku salah. Itu artinya kamu terlalu pintar membuat ‘clue’

Dan ada sedikit ‘kejadian’ saat gue mau mulai baca buku ini. Kebiasaan gue kalo mau mulai baca, gue suka membolak-balik halamannya. Lalu, gue liat ada halaman yang terlipat, dan kosong. Antara halaman sebelum dan berikutnya gak nyambung.


Duh, sempat kesal dan bingung. Khawatir, kalau ditukar di toko buku, mereka gak akan mau terima kalau gak ada struk pembelian.


Tapi, gue coba bawa ke Gramedia Plasa Semanggi. Gue bilang, kalau buku ini hadiah dan gue gak punya struk pembeliannya. Gue tunjukkin beberapa halaman yang hilang itu. Dan, ternyata cepet aja tuh. Mereka check di komputer, ada gak stock untuk buku ini, dan langsung deh, buku gue ini diganti dengan yang baru. Terima kasih lho, untuk Customer Service di Gramedia Plasa Semanggi.


(1) Posting ini dibuat untuk Posting Bersama BBI – buku dari Secret Santa (thanks to Oky dan Ndari... )





Wednesday, December 26, 2012

Secret Santa 2012 - The Riddle




Terima kasih buat buku Hetty Feather-nya ya, Secret Santa… sejak aku masukin buku ini di wish list, langsung punya feeling, rasanya bakal dapet buku ini…

Ini riddle dari Secret Santa-ku… bikin aku mengubek-ubek data base para anggota BBI. Semoga tahun ini, aku berhasil menebak ‘siapa dia’.. hihih… gak seperti tahun lalu, sampai bukunya diposting, aku sendiri gak bisa nebak… 



“WHO AM I?

Arti namaku menurut GOOGLE adalah 'CROWN'

Aku mulai blogging bulan September tahun lalu”

Hmmm… ada yang bisa menebak siapa dia? Help me… :D

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang