Monday, September 12, 2011

Detektif Imai dan Misteri Brownies yang Terluka

Detektif Imai dan Misteri Brownies yang Terluka
Dyah P. Rinni @ 2011
Penerbit Buah Hati - 2011
270 hal.

Indonesia Permai, atau yang biasa dipanggil Imai, gadis berusia 13 tahun yang suka main detektif-detektifan. Ia pernah membatu sekolahnya, Widyatamaka, mengungkapkan misteri sebuah ruangan di sekolah yang rusak. Harusnya ia jadi pahlawan kan? Harusnya Imai jadi favorit teman-teman di sekolah, kan?

Tapi, sayang, gara-gara brownies buatanya Imai, 3 orang guru keracunan, bahkan salah satunya, Pak Gino jadi koma. Secara tidak langsung, Imai jadi ‘tertuduh’. Tidak ada bukti yang bisa membebaskan Imai dari tuduhan itu. Ditambah lagi, Pandya, si penyiar radio sekolah, kerap ‘mengompori’ anak-anak Widyatamaka untuk membenci Imai.

Widyatamaka bisa dibilang sekolah yang bergengsi, karena isinya anak-anak orang kaya, pejabat. Berbeda dengan Imai yang sepertinya tergolong ‘biasa’ dibanding teman-temannya (ini yang gue tangkap dari comment-nya Pandya).

Imai pantang menyerah, semakin dilarang, justru tekadnya akan semakin kuat. Imai bertekad untuk membersihkan namanya. Meskipun setiap datang ke sekolah, ia harus ditimpukin telor mentah, dikunci di kamar mandi, pasrah dengan tatapan anak-anak Widyatamaka yang menuduh, bahkan dijauhi sahabatnya sendiri.

Untung masih ada teman-teman lain yang mau membantu Imai. Kaisar, si ketua OSIS, Biru, teman sekelasiImai, bahkan Nino Hansa si preman sekolah yang suka tidur di kelas, masih mau membantu Imai memecahkan misteri ini. Imai pun kembali pada aksi ‘detektif’nya meskipun sudah dilarang sama polisi dan orang tuanya. Bagi para orang tua, kasus ini sangat berbahaya. Tapi, bagi Imai, kasus ini sangat menantang. Well, Imai sepertinya jenis anak yang selalu ketemu ‘bahaya’ dan ‘masalah’.

Wahh… ternyata gue suka dengan si Imai ini. Udah lama gak baca buku ‘detektif remaja’ – jenis buku yang gue baca saat gue pertama kali mulai ‘gila buku’. Kangen sama Lima Sekawan, STOP, Trio Detektif dan lain-lainnya.

Karakter dalam buku ini juga beragam. Imai yang ceria dan selalu berpikir positif, Nino yang cuek, Biru yang ingin selalu serba ‘seimbang’, Kaisar yang cool plus Lila yang centil. Ilustrasi-nya bergaya komik Jepang.

Mungkin gue harus baca buku pertamanya biar tau kenapa Pandya sebel banget sama Imai dan biar tau latar belakang para tokohnya. Dan… jujur, gue juga jadi semangat menunggu buku ketiga (hehehe.. bisa jadi ‘warisan’ lagi nih buat Mika)

8 comments:

Tiara Putri said...

oh jadi ada ilustrasinya gitu ? agak tipikal sinetron sih ya, tapi kayaknya boleh nih :)

Tiara Putri said...

oh jadi ada ilustrasinya gitu ? agak tipikal sinetron sih ya, tapi kayaknya boleh nih :)

ferina said...

ilustrasinya sih sedikit. tapi, bukunya ok koq.

Buntelan Kata said...

ih ada kata Bwowniesnya... itu kan kesukaanku.
etapi kok udah mau buku ketiga aja yah?

ferina said...

@Buntelan Kata: iya, udah mau ada buku ketiga. tapi gak tau deh, kapan terbitnya. di endingnya ada tulisan 'bersambung' :D

Wulfette said...

Buku ketiga kaya'nya akhir tahun ini deh. Ada illustrasinya sedikit, dan ceritanya bagus, lebih ke arah jaman2 Trio Detektif/Nancy Drew gitu.
e

dee said...

Dear Ferina,
Makasih banget udah mau mengulas tentang Detektif Imai. Nggak keberatan kan kalau aku link post ini sebagai review di blog baru Detektif Imai. Sekali lagi, thanks a lot. :D

ferina said...

@deetopia: silahkan, mbak... ma kasih juga

 

lemari bukuku Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang